Dear All, Berbekal background pendidikan S1 Psikologi, keterlibatan dalam Recruitment dan Assessment di bidang syariah sejak 2003, berdasar pengamatan dan bacaan2, dengan seorang partner yang ahli di bidang Manajemen HR, saat ini kami sedang menyusun buku "HR for Syariah." Kebetulan juga saat ini saya di-assign oleh kantor untuk program HR Development untuk berbagai kompetensi IT, termasuk ekonomi syariah.
Dan berbekal pengalaman jadi Business Development, Marketing (Sales), Public Relations serta Media Relations Officer sejak 2004 di bidang ekonomi syariah, saya memberanikan diri menjadi pendamping seorang pakar Marketing Public Relations untuk menulis buku: Marketing Public Relations for Syariah. Semoga layak terbit, jadi sumbangan positif, manfaat, dan barakah. Regards, Ahmad Ifham ________________________________ From: Farisah Amanda (ica) <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, January 13, 2010 10:08:31 AM Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mempertanyakan Idealisme Pengelola Institusi Syariah Sepertinya institusi2 syariah memang masih perlu banyak sekali perbaikan di segala aspek. Satu lagi yang membuat prihatin adalah aspek HR nya, perlu juga untuk meninjau sharia compliance dalam kebijakan HR, sehingga institusi syariah bisa dikelola oleh orang2 yang ikhlas dan punya komitmen tinggi dalam menegakkan agama 4JJI melalui jalur ekonomi. Saya pribadi belum pernah menemukan buku yang membahas manajemen HR syariah yang ideal, mohon masukannya. Atau mungkin para akademisi bisa melakukan lebih banyak penelitian mengenai isu ini? Semoga HR Sharia Summit yang diadakan hari ini dan besok bisa mencari solusi tentang ini, dan tidak hanya memperhatikan skill teknis SDI melainkan juga aspek komitmen terhadap syariahnya. On 1/12/10, Edo <[email protected]> wrote: > Perkembangan institusi bisnis atau sosial dalam membangun perekonomian > syariah turut menggembirakan kita semua sebagai masyarakat muslim yang > mayoritas. Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), Bank > Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Baitul Mal wa Tamwil (BMT), Asuransi > Syariah, Lembaga Zakat, Leasing Syariah, Lembaga Pendidikan Syariah dll. > bertebaran dimana-mana. Kalau dulu riba hanya didiskusikan oleh kalangan > cendikiawan muslim. Kini, praktik bisnis yang tidak memungut riba sudah bisa > diterapkan setelah diskusi hampir puluhan tahun. Hal ini sangat membanggakan > kita semua dimana ekonomi syariah menjadi solusi dari problem ekonomi bahkan > krisis global sekalipun. > > Namun patut disayangkan, perkembangan ini tidak diikuti dengan idealisme > para pengelolanya. Seorang kawan pernah curhat kepada saya, bahwa ia melamar > disebuah perbankan syariah. Kawan saya bercerita bahwa ia boleh diterima > dilembaga tersebut dengan syarat menggunakan jilbab yang lebih kecil, > menggunakan celana dan menggunakan hak tinggi. Dari penuturan tersebut saya > kaget bukan main, ternyata masalah seperti itu masih dipermasalahkan oleh > institusi keuangan syariah. Dalam perekrutan lembaga bisnis atau sosial juga > masih mempersyaratkan status single atau belum menikah untuk masuk ke > lembaga tersebut. Apa masalahnya jika orang sudah menikah? > > Ada juga seorang kawan yang curhat dengan saya, ia tidak bisa menikah > setelah masuk disalah satu bank syariah karena dipersyaratkan selama dua > tahun tidak boleh menikah. Malang nian kawan saya tersebut, padahal > kewajiban menikah menjadi 'wajib' ketika mereka sudah mampu dan mendesak > untuk menghindari zina. Parahnya, selain melarang menikah mereka justru > membiarkan karyawannya ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan) > bahkan ada yang pacaran sembunyi-sembunyi. Sungguh ini kisah yang tragis > dalam sebuah lembaga keuangan syariah. Bukankah menikah dianjurkan dalam > al-Qur'an dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad? > > Masalah lain juga ada pengelola lembaga keuangan syariah yang mengabaikan > prinsip-prinsip dalam al-Qur'an seperti merokok, berboncengan karyawan putra > dan putri, bahkan ada pegawai bank syariah yang suka dugem, naudzubillah min > dzalik. Untungnya kejadian pegawai bank syariah yang suka dugem ini saya > dengar bukan terjadi di Yogyakarta, namun untuk pegawai bank yang masih > merokok dan berboncengan masih suka saya temukan di intitusi keuangan > syariah di Yogyakarta tanpa perlu menyebut institusinya. > > Masalah-masalah diatas belum termasuk pengelolaan keuangan syariah dimana > masih ada bank syariah dan lembaga keuangan syariah yang menggunakan akad > murabahah (konsumtif) untuk pembiayaan usaha. Ada juga pembiayaan akad > murabahah (jual-beli) yang diberikan uang, bukan dalam bentuk barang. Dan > parahnya juga masalah ini didiamkan oleh lembaga pengawas yang bersangkutan. > Masalah lain adalah pengambilan bagi hasil meskipun si debitur mengalami > kerugian. Lalu muncul pertanyaan dalam benak saya, apa bedanya dengan > perbankan konvensional? > > Opini saya diatas tidak berpretensi menjelek-jelekkan institusi keuangan > yang sangat fenomenal perkembangannya saat ini, karena saya juga sesama > pejuang ekonomi syariah. Tapi opini ini semata-mata untuk saling memberi > nasihat (masukan) seperti disyariatkan al-Qur'an dalam (Qs. Al-Asr) dan > menginginkan adanya perubahan yang lebih baik dalam tata kelola bisnis dan > sosial institusi ekonomi syariah. Dengan sedikit demi sedikit berbenah, maka > insya Allah bisnis dan lembaga sosial yang kita jalankan semakin barokah dan > dirahmati oleh Allah SWT. Jika ada khilaf penulis memohon maaf, afwan > minkum. Wallahua'lam > > Edo Segara, SE. > Jl. Arjuna No. 8 Perum Purwomartani Kalasan Yogyakarta > Hp. 081392078303/0274-6844177 > e-mail: [email protected] > > > > ------------------------------------ > > =========================== > SPONSOR Tahunan MES 2009 : > 1. Bank Muamalat Indonesia > 2. Bank Syariah Mandiri > 3. Bank BNI Syariah > 4. Pegadaian Syariah > 5. Bank BRI Syariah > 6. Bank Bukopin Syariah > ==================================================== > Masyarakat Ekonomi Syariah bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, > Univesitas Islam As- Syafi’iyah dan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam > akan menyelenggarakan forum riset hasil penelitian yang memaparkan bagaimana > dampak krisis global terhadap perbankan syariah di Indonesia dengan nama.. > > 4th MES GOES TO CAMPUS > Dampak Krisis Global Terhadap Perbankan Syariah Studi Kasus: Bank Muamalat > Indonesia > > Keynote Speech > Prof. Dr. Sofyan Safri Harahap > Ketua V Pengurus Pusat MES > > Pemakalah > Yulina Ananda > Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam As Syafi’iyah > > Penanggap > Ahmad Sehu Ibrahim > Bank Muamalat Indonesia > > Dr. Mustafa Edwin Nasution > Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam > > Moderator > H. Karnaen A. Perwataatmadja, SE., MPA., FIIS > Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam As-Syafi’iyah > > Sabtu, 1 Safar 1431 H - 16 Januari 2010 M > Pukul 09.00-12.00 WIB > Gedung KH. Abdullah Syafi’i Lt. 2 > Kampus Univ. Islam As-Syafi’iyah > Jl. Raya Jatiwaringin N0.12, Pondok Gede, Jakarta Timur > > GRATIS… GRATIS.. GRATIS… (free Makalah, Snack & Sertifikat) > > Informasi dan pendaftaran paling lambat 14 Jan. 2010 (call only no SMS - jam > kerja): > > Umum : Joko (021) 9185 9977 > Mahasiswa (S1-S3) : Arif FoSSEI (021) 9338 1082 > Internal UIA : Heny (021) 9259 7955Yahoo! Groups Links > > > > -- -Farisah Amanda (ica)- ------------------------------------ =========================== SPONSOR Tahunan MES 2009 : 1. Bank Muamalat Indonesia 2. Bank Syariah Mandiri 3. Bank BNI Syariah 4. Pegadaian Syariah 5. Bank BRI Syariah 6. Bank Bukopin Syariah ==================================================== Masyarakat Ekonomi Syariah bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Univesitas Islam As- Syafi’iyah dan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam akan menyelenggarakan forum riset hasil penelitian yang memaparkan bagaimana dampak krisis global terhadap perbankan syariah di Indonesia dengan nama.. 4th MES GOES TO CAMPUS Dampak Krisis Global Terhadap Perbankan Syariah Studi Kasus: Bank Muamalat Indonesia Keynote Speech Prof. Dr. Sofyan Safri Harahap Ketua V Pengurus Pusat MES Pemakalah Yulina Ananda Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam As Syafi’iyah Penanggap Ahmad Sehu Ibrahim Bank Muamalat Indonesia Dr. Mustafa Edwin Nasution Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Moderator H. Karnaen A. Perwataatmadja, SE., MPA., FIIS Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam As-Syafi’iyah Sabtu, 1 Safar 1431 H - 16 Januari 2010 M Pukul 09.00-12.00 WIB Gedung KH. Abdullah Syafi’i Lt. 2 Kampus Univ. Islam As-Syafi’iyah Jl. Raya Jatiwaringin N0.12, Pondok Gede, Jakarta Timur GRATIS… GRATIS.. GRATIS… (free Makalah, Snack & Sertifikat) Informasi dan pendaftaran paling lambat 14 Jan. 2010 (call only no SMS - jam kerja): Umum : Joko (021) 9185 9977 Mahasiswa (S1-S3) : Arif FoSSEI (021) 9338 1082 Internal UIA : Heny (021) 9259 7955Yahoo! Groups Links

