From: suryana bangsur
<suryana_mechui01@ yahoo.com>
To: family...@yahoogrou ps.com
Sent: Mon, January 25, 2010 3:09:19 PM
Subject: [Family_UI] Hadang Israel Masuk Jantung Telkomsel!
Ada yang bisa menjelaskan? ??..
Seluler
Hadang Israel Masuk Jantung Telkomsel!
Gempa kecil melanda PT Telkomsel, beberapa pekan terakhir. Pemicunya adalah
tender pengadaan perangkat billing system Telkomsel, yang diduga kuat bakal
dimenangkan perusahaan Israel. Tender senilai Rp 1,2 trilyun itu memantik
masalah lantaran dianggap tidak transparan dalam pelaksanaannya. Salah satu
yang disoal adalah perlakuan tidak adil kepada peserta tender. Dalam
pelaksanaan prove of concept (POC) untuk peserta tender, misalnya, waktunya
sengaja dibuat sangat ketat. Hal ini dianggap menguntungkan dua vendor, yaitu
Convergyst dan Amdocs.
Convergyst adalah perusahaan asal Israel yang selama ini berpengalaman
menangani tagihan existing, sehingga
dianggap telah
menyiapkan segala sesuatunya. Sedangkan Amdocs, yang juga disinyalir sebagai
perusahaan Israel, diberi kesempatan enam bulan sebelumnya untuk POC.
Tender yang dilakukan Telkomsel pun sengaja di-split untuk dua vendor,
masing-masing akan menangani online charging system (OCS) dan system control
point (SCP). "Padahal, sistem yang ideal apabila OCS dan SCP berasal dari satu
vendor untuk mendapatkan performa lebih bagus dengan harga murah," ujar anggota
komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi. Sebelumnya,
billing system PT Telkomsel ditangani kongsi Nokia-Siemens hingga berakhir
kontraknya pada tahun ini.
Heru mengingatkan, operator telekomunikasi yang dituding melakukan kecurangan
dalam proses tender itu harus berurusan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha
(KPPU). "Meski itu urusan dapur operator, kami perlu mengingatkan karena tender
yang curang bisa
menjadi objek pemeriksaan KPPU," katanya.
Tender besar yang digelar operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Heru
menambahkan, sebaiknya dipaparkan secara terbuka demi menghindari tudingan KKN
(korupsi, kolusi, dan nepotisme) serta persaingan usaha tidak sehat. "Langkah
pemerintah pakai e-auction (tender elektronik --Red.) bisa ditiru. Panitia
bagusnya tanda tangan pakta integritas," ungkap Heru.
Namun indikasi ketidaktransparanan tersebut dibantah oleh Direktur Utama
Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno. "Itu hanya pernyataan dari peserta yang sudah
merasa kalah dalam tender," katanya. Menurut Sarwoto, sebentar lagi pemenang
tender akan diumumkan. Dan biasanya, kata Sarwoto, pihak yang kalah tender
sengaja memancing di air keruh.
Keikutsertaan perusahaan Israel, terutama Amdocs, dalam tender pengadaan
perangkat billing system Telkomsel itu sempat memantik polemik. Maklum, Amdocs
dianggap sebagai kaki tangan Pemerintah Israel yang dicurigai untuk kepentingan
spionase. "Dengan menguasai billing system, berarti Amdocs telah menggenggam
jantung perusahaan seluler terbesar di Indonesia itu," ujar seorang pakar
informasi dan telekomunikasi yang tidak bersedia disebut namanya.
Secara historis, Amdocs adalah perusahaan yang didirikan di Israel oleh Aurec
Group, sebuah korporasi bisnis milik milyarder Yahudi, Morris Kahn. Ia termasuk
10 besar orang terkaya di Israel. Perusahaan itu menyediakan perangkat lunak
(software) dan jasa untuk penagihan, customer relationship management (CRM),
sistem pendukung operasi (OSS), serta penyedia berbagai perangkat
telekomunikasi dan informasi lainnya. Perusahaan ini juga menawarkan
outsourcing layanan pelanggan dan operasi pusat data.
Pada saat ini, Amdocs bermarkas di
Chesterfield, Missouri, Amerika Serikat. Perusahaan itu memiliki lebih dari
17.000 karyawan, tapi hampir setengah dari jumlah itu berbasis di Israel.
Amdocs juga tercatat di New York Stock Exchange dan beroperasi di lebih dari 50
negara. Amdocs pun memiliki divisi konsultan, yang disebut Divisi Consulting
Amdocs, dengan kantor-kantor di seluruh dunia.
