Headline KONTAN tetep perlu perhatian kita bersama.

Btw saya mikir kebalik saja, kenapa gak kita manfaatkan jaringan KKG yang 
begitu luar biasa? Saya pernah ngobrol panjang lebar dengan Direktur Eksekutif 
Gramedia (yang mengaku sudah keluar dari dunia Yesuit), yang pada prinsipnya 
akan mendukung publikasi dan sosialisasi Ekonomi Syariah. Alhamdulillah 
Gramedia sudah menerbitkan buku-buku ekonomi syariah (terlepas dari memang 
apakah murni tujuan bisnis? dan/atau bahkan ada andil sumbangsih dakwah 
nonmuslim).

Yang cukup berat bisa masuk adalah KOMPAS (cetak).

Makasih,
Ahmad Ifham Sholihin






________________________________
From: Willy Mardian <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, January 26, 2010 10:54:39 AM
Subject: Bls: {FoSSEI} Kupon Sukuk Ritel Dinilai Kompetitif

  
koran Kontan tu anak buahnya Kompas yaaak ??

pantesan di halaman pertamanya headlinenya " Kupon Sukuk Tak Istimewa " padahal 
Menkeu Sri Mulyani mengatakan dalam news sticker di Metro TV "Kupon Sukuk 
Menguntungkan " 

When Media Becoming The True King 

 Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak: Teruslah Bergerak dan Jemput 
Kemenangan Yang Allah T'lah Janjikan di Ujung Kegelapan Apapun yang Kita Terima 
!! 

www.telagaalkautsar .wordpress. com 
Mahasiswa Akuntansi Syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia 





________________________________
Dari: Zanikhan <sadeli_zani@ yahoo.com>
Kepada: fos...@yahoogroups. com
Terkirim: Sab, 23 Januari, 2010 09:37:35
Judul: {FoSSEI} Kupon Sukuk Ritel Dinilai Kompetitif

  
JAKARTA--Penetapan kupon sukuk ritel negara dinilai cukup atraktif. Pengamat 
ekonomi syariah, Handi Risza Idris mengatakan dilihat secara makro kondisi 
ekonomi saat ini relatif stabil dibanding beberapa waktu lalu, sehingga produk 
yang diluncurkan harus atraktif untuk dapat memikat pembeli.

"Kupon sukuk ritel cukup kompetitif, namun pemerintah juga harus mewaspadai 
sejauh mana memapu menggaet dana masyarakat," kata Handi kepada Republika, 
Jumat (22/1). Otoritas dan pelaku pasar pun, tambah dia, tentu berharap 
penerbitan sukuk ritel kedua ini mampu mencetak kesuksesan besar dengan 
menyerap dana yang besar.

Namun, menurutnya, jumlah permintaan sukuk ritel kali ini tidak akan melampaui 
pencapaian seperti sukuk ritel pertama. Pasalnya, kata Handi, saat ini 
masyarakat lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya apalagi dengan adanya 
kasus Century dan pembobolan dana melalui ATM. "Masyarakat tidak hanya melihat 
seberapa besar keuntungan yang bisa didapat, tapi ada juga aspek psikologis 
yang menjadi indikasi untuk berinvestasi, " papar Handi.

Kendati sukuk dinilai aman karena dijamin oleh negara, namun menurut Handi saat 
ini masyarakat akan sangat berhati-hati untuk berinvestasi. "Kita juga menunggu 
pulihnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah karena itu harus ada celah 
yang dilakukan pemerintah sehingga dapat sesuai dengan target," ujar Handi.

Ia menambahkan sosialisasi yang dilakukan pemerintah pun saat ini belum terlalu 
optimal, sehingga belum mendapat perhatian dari masyarakat. Handi menerangkan 
banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk sosialisasi, baik melalui 
jalur media maupun komunitas bisnis.


________________________________
 Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
 


      

Kirim email ke