Saya sepakat bahwa gak usahlah debat mengenai modal bank syariah darimana. Klo mau yang murni syariah, mending gak usah ikutan BI. Emang bisa? Hehe... So, mending mikirin kemanfaatan yang diperoleh dari adanya bank syariah.
Meskipun bank syariah tetaplah menomorsatukan profit (bahasa halus dari KAPITALIS). Klo gak ya gak bakal bisa bagi2 duit or beramal ke masyarakat kebanyakan alias jelata. Konsep ekonomi Islam harusnya memang menomorsatukan kesejahteraan masyarakat. Sehingga IDEAL-nya ada sebuah lembaga keuangan yang bisa menjadi intermediasi antara si kaya dan si miskin. Ini susah terwujud (yang menurut saya bentuknya bukan seperti bank syariah yang sekarang ada). Tapi bukan tidak mungkin ini bisa terwujud. Regards, Ifham ________________________________ From: siti darojah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, December 29, 2009 11:51:19 AM Subject: [ekonomi-syariah] Re: BSM Gelar CSR di Palembang (Modal bank syariah) Pembicaraan soal asal modal bank syariah atau apakah modal bank syariah itu dari dalam atau luar negeri ini merupakan perbincangan lama. Sepertinya sudah tak perlu diperdebatkan lagi. Tak elok rasanya merasa kurang sreg berbank dengan bank syariah karena menganggap bank syariah tertentu kurang murni atau diragukan kesyariahannya tapi memilih bank konvensional untuk bertransaksi. Saat ini yang perlu kita kedepankan adalah manfaat dan sudah sesuaikah kehadiran bank syariah dengan tujuan syariah. Tujuan syariah itu mensejahterakan umat. Ini mengutip As-Shatibi. Maka bank syariah harus bisa berperan di bidang itu dengan terus fokus pada UMKM. Karena mereka itulah sektor ekonomi dengan pelaku terbesar di negeri ini yang jumlah pelakunya mencapai lebih dari 50 juta unit. Dan mereka itu, pengusaha mikro dan kecil, sebagian besar umat Islam yang harus diangkat harkat dan martabatnya. Jika usaha mikro itu belum bankabel, maka ada dana CSR yang diambil dari zakat perusahaan dan dana khusus yang dialokasikan perusahaan untuk CSR. BSM saat ini sedang berjuang untuk menjadikan bank syariah lokomotif kebangkitan peradaban. Umat Islam pernah jaya memimpin peradaban pada abad pertengahan. Tapi, sekarang kita takluk di bawah dominasi peradaban Barat. Mengapa bank syariah harus jadi lokomotif kebangkitan peradaban? karena umat Islam saat ini kalah dari sisi penguasaan ekonomi dan pendidikan. Dan karena kedua hal itu, ekonomi dan pendidikan, kita hidup dibawah dominasi Barat. Kita lihat saja apa yang melekat pada diri kita seperti pakaian, makanan, dan alat-alat teknologi. Semua made in Barat. Dengan fokus pada UMKM bank syariah bisa membantu umat bangkit. Jika ekonominya baik, umat bisa menyekolahkan anaknya lebih baik. Dengan pendidikan yang baik, umat Islam bisa memimpin lagi peradaban. Begitu singkatnya. Kita tidak alergi pada sesuatu yang datang dari Barat asal itu bermanfaat positif. Begitupun dengan modal bank. Barangkali lebih indah jika kita lihat manfaat dan tujuan jangka panjang kehadiran bank syariah yang saat ini menjadi tonggak awal bangkitnya peradaban umat Islam. Demikian teman-teman. Mudah-mudahan bisa disepakati. Kita harus meraih lagi kejayaan kita yang hilang.

