Dear All, Pada kenyataannya memang ada bank syariah yang seperti itu. Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar masyarakat ber-bank adalah karena alasan layanan prima (proses cepat & mudah, memanusiakan manusia, jaringan luas, teknologi canggih, dll).
Semoga bank syariah bisa memperhatikan kondisi ini. Regards, Ahmad Ifham Sholihin ________________________________ From: Ozzy Mandeaz <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, April 8, 2010 6:29:48 PM Subject: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? ----- Pesan Diteruskan ---- Dari: teddy sunardi <teddysunardi@ gmail.com> Terkirim: Kam, 8 April, 2010 13:16:47 Judul: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? http://ekonomi. kompasiana. com/2009/ 07/14/bank- syariah-ada- apa-dibalik- kerudung- nan-cantik/ Ketika Bank Syariah baru mulai bermunculan, orang islam banyak yang pindah bank, dari yang konvensional ke bank syariah. BNI syariah, BRI syariah, Mandiri syariah, Bank Daerah dan semua bank buka cabang yang syariah, walaupun tidak ada hubungan antara bank konvensional dengan syariah bentukan barunya. Ramainya kepindahan itu, mungkin orang berpikir bahwa syariah itu bebas riba dan sebagainya. Bukan itu saja. Bank syariah selalu dihiasi dengan wanita cantik, manis, penuh senyum, raamah tamah, memberi salam, wah wah sangat islami sekali. Tetapi, dibalik itu semua apa yang terjadi sesungguhnya ? Saya sudah mengalami sendiri, pengalaman yang tidak enak, bahkan sangat menyakitkan. Pelayanan bank syariah (di Indonesia) dan bank Islam (di Malaysia), membuat saya merenung, apa begini cara Islam melayani umat? Membuat saya berpikir dua kali untuk menggunakan jasa bank Islam dan bank syariah. Atau, kalau boleh terus terang, saya kapok sekapok-kapoknya menyimpan uang atau menggunakan jasa bank syariah. Ceritanya begini, tanggal 18 juni saya kirim uang lewat bank Islam di Malaysia, tempat saya menyimpan sebagian sisa gaji saya, gaji saya setiap bulan juga masuk ke rekening ini, setiap dua bulan sekali saya kirim uang ke Indonesia. Pada waktu itu saya kirim sudah yang ke sekian kali. Artinya saya sudah sering mengirim melalui bank ini dan tanpa masalah. Tapi celakanya uang itu tak kunjung sampai hingga kemarin dan baru hari ini uang saya dikembalikan, itu pun dalam bentuk cek yang baru bisa cair 3 hari lagi. Kemana nyangkutnya uang itu selama hampir sebulan ? Perlu diketahui, bahwa bank islam di sini bermitra dengan bank syariah di Indonesia (maaf saya tidak sebut nama bank syariah tersebut) Hampir tiap hari saya tanya, tapi saya macam dipingpong terus oleh pihak the so called bank Islam. Hey hey hey… ini bank islam atau bank apa ? Sekali waktu saya tanya, oh uang itu masih nyangkut di Indonesia, esoknya, oh uang itu ada di Kuala Lumpur, esoknya lagi oh uang itu sudah dikirim balik ke Indonesia. Sampai saya sendiri heran dan hilang sudah kesabaran saya. Maka minggu lalu saya tarik semua uang yang ada di bank itu. Pihak bank terkaget-kaget dengan tingkah saya itu. Apa anda pikir saya tidak terperanjat dengan pelayanan yang anda berikan. Dengan kejadian itu (penutupan rekening saya), pihak bank bukannya mempercepat pengembalian uang saya yang menyangkut entah dimana. Saya makin dijadikan bulan-bulanan. sampai saya berpikir ini bank Islam cuma nama saja. Katanya proses pengembalian uang itu 24 jam, tapi yang terjadi hampir sebulan. Apakah Islam seperti itu ? Saya sudah rugi waktu, bolak balik ke bank menanyalkan nasib uang saya itu, rugi biaya transport bolak balik ke bank islam itu, rugi karena pelayanan yang kurang memuaskan. Anak istri juga terpaksa berhemat, akibat kiriman yang terlambat. Mau pinjam ke keluarga, dimana letak maluku ? Katanya suaminya kerja di luar negeri kok masih utang ? Akhirnya saya minta bantuan pihak universitas tempat saya kerja untuk menyelesaikan ini. Terdengar di seberang sana, sang Manager minta maaf berulang-ulang. Apa gunanya minta maaf tanpa perubahan tingkah laku, kata saya kepada pihak universitas. Ini pengalaman saya yang paling menyakitkan, tolong pihak bank islam dan bank syariah, anda-anda jangan menjual nama islam untuk berbisnis. Dosanya besar membohongi umat dengan kedok macam itu. Pengalaman saya yang lain sudah lama kejadiannya. Tahun 2001 saya berencana meminjam uang di salah satu bank syariah. Prosesnya lama dan berbelit-belit. Dengan The so called margin yang jauh lebih tinggi dari bunga bank konsensional. Karena prosesnya lama akhirnya berkas2 saya tarik dan pindah ke bank konvensional, dalam 2-3 hari duit keluar dan cicilan perbulannya selisih 300.000 rupiah per bulan selama 60 bulan. Bunga bank konvensional lebih murah, prosesnya lebih cepat, pelayanan lebih bagus, tetapi memang tanpa kerudung nan cantik. Tetapi kalau kita pergi ke bank syariah, kelihatannya mereka alergi sekali mendengar kata bunga. “Oh ini bukan bunga, ini margin, dsb, dll, dlsb…. Adakah yang bisa menjelaskan dan mencerahkan “curhat” saya ini ? Saya tidak mengharapkan tulisan ini untuk masuk final, apalagi menang. Saya cuma bisa berharap, bank Islam dan Bank syariah, agar kembali kepada syariah, syariah islam tentu saja. Semoga… -- Teddy ------------ --------- --------- ------ Mailing list: http://groups. yahoo.com/ group/mediacare/ Blog: http://mediacare. blogspot. com http://www.mediacare.biz Yahoo! Groups Links

