Pengaruh Guncangan Kebijakan Moneter terhadap Deposito Perbankan Syariah dalam 
Sistem Perbankan Ganda

Kajian Progres kali ini masih tentang pengaruh kebijakan moneter terhadap 
sektor lain yaitu deposito perbankan syariah dalam sistem perbankan Indonesia 
yang masih menganut sistem ganda atau dual-banking system (sistem perbankan 
syariah dan konvensional ) yang dipresentasikan oleh Ade Muthi'ah, mahasiswi 
STEI TAZKIA semester  7. 
Menurut studi literatur yang dilakukan oleh Ade Muthi'ah. Dengan bank sentral 
(BI) yang masih menganut sistem konvensional, maka masih sangat sulit untuk 
menerapkan 100% sistem perbankan syariah di negeri kita ini dan sistem keuangan 
Islam secara institusional berkembang lebih ke arah duplikasi konvensionalnya.  
Ade juga mengemukakan bahwa pengaruh kebijakan moneter, dalam hal ini turun dan 
naiknya BI rate menurut penelitian terdahulu mempunyai pengaruh yang signifikan 
terhadap deposito perbankan syariah walaupun tidak secara langsung.  Disebutkan 
bahwa ada beberapa indikator yang menjembatani antara perubahan suku bunga dan 
besar deposito syariah, seperti PDB dan inflasi. Seperti yang telah dijelaskan 
sebelumnya, dengan keadaan perekonomian yang masih menganut konvensional, maka  
penerapan sistem syariah di Indonesia masih dirasa mustahil untuk diwujudkan 
secara kaffah. 
Hal ini menjadi suatu hal yang dilematis bagi bank-bank  syariah yang ada, 
karena jika perbankan syariah menerapkan sistem syariahnya secara kaffah, maka 
persaingannya dengan perbankan konvensional akan menjadi tidak kompetitif, 
dikarenakan perbankan konvensional menawarkan suku bunga deposito yang lebih 
tinggi dan hal ini akan mengakibatkan perpindahan nasabah perbankan syariah ke 
perbankan konvensional. Kurangnya peminat perbankan syariah juga dikarenakan 
kesadaran masyarakat muslim yang belum sepenuhnya teredukasi dan termotivasi 
untuk berinvestasi di bank syariah Karena tak dapat dipungkiri bahwa masyarakat 
kita masih membandingkan  keuntungan dan kerugian dalam investasi  mereka, dan 
mereka tentunya memilih  di sektor yang lebih menguntungkan.
Kajian Intermedit kedua yang diadakan kepengurusan Progres 09-10 ini tetap 
dihadiri mahasiswa baik tingkat pertama maupun mahasiswa tingkat akhir. Kerja 
sama yang dilakukan Progres dengan T-Smart dalam mengadakan acara Seminar 
Ekonomi Islam ini memberi porsi lebih terhadap para mahasiswa yang datang 
dibanding kajian lainnya. Pada kajian kedua ini, para mahasiswa tingkat pertama 
pun mulai menunjukkan taji mereka dalam memberi pertanyaan. Dari motivasi yang 
diberikan oleh Bapak Yulizar Sanrego pada pertemuan kajian sebelumnya terbukti 
telah menstimulus mereka untuk lebih menggali rasa ingin tahu mereka. Tidak 
lupa juga, Bapak Sanrego pada kajian kedua ini juga memberi motivasi kembali 
pada para mahasiswa untuk lebih dalam memahami tentang ekonomi islam itu 
sendiri. 



Kirim email ke