Yups,.. ditunggu informasi selanjutnya untuk sertifikasi. Karena saya ingin sekali melanjutkan, tapi klo S2, saya kurang begitu tertarik, karena disamping waktunya cukup lama, dalam frame pemikiran saya masih berkutat dalam tataran teori. Saya menginginkan sesuatu yang lebih kepada profesi, lebih kepada keahlian khusus dibidang yang saya geluti. Karena itu senang sekali jika ASBISINDO segera membuka profesi untuk jurusan ekonomi Islam. Tolong secepatnya ya,.. karena bentar lagi, saya insyaAllah lulus nih (Doakan aja teman2),.. Saya yakin, teman2 yang lain juga akan banyak yang berminat,..
Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mobile : 085292747168 Email : [email protected] SEMANGAT!!! PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!! ALLAHU AKBAR!!! --- Pada Jum, 15/1/10, Zanikhan <[email protected]> menulis: Dari: Zanikhan <[email protected]> Judul: {FoSSEI} Kode Etik SDM Perbankan Syariah Disiapkan Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 15 Januari, 2010, 4:22 PM JAKARTA – Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) masih menggodok kode etik SDM perbankan syariah. Isu 'pembajakan' SDM antar lembaga keuangan syariah menjadi pemicu perlunya kode etik SDM perbankan syariah. Ketua Umum Asbisindo, Ahmad Riawan Amin mengatakan saat ini pihaknya masih mendiskusikan kode etik perbankan syariah agar perpindahan SDM tidak merugikan sesama lembaga keuangan syariah. Ia menyadari 'bajak-membajak' adalah nasib orang dan di kondisi pasar bebas tidak mungkin menahan orang di suatu tempat yang ingin menuju kehidupan lebih baik. "Secara garis besar misalnya SDM akan pindah, namun sebenarnya tugas belum selesai.Etika seperti itu yang mesti kita atur, atau di sisi lain mungkin ada financial punishment seperti transfer fee untuk SDM yang pindah," kata Riawan saat ditemui di Syariah Summit, Kamis sore (14/1). Ia menekankan hal yang bisa diatur mengenai etikanya adalah bagaimana supaya kepindahan tidak merugikan sesama lembaga keuangan syariah dan memiliki jangka waktu. Asbisindo pun menargetkan kode etik tersebut dapat rampung di tahun ini. Sementara itu mengenai perlunya sertifikasi keahlian bagi SDM perbankan syariah untuk peningkatan kualitas, Riawan mengatakan Asbisindo akan menindaklanjuti hal tersebut. "Mengenai sertifikasi profesi akan kita akomodir jika hal itu diusulkan oleh BI asal tidak menghambat atau mengganjal kebutuhan atau majunya perbankan syariah," ujar Riawan. Sebelumnya Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad mengusulkan Asbisindo untuk bisa mengeluarkan sertifikasi keterampilan ekonomi syariah. Ia menuturkan SDM yang memahami seluk beluk keuangan syariah harus terus dikembangkan. Industri yang harus memiliki kepatuhan terhadap prinsip syariah ini juga menjadi tantangan tersendiri karena itu diperlukan dukungan dengan menciptakan SDM berkualitas baik. Dalam pengembangan keuangan syariah Indonesia, pun lanjutnya, harus dilakukan bersama. "Pemerintah harus dipush lebih besar lagi dan juga pihak terkait seperti pimpinan lembaga, ulama dan anggota parlemen," jelas Muliaman. Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

