Silahkan dicermati kata demi kata. Regards, Ifham
________________________________ From: Willy Mardian <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, January 9, 2010 1:14:12 PM Subject: Bls: Bls: {FoSSEI} Re: sumber Modal Bank Syariah duh Pak Ifham ada pantun buat bapak : Gocap tambah Gocap Tjepeek Dech memangnya selama ini tidak ada pilihan yang halal ?? saya sudah tegaskan beberapa kali di postingan saya yang sebelumnya pak tentyang Ushul Fiqh menyikapi sejumlah situasi. Darurat,normal dan sudah jelas saya mau nanya lagi saya pak Ifham ?? APakah mengambil untung dalalm Islam itu haram ?? pak ifham pernah dengar jual beli yang di masa Nabi SAW yang terdiri dari ba'i hadhir lil badi dan Ba'i Tallaqi Ruqban ?? dua-duanya sama-sama merugikan pak. yang pertama orang desa yang sudah tahu situasi pasar dan bisa mengambil untung sangat tinggi dari orang kota dan yang kedua orang desa yang barang dagangannya di cegat orang kota untuk dijual odi kota dengan harga sangat murah. dalam dua hal tadi sangat merugikan pak Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak: Teruslah Bergerak dan Jemput Kemenangan Yang Allah T'lah Janjikan di Ujung Kegelapan Apapun yang Kita Terima !! www.telagaalkautsar .wordpress. com Mahasiswa Akuntansi Syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia ________________________________ Dari: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> Kepada: fos...@yahoogroups. com Terkirim: Sen, 4 Januari, 2010 08:40:11 Judul: Re: Bls: {FoSSEI} Re: sumber Modal Bank Syariah Kenapa gak ada pilihan yang HALAL ya? Padahal yang halal kan jelas, yang haram juga jelas. Dalam kondisi darurat, tentu akan pilih RAGU dibanding yang HARAM. Adakah umat Islam yang meragukan haramnya daging Babi? Tapi kenapa banyak yang meragukan haramnya riba yang dimaksud? Atau meragukan kehalalan bank syariah yang ada sekarang? Atau meyakini bahwa bank konvensional itu halal? Memang, Cara penerapan ekonomi syariah saat ini masih pake kaidah darurat. Terpaksa diterapkan dengan CARA kapitalis. Masih menomorsatukan profit dan tentu mengikuti kaidah2 ekonomi konvensional. Ini dibuktikan dengan ketergantungan terhadap bunga (suku bunga), produk2 bank syariah yang masih memodifikasi produk2 bank konvensional, bahkan meniru. Dan karena penggiat ekonomi syariah sendiri masih sangat-sangat RAGU dengan konsep ekonomi syariah, sehingga gak PeDe bikin produk indegenous syariah, masih kuatir bahwa produk indegenous syariah gak laku, karena dianggap gak bankable. So, Penggiat dan praktisi harus terima jika dibilang bahwa sumber modal bank syariah masih haram. Regards, Ifham ________________________________ From: Muflikha Zahra D.H <zahra_...@yahoo. co.id> To: fos...@yahoogroups. com Sent: Sun, January 3, 2010 3:52:00 PM Subject: Bls: {FoSSEI} Re: sumber Modal Bank Syariah Adalah sangat naif jika kita meragukan bank syariah hanya karena modal awal atau utamanya berasal dari bank konvensional Sekarang saya tanya,... Jika anda berada dalam 2 pilihan,.. yang anda harus memilih,.. manakah yang akan anda pilih:RAGU atau HARAM??? Tentu anda akan memilih yang ragu bukan, karena mau ga mau yang ragu adlah yg lebih baik daripada yang haram,.. Tapi apakah pendapat qt mengatakan bahwa modal yang berasal dari bank konvensional itu benar2 diragukan kesyariahannya, .. Klo ia,.. berarti semua bank yang ada di Indonesia ini ga jelas kesyariahannya karena