JAKARTA-–Bank Syariah Bukopin (BSB) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham 
tahunan (RUPST). Seluruh perolehan laba di akhir 2009 ditahan untuk menambah 
modal guna ekspansi di 2010.

Direktur Utama BSB, Riyanto, mengatakan di tengah keterpurukan finansial global 
dan kawasan, industri perbankan syariah masih sanggup bertahan. ''Dalam kondisi 
tersebut BSB berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 831 juta. Seluruh laba 
tersebut tidak ada yang dibagi sebagi dividen, seluruhnya digunakan untuk 
memperkuat permodalan di 2010,'' katanya, di Jakarta, Jumat (12/3).

Jumlah tersebut meningkat 110,77 persen dari sebelumnya di 2008 mengalami 
kerugian sebesar Rp 7,71 miliar.
Tahun ini, BSB akan memperluas kantor cabangnya ke dua wilayah, Jawa Tengah dan 
Makassar dan menargetkan pertumbuhan antara 30-40 persen. Selain itu, 
tambahnya, BSB juga akan memanfatkan jaringan yang dimiliki Bank Bukopin dengan 
meningkatkan office channeling menjadi window syariah.

''Paling tidak kita berencana mengubah status office channeling menjadi window 
sekitar 29-30 outlet, dimana 19 outletnya berada di Jakarta. Namun untuk 
realisasi kita masih menunggu persetujuan Bank Bukopin,'' ungkap Riyanto.

Riyanto mengatakan, bisnis BSB akan tetap difokuskan ke sektor seperti 
perdagangan, rumah sakit, pertanian, pertambangan, transportasi dan pendidikan. 
Untuk bisnis, lanjutnya, BSB akan tetap memfokuskan diri ke UKM, termasuk 
merambah ke lingkungan pemegang saham seperti Muhammadiyah.

Kirim email ke