By : alihozi

Kita semua mengetahui bahwa peran asli uang adalah sebagai skala nilai umum dan 
sebagai media pertukaran, sebagai pemecah kesulitan-kesulitan yang timbul dari 
system barter. Tapi sekarang ini dalam masyarakat kita uang sudah memainkan 
peran lain yang tidak terkait dengan peran aslinya yaitu peran menimbun dan 
mengakumulasi kekayaan dan bahkan mendorongnya dengan melegalisasi system bunga.

Dengan uang banyak orang tidak hanya bisa membeli komoditas apapun yang ia 
inginkan, namun juga bisa menyimpan uang selama yang ia kehendaki. Hal inilah 
yang dikemukakan baik oleh JM Keynes dan Milton Friedmen dalam teori-teori 
mereka tentang permintaan atas uang dalam masyarakat kapitalis.

Peran insidental uang sebagai instrument penumpukan dan akumulasi kekayaan, 
merupakan peranan yang terpenting dalam naungan system ekonomi kapitalis. Peran 
ini mendorong terjadinya penumpukan kekayaan, ini akan menggoncang keseimbangan 
antara permintaan total dan penawaran total dari keseluruhan komoditas, baik 
secara produktif maupun konsumtif.

Akibatnya banyak kekayaan yang dihasilkan yang tersimpan tak dibelanjakan. 
Pasar kapitalis akan sulit menariknya keluar dan mengalami krisis penumpukan 
kekayaan yang dihasilkan. Keadaan ini akan bisa mematikan pergerakan produksi 
dan pada gilirannya kehidupan ekonomi secara umum. Dalam rentang waktu yang 
panjang, kapitalisme tidak menyadari ancaman kesulitan-kesulitan yang muncul 
tsb dari penumpukan kekayaan akibat peran insendital uang ini.

Kekayaan akan terkosentrasi di tangan segelintir individu, kesengsaraan akan 
merata menimpa sebagian besar anggota masyarakat karena orang kebanyakan tidak 
bisa memenuhi kebutuhan berbagai komoditas untuk hidup mereka karena menurunnya 
daya beli mereka.

Dalam system ekonomi Islam tidak seperti system ekonomi kapitalis tsb, Islam 
sangat menentang penumpukan kekayaan dengan membebankan zakat atas harta yang 
ditumpuk, dan mendorong pembelanjaan uang dalam ranah-ranah produktif maupun 
konsumtif.

Firman Allah,SWT dalam Al-Qur'an : "…..supaya harta itu jangan hanya beredar 
diantara orang-orang kaya saja diantara kalian". Qs 59:7

Dalam suatu riwayat Imam Ja'far Ash-Shadiq salah satu keturunan Rasulullah,SAAW 
yang terkenal menyatakaan, " Allah,SWT telah menganugerahi kalian kekayaan yang 
melimpah agar kalian membelanjakannya. Dia tidak menganugerahi kalian dengan 
semua itu untuk kalian timbun".

Oleh karena itu untuk mencegah bahaya peranan uang dalam system ekonomi 
kapitalis yang telah diuraikan diatas, kita semua harus mempunyai kesadaran 
penuh untuk melakukan introspeksi diri masing-masing apakah selama ini kita 
sudah menjalankan system ekonomi Islam dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu :

1. Melaksanakan kewajiban membayar zakat , infaq dan sedekah dari harta 
kekayaan yang kita miliki.
2. Membelanjakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari tanpa 
berperilaku boros dan berlebih-lebihan

3. Membelanjakannya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu baik dari sanak 
family kita sendiri maupun orang lain, walaupun mungkin family kita tsb atau 
orang lain tidak meminta-minta kepada kita, tapi terlihat dari tanda-tanda 
mereka kalau mereka memang membutuhkan bantuan pertolongan kita.

4. Membantu kegiatan-kegiatan agama Islam dan kegiatan-kegiatan sosial di 
masyarakat.
5. Menginvestasikan harta kita di ranah-ranah produktif

Ya Allah Ya Tuhan Kami, kami berlindung kepadaMu dari Sifat Bakhil atau Kikir 
dan berilah petunjukMu kepada kami agar kami bisa menggunakan harta kami 
sebaik-baiknya di jalan yang Engkau ridhai...Amiin

Wallahua'lam

Salam
Al-Faqir


http://alihozi77.blogspot.com
Bagi Anda yang membutuhkan pembiayaan dengan konsep bank syariah untuk keluarga 
dan perusahaan Anda dapat menghubungi Ali via sms : 0812-1249-001 atau email 
[email protected]


Kirim email ke