KUALA LUMPUR-Asian Finance Bank berencana berinvestasi di Asia dengan alokasi dana sedikitnya 150 juta dolar AS. Asia menjadi bidikan karena ekspansi ekonomi di wilayah itu.
Bank yang mayoritas sahamnya sebesar 70 persen dimiliki oleh Qatar Islamic Bank ini akan memulai investasinya di proyek lingkungan sebesar 100 juta dolar AS, setelah itu adalah proyek ritel senilai 100 juta ringgit di Kuala Lumpur dan pembelian pesawat. "Asia akan menjadi kunci bagi perekonomian global," kata Chief Executive Officer Asian Finance Bank, Mohamed Azahari Kamil, sebagaimana dikutip laman bloomberg, Jumat (29/1). Pasalnya, tambah dia, investor Timur Tengah melirik Asia karena memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan belum banyaknya investor Timteng yang masuk ke pasar Asia. Qatar Islamic Bank dan Kuwait Finance House kini sedang menggenjot investasinya di Asia yang diperkirakan Bank Dunia akan berkembang lebih cepat dari kawasan lainnya di dunia. Abu Dhabi Investment Authority pun meningkatkan investasinya di emerging market ini saat melihat besarnya peluang yang ada. Asian Finance Bank saat ini tengah mencari rekan untuk mendanai sektor penerbangan yang rencananya akan dimulai akhir tahun ini. Pada 2008 silam Asian Finance Bank menyediakan dana sebesar 300 juta dolar AS untuk investasi di sektor kelautan. Pada bulan lalu, lanjut Kamil, Safeena Fund berinvestasi untuk proyek kapal tangki kimia di Indonesia senilai 10 juta dolar AS. Asian Finance Bank tak menjadi satu-satunya bank yang menyediakan pembiayaan syariah untuk perkapalan. Bulan lalu Kuwait Finance House mendanai proyek perkapalan sebesar 150 juta dolar AS bersama dengan rekan asal Malaysia dan Siprus. Asian Finance Bank memulai operasionalnya di Malaysia pada Januari 2007. Bank tersebut memiliki kantor perwakilan di Jakarta dan mempertimbangkan untuk membuka cabang di Korea Selatan. Saham Asian Finance Bank juga dimiliki oleh RUSD Investment Bank Inc yang berasal dari Arab Saudi sebesar 20 persen dan Financial Assets Bahrain W.L.L (10 persen).

