Dear rekan-rekan milis, berikut merupakan paparan terkait dengan faktor-faktor 
pembentuk tingkat suku bunga pinjaman di perbankan konvensional (yang saat ini 
masih tinggi) yang diakhiri dengan (brainstorming) untuk forum ini mengenai 
ide-ide penyelesaian isu tersebut terkait juga dengan perbankan syariah. Mohon 
sharing-nya. Mohon maaf jika tidak berkenan.


Berbicara mengenai penentuan harga kredit pinjaman dari suatu bank, misal di 
bank konvensional yang menurut Blommberg, suku bunga pinjaman Indonesia sampai 
saat ini masih berada pada kisaran 15,8% dengan suku bunga untuk deposito 
rata-rata (dari satu bulan hingga 12 bulan) sebesar 6,6-6,9 %, maka kata 
“mahal” cukup tepat untuk menggambarkan hal tersebut. Terdapat selisih margin 
(net interest margin) sekitar 900 poin (9%), dari suku bunga deposito terhadap 
suku bunga pinjaman. Suatu “kepastian” yang berat yang dibebankan oleh para 
pemilik modal (uang) kepada dunia usaha dengan perbankan sebagai mediator. 
Perbankan konvensional milik pemerintah (BUMN), dengan fungsinya sebagai 
mediator, lebih cenderung memposisikan dirinya sebagai pemain yang benar-benar 
mencari untung (cari aman) lebih daripada bagaimana menyalurkan dana yang 
dihimpun tersebut secara optimal disalurkan kembali ekonomi riil, khususnya 
bagi bank pelat merah. Loan to Deposit
 Rate perbankan umum nasional (dana yang tersalurkan ke dalam pembiayaan 
dibandingkan dengan dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun) untuk Desember 2009 
sebesar 72, 88% (sumber Bank Indonesia). Kemanakah sisa DPK yang ada? Instrumen 
keuangan dengan yield besar lainnya adalah jawabnya, tidak heran jika dana Bank 
tertampung di SBI. Bank umum lebih mencari aman daripada mendorong batas 
kinerja mereka ke level tertinggi. Sebagai konsekuensi logis, biaya bagi para 
usahawan untuk meminjam uang di bank menjadi lebih berat.  Biaya Bunga 
KreditSebagai suatu ilustrasi, dengan pendekatan biaya, penentuan harga (bunga) 
pembiayaan dari bank adalah sebagai berikut:

Suku Bunga Pinjaman = (1) Biaya untuk dana pembiayaan + (2) Overhead Cost + (3) 
Premi Risiko + (4) Margin keuntungan 
Keterangan:(1)   Biaya untuk Dana Pembiayaan (Cost of Loanable 
Fund/COLF):a.        Gimmick for Customer (usaha pemasaran untuk menarik 
deposan)b.        Tekanan nasabah besar untuk mendapatkan return lebih tinggi   
(umumnya di atas  rata-rata tingkat suku bunga deposito saat ini), terutama 
perbankan yang sangat tergantung kepada nasabah 
utama/primer.c.        Persaingan dengan instrumen keuangan lainnya khususnya 
SUN/ORI(2) Overhead cost (biaya yang diperlukan bagi operasional bank, namun 
bukan biaya produksi):a.        Inefesiensi dari operasionalisasi 
perbankanb.        Remunerasi yang “berlebihan” terhadap bankir(3) Premi 
Risiko: untuk menjaga investasi nasabah.(4) Penawaran margin keuntungan oleh 
pemilik Bank.
Jika kita lihat faktor-faktor di atas, menunjukkan inefisiensi sistem perbankan 
sebagai jantung perekonomian. Terdapat margin biaya dua kali, dari deposan dan 
dari bank. Secara khusus, dalam komponen persamaan di atas, biaya terbesar dari 
selisih bunga simpanan dan pinjaman terdapat di faktor nomor satu, khususnya 
tekanan nasabah besar untuk mendapatkan imbal hasil deposito yang besar pula, 
lebih dari deposito rata-rata saat ini (6,8%). Faktor-faktor lainnya dapat 
ditekan seminimal mungkin. Misal, persaingan dengan penerbitan SUN/ORI dapat 
disinkronkan dengan peak-time aktivitas swasta (perbankan) dan juga dengan 
tingkat suku bunga yang wajar dengan suku bunga perbankan (lebih rendah) untuk 
mengindari efek crowding out; Inefesiensi dan remunerasi dapat dilakukan 
seiring berkembangnya teknologi dan kinerja; premium untuk risiko default di 
Indonesia sekarang semakin menurun ditandai dengan menurunnya tingkat credit 
default swap (CDS) korporasi 5
 tahun di Indonesia pada posisi 160 (sebagai ilustrasi, pada saat krisis global 
2008 CDS korporasi 5 tahun Indonesia mencapai 1256, sumber: Bloomberg), yang 
menandakan berkurangnya risiko berinvestasi yang kemudian menurunkan premi; dan 
margin keuntungan yang bisa diminimalkan “secukupnya”. Faktor dan PeranTerdapat 
dua fungsi dan peran yang dapat memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan 
tingkat suku bunga pinjaman, yang faktanya belum pernah menyentuh level satu 
digit sejak tahun 1998. Hal ini menimbulkan dua pertanyaan. Pertama, agak naif, 
bagaimanakah mengurangi keserakahan para pemodal besar? Peran apa yang bisa 
dilakukan oleh pemerintah (dengan "keengganan"-nya ,masuk secara langsung ke 
pasar) dan perbankan untuk mengatur nature dari bisnis ini? Kedua, apakah 
fungsi dan peran pada bank sebagai mediator, khususnya bank pelat merah sebagai 
“perpanjangan tangan” pemerintah, bisa berperan lebih jauh dalam menekan 
tinggiya bunga
 tersebut dalam operasionalnya? Sampai batas mana kreativitas, inovasi dan 
efisiensi bisa terus ditingkatkan sehingga menekan suku bunga?
Untuk pertanyaan pertama, apakah cara berikut bisa dugunakan? Misal pemisahkan 
pooling dana yang ada dari deposan kecil dan deposan besar yang rewel, dimana 
dana deposan kecil yang tidak rewel, disalurkan kepada pasar dengan kredit yang 
murah pula dengan pagu-pagu dan porsi peraturan tertentu dimana hanya debitur 
tertentu yang bisa meminjam. Kemudian jika kredit “murah” habis, maka dapat 
digunakan kredit dari dana deposan besar atau kredit mahal terhadap pangsa 
pasar tertentu pula (dengan tingkat keuntungan yang tinggi). Kemudian sejauh 
mana perbankan mampu mendiversifikasi basis nasabah krediturnya dan melepas 
ketergantungan terhadap nasabah utamanya?  Pertanyaan Terkait Perbankan 
SyariahSaat ini, dengan besarnya dampak sistem perbankan konvensional terhadap 
pengelolaan aset dan kewajiban perbankan syariah, sejauh mana pengaruh 
faktor-faktor pembentuk tingkat suku bunga di atas terhadap pembentukan margin 
keuntungan dalam akad-akad perbankan
 syariah? Faktor apa saja yang menjadi pembentuk harga biaya dari margin 
keuntungan perbankan syariah?


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke