Senin, 29 Maret 2010 KUALA LUMPUR--Sekitar 60 miliar ringgit surat utang di Malaysia diperkirakan berasal dari sukuk di tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 25 persen dari tahun lalu.
Sejumlah sukuk yang terkait dengan proyek infrastruktur pemerintah dan penambahan modal bank diprediksi akan membuat aktivitas pasar sukuk domestik di Malaysia meningkat. Pimpinan RAM Islamic Ratings, Zakariya Othman, mengatakan lingkungan penghimpunan dana yang kondusif dan outlook perekonomian yang positif bisa mendorong sejumlah korporasi mencari dana tambahan demi meningkatkan pertumbuhannya. ''Sekitar 60 persen surat utang di Malaysia adalah sukuk, jadi kita dapat mengantisipasi penerbitan sukuk antara 33 miliar ringgit sampai 36 miliar ringgit tahun ini,'' kata Zakariya, sebagaimana dikutip laman btimes.com.my, Senin (29/3). Ia menuturkan penerbitan sukuk akan kian ramai karena pemerintah telah memberikan insentif dan sejumlah kepastian legal lainnya dalam UU Bank Sentral 2009. Zakariya pun optimis Malaysia tetap menjadi yang terdepan dalam penerbitan sukuk global. Sejumlah faktor yang mendorong penerbitan sukuk, tambah dia, adalah pengeluaran masyarakat, meningkatnya popularitas produk keuangan syariah, dukungan besar pemerintah dan kebutuhan penerbit untuk menghimpun dana. ''Kami memproyeksikan pertumbuhan stabil di Asia Tenggara dalam dua tahun mendatang,'' ujarnya. Secara global ia pun menilai outlook bagi pasar sukuk akan tetap positif. Berdasar Zawya Sukuk Monitor pada Desember 2009, 31 miliar dolar AS sukuk telah diterbitkan, sementara 31 miliar dolar AS lainnya berada dalam //pipeline//. Volume sukuk Malaysia tahun lalu mencapai 116,2 miliar ringgit, atau naik enam persen dari pencapaian di 2008. Red: Budi Raharjo