Selain proyek-proyek bisnis, Amdocs mendirikan pula berbagai organisasi
nirlaba. Salah satunya bernama ALEA-Amdocs Employees Lema'an Hakehila, sebuah
organisasi yang, katanya, bertujuan membantu masyarakat. Eyal Ben Amram, wakil
presiden dan koordinator proyek Amdocs, mengatakan, "Kami memutuskan untuk
fokus pada pendidikan bagi pemuda dan anak-anak bermasalah sebagai cara terbaik
untuk mempengaruhi perubahan jangka panjang dalam masyarakat."
Indikasi bahwa Amdocs adalah perusahaan Israel yang memangku kepentingan negara
zionis itu terlihat pada jajaran direksi. Terungkap di situs
www.reuter.com, beberapa direktur Amdocs tercatat pernah menduduki pos penting
di Pemerintah Israel.
Contohnya, Nehemia Lemelbaum, yang menjadi dewan direksi Amdocs sejak Desember
2001 --merangkap Senior Vice President Amdocs Management Limited dari 1985
hingga Januari 2005-- adalah staf di Kementerian Komunikasi Israel dengan
tanggung jawab untuk teknologi komputer di area business data processing. Pada
saat ini, Nehemia menjadi anggota eksekutif komite teknologi dan inovasi.
Ayal Shiran, yang menjabat sebagai Senior Vice President dan Head of Customer
Service Business Group Amdocs Limited sejak 2008, adalah jebolan Angkatan Udara
Israel. Ia bertanggung jawab atas proyek pengembangan sistem komputer untuk jet
tempur F-15 dan pengembangan perangkat lunak untuk F-15 di Boeing.
Sedangkan Zohar Zisapel yang menduduki kursi dewan direksi Amdocs
sejak Juli
2008 dan kini menjadi kepala komite inovasi dan teknologi pernah
mengenyam karier di Departemen Pertahanan Israel dari 1978 hingga 1982. Ia
juga menjadi Ketua Asosiasi Industri Elektronik Israel dari 1998 hingga 2001.
Di beberapa negara, kehadiran Amdocs sempat diboikot lantaran dianggap sebagai
kaki tangan Pemerintah Israel. Di Irlandia, misalnya, beberapa politikus
mengirim petisi agar Eircom selaku perusahaan "halo-halo" nasional negeri itu
menolak proposal yang diajukan konsorsium pimpinan IBM, lantaran konsorsium
tersebut membawa serta Amdocs untuk menangani billing system.
"Konsorsium yang menggandeng Amdocs kami persilakan mundur dari kontrak dengan
Eircom. Sebab perusahaan itu penyokong kebijakan pertahanan Israel, yang
membunuh 1.400 orang Palestina dalam invasinya ke Jalur Gaza," ungkap Kevin
Squire, juru bicara Kampanye Solidaritas Palestina-Irlandia (IPSC) dan Gerakan
Anti-Perang Irlandia (IAWM), seperti tertulis di www.swp.je.
Akankah perusahaan Israel itu melenggang kangkung ke jantung Telkomsel?
Kecurigaan itu ditepis Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ,
Tifatul Sembiring. "Kami sudah meminta klarifikasi dari Telkomsel dan Kedutaan
Besar Amerika, ternyata Amdocs terdaftar di New York Stock Exchange dan
berkantor di Missiouri," kata Tifatul kepada Birny Birdieni dari Gatra. Karena
itu, Tifatul mempersilakan Amdocs terus mengikuti tender di Telkomsel.
Sebelumnya, Tifatul melarang keterlibatan perusahaan yang tidak memiliki
hubungan diplomatik dengan Indonesia, termasuk Israel. Namun, belakangan,
Tifatul malah membuka jalan bagi Amdocs untuk melenggang ke kandang Telkomsel,
operator seluler terbesar di Indonesia. Meski demikian, Tifatul berjanji, jika
ada yang mencurigakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lagi terkait status
kenegaraan
Amdocs.
Dikatakan
Tifatul, Indonesia memang tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.
Karena itu, Indonesia tidak memiliki hubungan dagang dengan Israel dan tidak
ada kantor perdagangan Israel di Indonesia. "Tapi, kalau berdomisili di Amerika
Serikat, meski sahamnya dimiliki orang Israel, sulit ditolak kehadirannya di
sini," ujar mantan Presiden PKS itu. Jadi, selamat datang Israel!
Heru Pamuji
[Ekonomi, Gatra Nomor 11 Beredar Kamis, 21 Januari 2010]
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang .