JAKARTA--Dalam mendorong pangsa pasar industri perbankan syariah yang saat ini 
masih berada di bawah tiga persen diperlukan perhatian seluruh pelaku industri 
perbankan nasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Bank 
Islam Indonesia (Asbisindo), Ahmad Riawan Amin, dalam Dialog Industri Perbankan 
Tahun 2010 di LPPI, Senin (25/1).

Ia mengatakan target pangsa pasar perbankan syariah lima persen tidak akan 
tercapai jika tidak adanya langkah yang diambil, seperti misalnya dengan 
kebijakan konversi aset. "Sudah saatnya memikirkan aset conversion policy. 
Tidak harus bank yang konversi, tapi aset konvensionalnya menjadi syariah," 
kata Riawan.

Ia menuturkan konversi aset tersebut dapat dilakukan secara bertahap, sehingga 
beban perkembangan aset tidak dibebankan ke bank syariah yang masih kecil dan 
lemah. "Hal ini yang seharusnya jadi concern kita semua, sehingga menciptakan 
perbankan beretika," ujar Riawan. Riawan memaparkan walau pangsa pasar 
perbankan syariah belum mencapai tiga persen, namun di sisi lain terlihat bahwa 
masih ada peluang 97 persen untuk mengembangkan pasar perbankan syariah.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Winny Erwindia Hasan, 
mengatakan pihaknya pun terus mendorong BPD yang belum mempunyai unit usaha 
syariah (UUS) untuk membentuk UUS di daerahnya. "Beberapa BPD yang sudah 
memiliki kemampuan juga sudah merencanakan spin off, tapi bergabung dalam BPD 
Indonesia Syariah," kata Winny.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad, mengatakan perbankan 
syariah belum banyak menyentuh hal fundamental, baik produk maupun hal lainnya. 
Poin yang menjadi catatan bagi perbankan syariah adalah peningkatan kualitas 
layanan dan semakin 'dalamnya' produk perbankan syariah. Dalam waktu dekat ini, 
Muliaman menuturkan BI pun akan menyempurnakan blueprint perbankan syariah 
dengan enam pilar yang akan menjadi pilar pokok pengembangan syariah di masa 
depan. Ia menjelaskan setelah di 2008-2009 perbankan Indonesia fokus 
konsolidasi internal, di 2010 ini adalah waktunya pergeseran keluar sehingga 
bisa lebih eksploratif dan cepat merespon perkembangan. "Di 2010 a little bit 
bumpy tapi terbukanya kesempatan mulai terasa karena adanya pemulihan ekonomi," 
kata Muliaman.

Kirim email ke