semua modal mendapat sokongan dari BI,.. Marilah qt sedikit mengambil contoh dari Abdur Rahman Bin Auf sahabat Rasulullah Saw. Awalnya beliau adalah seorang kafir. Hingga akhirnya bliau memutuskan untuk masuk Islam. Keinginan beliau tersebut ditentang oleh keluarganya. Namun beliau tetap bersikeras mau masuk Islam. Hingga akhirnya, bliau harus pindah Islam tanpa uang sepeserpun dan diusir oleh keluarganya. Beliau akhirnya memutuskan untuk berdagang di pasar orang Yahudi dimana penjual dan pembelinya sebagian besar adalah dari golongan yahudi dan sistem ekonomi yang diterapkan disanapun waktu itu adalah sistem ekonomi ribawi. Sampai suatu ketika, dalam waktu beberapa bulan, diapun berhasil merubah sistem yang ada di pasar tersebut menjadi sistem ekonomi islam. Berdasarkan hal di atas, saudara tentu bisa mengambil keputusan, mau beralih pada yang syariah atau tetap menggunakan yang konvensional, atau klo tetep ga mau ya tabung aja pake bumbung bambu,.. Sebagai seorang muslim harusnya kta turut mendukung perkembangan bank syariah yang ada di negri ini,.. bukan malah memojokkannya. Karena klo qt lihat,.. secara syariah, bank syariah di Indonesia itu sudah mencoba lebih baik bahkan paling baik daripada bank syariah yang ada di negara lain. buktinya beberapa hari yang lalu di milis dari saudara sadeli zanihan di tulis bahwa indonesia mendapatkan The best deal,......( lupa). Yang jelas terbaik dari sisi syariah di dunia. Qt juga cukup bersyukur,.. bahwa bank syariah yang tadinya belum ada undang2nya,. . kini udah muncul,... Bank syariah yang awalnya hanya ada BMI,.. kini sudah banyak bank syariah yang lain2nya,.. Yups,... sekali lagi,... dukung terus perkembangan ekonomi Islam,.. salah satunya bank syariah,... Mungkin saat ini masih menjadi yang paling baik dalam tataran syariah sedunia,... insyaAllah tahun2 ke depan perkembangan kesyariahan bank syariah di Indonesia akan menjadi yang PALING,..PALING, ...PALING, ...THE BEST,... Qt doakan aja Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mobile: 085292747168 Email : zahra_...@yahoo. co.id SEMANGAT!!! PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!! ALLAHU AKBAR!!! --- Pada Kam, 31/12/09, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> menulis: >Dari: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> >Judul: {FoSSEI} Re: sumber Modal Bank Syariah >Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com >Cc: fos...@yahoogroups. com >Tanggal: Kamis, 31 Desember, 2009, 12:30 PM > > > >Yang halal dan yang haram itu jelas. > >Riba adalah haram, sumber modal dari riba ya pastinya haram. Begitu juga >meskipun modalnya gak bersumber dari riba, kalau menjalankan sistem ekonomi >syariah di bawah naungan (dengan cara) sistem operasional ekonomi haram, ya >pastinya akan haram. Biar ahli fiqih yang jelasin. Sejatinya juga gak ada >istilah bank ini murni syariah atau tidak. Syariah adalah syariah. Tidak >syariah ya tidak syariah. > >Yang ada saat ini adalah kondisi darurat yang terpaksa harus dimaklumi. Nah, >ini juga pasti ada kaidah fiqihnya (menurut para pelakunya tentu). > >NB: jadi istilah "kondisi darurat" tidak hanya dijadikan legitimasi mereka2 >yang menggunakan ekonomi (bank) konvensional. Namun juga digunakan oleh bank >syariah itu sendiri. Hehehe > >Beginilah resiko ada dalam kondisi terpaksa menjalankan sistem ekonomi >kapitalis (yang termasuk bank syariah di