JAKARTA – Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) masih menggodok kode etik 
SDM perbankan syariah. Isu 'pembajakan' SDM antar lembaga keuangan syariah 
menjadi pemicu perlunya kode etik SDM perbankan syariah.

Ketua Umum Asbisindo, Ahmad Riawan Amin mengatakan saat ini pihaknya masih 
mendiskusikan kode etik perbankan syariah agar perpindahan SDM tidak merugikan 
sesama lembaga keuangan syariah. Ia menyadari 'bajak-membajak' adalah nasib 
orang dan di kondisi pasar bebas tidak mungkin menahan orang di suatu tempat 
yang ingin menuju kehidupan lebih baik. "Secara garis besar misalnya SDM akan 
pindah, namun sebenarnya tugas belum selesai.Etika seperti itu yang mesti kita 
atur, atau di sisi lain mungkin ada financial punishment seperti transfer fee 
untuk SDM yang pindah," kata Riawan saat ditemui di Syariah Summit, Kamis sore 
(14/1).

Ia menekankan hal yang bisa diatur mengenai etikanya adalah bagaimana supaya 
kepindahan tidak merugikan sesama lembaga keuangan syariah dan memiliki jangka 
waktu. Asbisindo pun menargetkan kode etik tersebut dapat rampung di tahun ini.

Sementara itu mengenai perlunya sertifikasi keahlian bagi SDM perbankan syariah 
untuk peningkatan kualitas, Riawan mengatakan Asbisindo akan menindaklanjuti 
hal tersebut. "Mengenai sertifikasi profesi akan kita akomodir jika hal itu 
diusulkan oleh BI asal tidak menghambat atau mengganjal kebutuhan atau majunya 
perbankan syariah," ujar Riawan.

Sebelumnya Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad mengusulkan Asbisindo untuk 
bisa mengeluarkan sertifikasi keterampilan ekonomi syariah. Ia menuturkan SDM 
yang memahami seluk beluk keuangan syariah harus terus dikembangkan. Industri 
yang harus memiliki kepatuhan terhadap prinsip syariah ini juga menjadi 
tantangan tersendiri karena itu diperlukan dukungan dengan menciptakan SDM 
berkualitas baik.

Dalam pengembangan keuangan syariah Indonesia, pun lanjutnya, harus dilakukan 
bersama. "Pemerintah harus dipush lebih besar lagi dan juga pihak terkait 
seperti pimpinan lembaga, ulama dan anggota parlemen," jelas Muliaman.

Kirim email ke