Rabu, 10 Maret 2010 DUBAI-–Industri keuangan mikro syariah ditantang untuk mengembangkan ide baru bisnis model dalam sebuah kompetisi bertajuk Islamic Microfinance Challenge 2010: Innovating Sustainable, Scalable, and Market-Driven Models. Kompetisi tersebut diinisiasi oleh Islamic Development Bank (IDB), CGAP, Deutsche Bank, Grameen-Jameel.
''Kompetisi ini akan menentukan ide bisnis dan inovasi produk yang memenuhi kriteria sesuai dengan syariah dan bisnis yang bagus, serta memiliki potensi menguntungkan,'' kata Managing Director dan Chief Operating Officer Deutsche Bank untuk Afrika Utara dan Timur Tengah. Pemenang kompetisi ini akan mendapat hadiah uang 100 ribu dolar AS sebagai dana awal untuk melaksanakan program yang telah diajukan untuk menjadi pilot project. Pengelola program ini pun akan turut memberi dukungan bagi perkembangan dan pertumbuhan bisnis yang dijalankan. Islamic Microfinance Challenge 2010 terbuka untuk umum dengan batas waktu pengajuan proposal bisnis hingga 3 Mei 2010. Keuangan mikro syariah telah berhasil menarik minat nasabah dalam beberapa tahun terakhir, di mana sejumlah lembaga keuangan juga menawarkan keuangan mikro berbasis syariah. Namun, hal mendasar yang masih menjadi tantangan di industri itu adalah bagaimana memenuhi kebutuhan nasabah akan produk yang menguntungkan, terjangkau, dan sesuai dengan selera pasar. ''Ketika bank syariah sukses di sektor perbankan, hal itu tak terjadi di sektor keuangan mikro,'' kata General Manager Grameen-Jameel Pan Arab Microfinance, Julia Assaad. Karena itu, tambah dia, sangat penting mengembangkan produk keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan nasabah keuangan mikro syariah. Sebuah studi menyebutkan banyak warga Muslim miskin yang dapat memperoleh keuntungan langsung jika mengakses keuangan mikro syariah. Industri keuangan syariah terus tumbuh dalam 40 tahun terakhir dengan asset sekitar 1,5 triliun dolar AS. Namun, studi CGAP memperkirakan dari 125 lembaga keuangan baru sekitar 380 ribu nasabah yang menggunakan layanan keuangan mikro syariah.

