ISLAMIC BANKING UNTUK REVITALISASI SEKTOR RIIL LEBIH BAIK

Oleh : Abdul Aziz Yahya Syauqi*

Syariah diturunkan oleh Allah melalui para rasul-Nya untuk membawa
kebaikan bagi seluruh alam .  Allah berfirman : "Dan tidaklah Kami
mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" (QS
: Al-Anbiya : 107)

As-Syathibi dalam magnum opusnya Al-Muwaffaqat, menyatakan bahwa tujuan
dari eksistensi syariah (maqashid syariah) dapat disimpulkan dalam dua
hal: mendatangkan maslahat dan menolak mudharat. Kedua hal ini
selanjutnya diderivikasikan dalam lima aspek mendasar yang dipelihara
oleh syariah, yaitu pemeliharaan agama, jiwa, harta, akal dan keturunan.
Ada sebagian ulama yang menambahkan aspek keenam, yaitu hifzh
al-i'rdh ( pemeliharaan kehormatan ). Seiring dengan perkembangan
dan perubahan peradaban, ada pula dari kalangan ulam kontemporer yang
menambahkan aspek pemeliharaan lingkungan hidup (hifzh al-bi'ah).
Inilah gambaran umum ( big picture) kemaslahatan sekaligus kebenaran
transendental-universal yang diusung oleh syariah.

Ibnu Al-Qayyim berkata : "sesungguhnya bangunan dan pondasi syariah
dibangun di atas hikmah dan kemaslahatan para hamba, baik di dunia
maupun di akhirat. Seluruh syariah adalah keadilan, rahmat, maslahat dan
hikmah. Dengan demikian, setiap perkara yang keluar dari keadilan kepada
kedzaliman, dari maslahat kepada kerusakan, dari hikmah kepada
kesia-siaan, dari rahmat kepada antipodenya, maka ia bukan termasuk
syariah, meskipun ia dimasukan oleh sebagian orang ke dalam syariah
dengan metode takwil (yang keliru)"

Salah satu maslahat terpenting yang menjadi tujuan syariah adalah
kesejahteraan sosial. Banyak sekali ayat Al-Qur'an yang menyebutkan
tema ini. Tidak kurang dari 69 ayat Al-Qur'an yang secara literal
mengandung kata `miskin' berikut derivasinya seperti faqir,
ba's, sail, qani,, mu'tar, dhaif, dan lain-lain. Jumlah ayat
akan jauh lebih besar apabila ayat-ayat yang secara kontekstual membahas
tentang kemiskinan namun tidak mengandung kata-kata miskin dan
turunannya diperhitungkan. Selaian itu, terdapat tidak kurang 42 ayat
yang secara eksplisit membahas tentang zakat. Jumlah yat tersebut di
atas jauh lebih banyak dibandingkan ayat yang berbicara tentang larangan
riba (7 ayat) dan maisir atau perjudian (3 ayat). (Lihat: al-Mu`jam
al-Mufahras li Alfāzh al-Qur'ān al-Karīm, karya
Muhammad Fuād `Abd al-Bāqi dan Fiqh al-Zakāh, karya Prof.
Dr. Yūsuf al-Qaradhāwi.)

Dan oleh karena itu ekonomi islam lahir sebagai solusi atas permasalahan
bangsa ini terutama dalam permasalahan kesenjangan sosial yang saat ini
merupakan menu utama yang sering diperbicangkan dalam media cetak maupun
elektronik. Salah satu solusi yang ditawarkan ekonomi islam adalah
dengan merevitalisasi kembali kegiatan perekonomian sektor riil agar
kesenjangan sosial yang semakin marak terjadi pada bangsa kita semakin
berkurang secara bertahap tetapi pasti. Dengan salah satu instrumen
keuagannya yaitu industri perbankan syariah, ekonomi islam yang
terkandung di dalamya misi-misi syariah, sangat mendorong kegiatan
perekonomian di bidang sektor riil.

Semangat menciptakan kesejahteraan sosial direpresentasikan oleh
instrumen keuangan ekonomi islam ini ( industri perbankan syariah )
setidaknya dalam dua hal yaitu : tingkat FDR/LDR (Financing/Loan to
Deposit Ratio) yang tinggi dan keberpihakan kepada sektor usaha mikro,
Kecil dan Menengah (UMKM). FDR/LDR adalah rasio yang menjelaskan tentang
seberapa tinggi bank syariah/konvensional mampu menyalurkan dana yang
telah dihimpunnya dari masyarakat ke sektor riil (Financial
intermediary).FDR/LDR yang semakin tinggi menyebabkan sektor
perekonomian berjalan semakin baik dan pada akhirnya tingkat
kesejahteraan akan semakin meningkat.