dalamnya). > >Pertanyaannya: apakah ekonomi (bank) syariah akan terus2an dalam kondisi >darurat alias terpaksa dijalankan dengan sistem ekonomi yang haram? Hmmmm jika >kondisi ini dimaklumi terus menerus, logikanya sih akan memupuk citra buruk >ekonomi syariah yang ngaku2 bebas riba dan berbagai transaksi yang dilarang. > >Ditunggu saja. Indikasi2nya juga sudah jelas kok. > >Regards, >Ifham > > > > ________________________________ From: Rizka Aulia Rizka <rizkaaulia.rizka@ yahoo.com> >To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com >Sent: Wed, December 30, 2009 12:58:40 PM >Subject: Bls: [ekonomi-syariah] Re: sumber Modal Bank Syariah > > >Ass.wr.wb. >Bagi kami para pegiat hukum Islam, menilai kemauan pemerintah melalui bank >BUMN menyisihkan modalnya untuk dikelola secara sistem syariah adalah hal yang >extraordinary. mengharapkan semua Bank BUMN menjadi syariah adalah utopia. >Semua upaya menuju implementasi syariah harus bertahap. Apalagi menghindarkan >Riba, Menurut Pak Agustianto, upaya mengeliminasi riba dari sistem >perekonomian masyarakat di zaman Nabi berlangsung 4 tahap dan prosesnya >panjang, menjelang wafatnya Nabi Muhammad Saw. Ayat yang terakhir adalah >tentang riba. Jadi sangat tidak relevan mempertanyakan asal usul modal >BSM.Bank Milik BUMN (Bank Mandiri) membeli BSB lalu dibuat sistem syariah. Ya >Syukurlah, daripada tidak berbuat sama sekali. >Untuk konversi dari konvensional ke sistem banksyariah memakan waktu yang >panjang. Iran yang revolusi saja, masa memakan waktu hampir 6 tahun. Demikian >pula Iran. Asal usul modal bank syariah yang hasil konversi di situ, tentu >banyak ribanya. Tetapi ketika bank itu sudah masuk Islam, jangan dikritisi >masalah modalnya di masa lalu. Itu Ma Qad salaf, menurut Alquran. >yang mungkin perlu ditanya, mengapa terlalu sedikit suntikan modal untuk BSM >oleh negara?. harusnya 2 atau 3 kali lipat dari yang ada. ?. >Coba analogian dengan pertanyaan ini,"Apakah boleh (halal), jika seluruh Bank >BTN dikonversi menjadi syariah????. Tentu semua pakar dan ulama setuju, agar >sistem , produk dan hasilnya halal dan bersih. Dan kita tentu bersujud syukur >puluhan kali jika itu terjadi. Tapi apakah relevan mempertanyakan asal usul >modalnya yang banyak bergumul dgn riba, ketika bank itu menjadi syariah >total, . Jawabnya tidak relevan. Yang relevan memikirkan tugas berikutnya, >bagaimana agar bank itu tetap menjaga nilai dan budaya yang tidak bertentangan >dengan syariah.. Bagaimana agar nama syariah yang dibawanya membanggakan ummat >dan bangsa. Jadi yang keluar dari tulisan atau bahasan kita adalah bangga dan >bersyukur jika lembaga bank itu mau menerapkan prinsip syariah. Bukan >mempertanyakan asal usulnya, apalagi menyamakannya dengan konvensional. >Kesimpulannnya Dukung dan kampanyekan sistem syariah untuk membawa >kesejahteraan semesta, bukan hanya umat Islam, tapi semua insan secara universal.Sekian > > > > ________________________________ Dari: Reza Ikhwanul Muslim <reza.muslim67@ gmail.com> >Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com >Terkirim: Sen, 28 Desember, 2009 16:57:10 >Judul: Re: [ekonomi-syariah] Re: sumber Modal Bank Syariah > > >sama Mbak Rizky...saya juga punya pertanyaan yg sama dari dulu >kala...kayaknya di milis ini juga belum ada yg jawab. > >> tidak pemahaman saya?? mungkin tidak hanya di BSM tetapi sepertinya di >> hampir semua BUS di Indonesia kecuali