By Republika Newsroom
Rabu, 06 Januari 2010
DUBAI--Dubai akan segera membentuk akademi perbankan syariah. Akademisi Dubai, 
Dr Hussain Hamed Hassan mengatakan pengerjaan pembangunan akademi tersebut akan 
dimulai beberapa bulan ke depan dan ditargetkan beroperasi pada 2011.

"Institusi baru ini akan didukung oleh bank-bank syariah di Uni Emirat Arab dan 
pimpinan lembaga keuangan syariah terkemuka di kawasan ini," kata Hassan, 
sebagaimana dikutip laman zawya, Rabu (6/1).

Lembaga pendidikan itu akan memiliki program S1, S2 dan S3 di bidang keuangan 
Islam. Hassan menambahkan pembentukan akademi perbankan syariah ini disebabkan 
jumlah akademisi dan profesional keuangan syariah yang minim di negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah bank dan asuransi syariah bermunculan di 
Uni Emirat Arab. Namun, beberapa lembaga keuangan syariah tersebut untuk 
merekrut profesional dari negara lain untuk mengisi posisi teratas di institusi 
mereka.

Sejumlah profesional dari sektor perbankan dan asuransi konvensional pun 
ditarik untuk mengisi posisi tersebut. Hassan mengatakan berharap para 
profesional di lembaga keuangan konvensional dapat ikut serta menempuh 
pendidikan keuangan syariah, sehingga tercipta para profesional yang memiliki 
pengetahuan terintegrasi mengenai sektor keuangan.

Saat ini di Dubai terdapat Dubai Islamic Bank, Dubai Bank, Emirates Islamic 
Bank (EIB), dan Noor Islamic Bank (NIB). Ajman memiliki Ajman Bank dan di 
Sharjah terdapat Sharjah Islamic Bank (SIB).

Sementara Abu Dhabi memiliki dua bank syariah, yaitu Abu Dhabi Islamic Bank dan 
Al Hilal Bank. Selain itu bank konvensional di Uni Emirat Arab juga 
mengembangkan unit syariah.

Uni Emirat Arab pun telah mengembangkan dewan syariah yang lebih luas dengan 
adanya perwakilan dari seluruh bank syariah. Dewan syariah yang diketuai oleh 
Hassan ini memiliki mandat memberi arahan kebijakan dan strategi perbankan 
syariah di negara tersebut.

"Hal itu akan sejalan dalam menstandarisasi peraturan keuangan syariah di 
negara ini dan merupakan langkah maju untuk membantu terciptanya standar 
industri yang sama di masa depan," ujar Hassan. gie/itz


Kirim email ke