Meneruskan dari milis sebelah:


----- Forwarded Message ----
From: wirawan <[email protected]>
To: dinar_dirham_indonesia <[email protected]>; Dana Abadi 
Umat <[email protected]>; I-Siyasah <[email protected]>
Sent: Thu, January 7, 2010 1:38:58 PM
Subject: Siyasah Mengapa Dubai Kolaps?

  
NB:
Jika ingin
menghancurkan suatu negara tanpa menggunakan peluru dan mesiu…maka berilah
mereka hutang (-riba-)
 
Ada
cerita dari pemburu serigala di negara subtropis sana…
Cerita tentang
mahluk yang kelaparan nan malang…
 
Mereka menanam gagang pisau tajam bermata
dua di salju (bagian tajamnya menghadap ke atas)…
Kemudian melumuri pisau tersebut dengan
darah…
Serigala yang sedang lapar akan mencium dan
mencari bau darah tersebut…
Mulailah ia menjilati darah di pisau
tersebut hingga lidahnya sendiri terluka…
Serigala yang tidak sadar terbuai tersebut
mengira menjilat darah yang segar lagi hangat miliknya sendiri…
Maka semakin giatlah ia menjilati pisau
jebakan itu…hingga akhirnya ia mulai kehabisan darah, lemas dan pingsan…
 
Sama halnya
dengan negeri muslim yang “hobi” berhutang riba ke LN, semakin banyak dan
semakin lama berhutang, ia mengira uang pinjaman tersebut adalah “anugrah” yang
harus dinikmati… 
 
Pada awalnya
pertumbuhan ekonomi akan pesat, kurs dollar stabil, barang impor terasa murah
(karena dollar murah)…Hingga tiba masanya membayar hutang riba tsb…Perdagangan
bebas dibuka, produk asing membanjiri pasaran…maka jadilah mereka menjadi
serigala yang malang
itu…  
 
 
Mengapa Dubai Kolaps?
 
 
Dubai dianggap sebagai
negara Arab yang dijadikan salah satu fondasi pereknomian dunia. Hanya dalam
waktu beberapa tahun, mereka menjadi salah satu “raksasa,” dengan pertumbuhan
yang berada di atas rata-rata. Namun kini, sama seperti negara-negara lainnya, 
Dubai tanpa diduga sama
sekali, terjebak dalam krisis ekonomi besar. Apa sebabnya?
 
Sebenarnya, hal
ini tidak sepenuhnya mengejutkan, tapi Dubai
telah berputar di luar kendali. Sekarang ini, pembangunan di Dubai berhenti. 
Bagi banyak pekerja asing, Dubai merupakan simbol
tertinggi bagi mereka terbebas dari pajak kekayaan.
 
Banyak
ekspatriat yang meninggalkan mobil mereka di bandara dan melarikan diri ke
rumah daripada risiko dipenjara karena pinjaman. Polisi Dubai menemukan lebih
dari 3.000 mobil di luar bandar udara internasional Dubai dalam beberapa bulan 
terakhir. Sebagian
besar mobil adalah Mercedes, BMW, dan Porsche dan masih memiliki kunci yang
sengaja di tinggalkan di dalam mobil.
 
"Setiap
hari kita menemukan lebih banyak dan lebih banyak lagi mobil," kata
seorang pejabat senior keamanan bandara, yang tidak mau disebutkan namanya.
"Natal adalah yang terburuk—kami
menemukan lebih dari dua lusin pada satu hari."
 
Ketika pasar
runtuh dan banyak ekspatriat yang tidak lagi mampu membayar hipotek tanpa
kredit. "Ada banyak orang yang hidup dengan
standar tinggi, investasi dalam real estat dan gaya hidup," kata salah seorang 
bankir
senior.
 
Mobil yang
ditinggalkan begitu saja menggarisbawahi kecenderungan yang mengkhawatirkan. 
Lima tahun lalu, Emir, Sheikh Mohammed bin Rashid Al
Maktoum, memulai sebuah rencana ambisius untuk mengubah Dubai menjadi sebuah 
hub untuk bisnis dan
pariwisata. Ribuan orang Barat datang setiap hari, bersemangat karena uang dan
janji emirat tentang kemudahan hidup dan kekayaan.
 
Sekarang , ada
peningkatan tanda-tanda bahwa orang asing yang datang berbondong-bondong ke 
Dubai akan segera pergi.
"Tidak ada cara untuk melacak nomor yang sebenarnya, tetapi bukti anekdot
ini berlimpah. Dubai
mulai kosong, "kata seorang diplomat Barat.
 
Sebagian besar
bank-bank emirat tidak berafiliasi dengan lembaga-lembaga keuangan Inggris,
sehingga orang-orang yang melarikan diri tidak perlu khawatir akan kreditor.
Mobil yang ditinggalkan mereka akhirnya dijual oleh bank pada lelang mingguan.
 
Di atas semua
itu, Dubai juga
menyimpan sebuah cerita mengenaskan. Kehidupan di sini sangat bebas, dan bahkan
hanya di Dubai
lah kaum homo Arab bisa diterima. Padahal, Dubai mengaku, menerapkan Syariat 
Islam.
(sa/times/cab)
 
http://www.eramusli m.com/berita/ dunia/mengapa- dubai-kolaps. htm
1/7/2010 1:34 PM

 


      

Kirim email ke