BMI. >kalo BMI sih...sandungannya dulu waktu pendirian awal, sejarahnya >mereka dapat penyertaan dari potongan gaji PNS se-Jabar, inisiatif >Gubernur Jabar pada saat itu, jadi gaji PNS se Jabar dipotong 5000 >kalo gak salah buat nambahin modal BMI, ada kabar beberapa PNS merasa >keberatan, cuma ya gimana lagi, udah di komando. Bisa di cek ke >karyawan BMI di bandung dan jabar sekitarnya, awal 2000-an banyak lho >PNS yg dateng ke kantor BMU, sambil bawa bukti penyertaan mereka, >nanyain nasib uangnya. Tapi kalo sekarang kayaknya saham mereka sudah >terdilusi ya. > >Pada tanggal 28/12/09, Rizky Nindya Mahani <mahani...@yahoo. co.id> menulis: >> Assalamualaikum Wr Wb. Bismillah. >> Salam kenal semuanya... saya salah satu anggota baru di grup ini.Maaf, jika >> reply saya keluar dari tema tapi ada hubungannya dengan BSM. >> Saya mempunyai pertanyaan, >> Mengapa sumber dana BSM berupa saham 99,9% berasal dari Bank Mandiri dan >> 0,1% berasal dari mandiri sekuritas, kita tahu bahwa Bank Mandiri dan >> mandiri sekuritas masih konvensional dan sumber dana dari keduanya juga >> belum pasti ke-syar'i-annya (yg mungkin masih tercampur dan belum jelas atau >> belum diketahui antara yang halal dan haram?) ?? dengan komposisi yg seperti >> itu membuat keyakinan saya akan ke-syar'i-annya BSM mulai ragu dan melemah, >> terus bertanya2, penasaran, dan sangat ingin tahu mengapa seperti itu >> "mengapa, mengapa, dan mengapa, kok gitu ya, benar g c".....?? >> >> ??Padahal Bank Syariah Mandiri statusnya adalah Bank Umum Syariah yang saya >> ketahui dan menurut pemahaman saya (sebagai orang yang masih awam dan pemula >> dalam belajar ekis ini serta berdasar pemahaman saya dari beberapa sumber yg >> saya dapat) adalah sebuah bank umum syariah semuanya harus halal (dari >> sumber dana sampai operasionalnya) berdasar alquran dan al hadist, betul >> tidak pemahaman saya?? mungkin tidak hanya di BSM tetapi sepertinya di >> hampir semua BUS di Indonesia kecuali BMI. >> nb: pertanyaan ini mulai tersirat setelah saya mengikuti workshop ekonomi >> syariah dg pembicara dari salah satu praktisi BSM Malang dan saya belum >> sempat bertanya kpd beliau selain itu juga takutnya nanti kalo bertanya kpd >> beliau timbul kesubjektivitasan. Pertanyaan, pernyataan, dan pemahaman saya >> di sini tidak bermaksud utk memojokkan image pihak manapun (wallahi --demi >> Allah--...), saya murni ingin mengeluarkan uneg2 saya untuk mendapat jawaban >> dan kejelasan atas pertanyaan saya yg sudah terngiang2 dan benar2 membuat >> saya penasaran ingin tahu bagaimana dasar hukum dan ilmunya sebenarnya >> secara objektif berdasar Alquran dan Al-hadist. >> sebelumnya saya minta maaf sebesar-besarnya jika secara tidak sengaja ada >> kata2 dan pernyataan yang salah dan menyinggung. tetapi sekali lagi, tidak >> ada maksud saya disini untuk menjelekkan/ merendahkan/ memojokkan/ apapun itu >> yg mendzalimi pihak manapun (naudzubillah. ..). >> Semoga kawan2 berkenan untuk menjawab pertanyaan saya .Jazakumullah khairan >> katsiran, semoga menjadikan manfaat dan mendatangkan berkah, amin. >> wassalam wr wb... >> > >________________________________ Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. >Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! > ________________________________ Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! ________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