FDR/LDR bank syariah dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan bank konvensional. Pada tahun 2008, FDR/LDR
bank syariah adalah sebesar 103,34% dibandingkan bank konvensional
sebesar 74,58%. Per Agustus 2009, FDR/LDR bank syariah mengalami
penurunan, yaitu sebesar 99,71%, namun masih tetap lebih tinggi
dibandingkan bank konvensional sebesar 73,95%, yang juga mengalami
penurunan dibandingkan sebelumnya. (Sumber: Situs resmi Bank Indonesia:
http://www.bi.go.id <http://www.bi.go.id/> .)

Dengan demikian, bank syariah menghindari hal-hal yang bersifat
spekulatif (gharar) yang menyebabkan buble economy, sehingga memiliki
kecenderungan yang lebih untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor riil.
Hal ini berkonstribusi positif pada peningkatan Groos Domestic Product
(GDP) dan kesejahteraan sosial.

Hal lain yang diusung oleh bank syariah dalam upaya peningkatan
kesejahteraan sosial adalah concern terhadap sektor UMKM yang merupakan
bottom of the pyramid dalam sektor perekonomian di indonesia.
Ketangguhan sektor UMKM dalam menghadapi segala perubahan kondisi
ekonomi sudah terbukti, hal ini dapat kita lihat ketika dunia mengalami
goncangan perekonomian yang diakibatkan krisis keuangan global pada
akhir tahun 2008 yang diprakarsai oleh jatuhnya perusaahan terbesar di
Amerika Lehman Brothers dan General Motor karena kredit macet, pada saat
itu perekonomian indonesia masih tetap bertahan karena ketangguhan
sektor UMKM.

UMKM memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap GDP nasional.
Pada tahun 2007 dari total GDP nasional yang mencapai angka Rp. 3.957,4
triliun, UMKM menyumbangkan sebesar Rp. 2.121,3 Triliun. Angka ini naik
dari total PDB yang sudah disumbangkan UMKM pada tahun 2006 sebesar Rp.
1.786,2 triliun.

Peran sektor UMKM dalam menyerap tenaga kerja juga sangat signifikan.
Selam 2004, sektor ini mampu menyerap hampir 97% tenaga kerja yang
tersedia. Dan pada tahun 2009 pertumbuhan UMKM mencapai 10%. Ini
disebabkan oleh tingginya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis
keuangan global yang membuat para pekerja beralih profesi menjadi
wirausahawan.

Peran UMKM dalam perkembangan perekonomian nasional sangat penting,
namun sektor ini masih memiliki kendala dalam legalitas, sumber daya
manusia (SDM), rendahnya produktivitas, dan khususnya pemodalan (Sumber:
Situs resmi Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Republik Indonesia: http://www.depkop.go.id <http://www.depkop.go.id/>
.)

Bank syariah memiliki perhatian besar dalam hal pemberian modal kepada
sektor UMKM. Hal ini dikarenakan bank syariah berupaya melakukan
flipping up the pyramid ( pembalikan piramid ekonomi; meminjam istilah
Direktur Utama PT. Bank Syariah Mandiri, Bpk. Yuslam Fauzi, dalam
sebagian ceramahnya). Per Agustus 2009, porsi pembiyaan UMKM perbankan
nasional adalah sebesar 50,7%, sedangkan porsi pembiyaan UMKM bank
syariah sebesar  72,8% (Sumber: Situs resmi Bank Indonesia:
http://www.bi.go.id <http://www.bi.go.id/> .)

Pembalikan piramida ekonomi bukanlah suatu harapan yang kosong, tetapi
sesuatu yang amat sangat mungkin untuk direalisasikan. Khalifah Umar bin
Abdul Aziz telah membuktikannya dengan mencatat sejarah dengan tinta
emas bahwa pada saat itu tiada seorang mustahiq pun yang patut untuk
menerima zakat, artinya tidak ada kesenjangan sosial yang terjadi di
masyarakat.

Akhir kata, semoga bank syariah sebagai salah satu instrumen keuangan
ekonomi islam tetap berusaha semaksinal mungkin untuk mendorong
aktifitas sektoril lebih baik, agar revitalisasi di bidang sektor riil
di negara kita bisa berjalan lebih baik kedepannya.

Dan penulis pun berharap, semoga masyarakat kita semakin sadar akan
pentingnya bank syariah bagi kemajuan perekonomian nasional terutama
bagi kemajuan perekonomian sektor riil lebih baik, karena bank syariah
tidak hanya sebagai bank yang terbebas dari transaksi-transaksi yang
dilarang oleh syariat tetapi jauh dari itu, sebagi salah satu instrument
keuangan syariah memiliki visi serta misi yang utama yaitu memajukan
perekonomian umat. Oleh Karena itu masyarakat juga memiliki peran yang
sangat pentingdalam hal ini, semakin banyak masyarakat yang menabung di
bank syariah maka semakin banyak dana yang akan disalurkan oleh bank
syariah kepada sektor riil, dan impian besar para founding father untuk
pembalikan piramida ekonomi pun akan segera terwujud.  amin. Only God
Knows

*Mahasiswa STEI TAZKIA Jurusan Ilmu Ekonomi Islam Semester 4

Kirim email ke