JAKARTA--Penetapan kupon sukuk ritel negara dinilai cukup atraktif. Pengamat ekonomi syariah, Handi Risza Idris mengatakan dilihat secara makro kondisi ekonomi saat ini relatif stabil dibanding beberapa waktu lalu, sehingga produk yang diluncurkan harus atraktif untuk dapat memikat pembeli.
"Kupon sukuk ritel cukup kompetitif, namun pemerintah juga harus mewaspadai sejauh mana memapu menggaet dana masyarakat," kata Handi kepada Republika, Jumat (22/1). Otoritas dan pelaku pasar pun, tambah dia, tentu berharap penerbitan sukuk ritel kedua ini mampu mencetak kesuksesan besar dengan menyerap dana yang besar. Namun, menurutnya, jumlah permintaan sukuk ritel kali ini tidak akan melampaui pencapaian seperti sukuk ritel pertama. Pasalnya, kata Handi, saat ini masyarakat lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya apalagi dengan adanya kasus Century dan pembobolan dana melalui ATM. "Masyarakat tidak hanya melihat seberapa besar keuntungan yang bisa didapat, tapi ada juga aspek psikologis yang menjadi indikasi untuk berinvestasi," papar Handi. Kendati sukuk dinilai aman karena dijamin oleh negara, namun menurut Handi saat ini masyarakat akan sangat berhati-hati untuk berinvestasi. "Kita juga menunggu pulihnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah karena itu harus ada celah yang dilakukan pemerintah sehingga dapat sesuai dengan target," ujar Handi. Ia menambahkan sosialisasi yang dilakukan pemerintah pun saat ini belum terlalu optimal, sehingga belum mendapat perhatian dari masyarakat. Handi menerangkan banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk sosialisasi, baik melalui jalur media maupun komunitas bisnis.

