Sabar aja. . . . begitulah adanya. . . Rifkah Dewi
________________________________ Dari: Erwin FS <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 12 April, 2010 05:53:38 Judul: Re: Bls: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? Dari sisi manajemen sdm, nampak sangat urgen sekali bank syariah melakukan pembinaan kepada pegawainya. Tapi juga perlu dilihat bagaimana penggajian di bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional. Beberapa tahun lalu, beberapa teman saya yang bekerja di bank syariah mengeluhkan rendahnya gaji yang mereka terima di bank syariah. Jika ingin bagus pelayanannya, gaji karyawan juga harus diperhatikan. Ada juga teman saya yang sudah lama kerja di bank konvensional ditawarkan pindah ke syariah. Dia tidak mau karena gaji dia di konvensioanal jauh lebih besar dibanding jika dia pindah ke bank syariah. Kembali kepada pembinaan, jika sdm bank syariah kering akan pemahaman dan implementasi nilai2 islam, mungkin dia tidak bisa "inline" dengan budaya organisasi ataupun jiwa/spirit bank syariah. Nasabah pasti berharap bahwa selain tidak menerapkan bunga, pegawainya juga lebih perform dalam melayani mereka. Dan jika terjadi hal yang negatif, ini akan menyebar demikian cepat karena tidak sesuai dengan ekspektasi nasabah. Pembinaan keislaman dan pembinaan profesionalitas adalah hal mutlak yang harus dilakukan bank syariah jika ingin lebih maju dan juga melayani umat (tidak hanya umat islam tapi juga umat manusia kelak). EFS Mon, Apr 12, 2010 :: 05:53:23 wib Sent from BlackBerry® ________________________________ From: imadudin mohammad <bidah_m...@yahoo. co.id> Date: Sun, 11 Apr 2010 17:40:58 +0800 (SGT) To: <fos...@yahoogroups. com> Subject: Bls: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? Cerita baru yang menambah daftar panjang pihak2 yang dikecewakan oleh jasa keuangan syari'ah (keuangan mikro maupun perbankan).. . Saya sendiri pengguna bank syari'ah dan beberapa kali pernah dikecewakan. .. Tapi saya berfikir positif, setiap sistem butuh waktu untuk mapan... Walaupun jasa keuangan syariah tidak bisa dibilang baru seumur jagung... Sistem yang sudah mapan sekalipun sering mengalami celah untuk error, sebut saja pencurian uang nasabah lewat ATM yang terjadi hampir bersamaan di beberapa kota di Indonesia... Whistle blowing ini semoga bisa jadi otokritik yang positif... Saya bisa merasakan kekecewaan Mas Teddy dan menyayangkan kejadian itu... Mari kita tetap dukung perkembangan jasa keuangan syari'ah namun tetap kritsi terhadap penyimpangan dan kelemahan yang terjadi di lapangan. Makasih.... --- Pada Jum, 9/4/10, fahrurrazi ar-razi <adji_k...@yahoo. com> menulis: >Dari: fahrurrazi ar-razi <adji_k...@yahoo. com> >Judul: Bls: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung >Nan Cantik? >Kepada: fos...@yahoogroups. com >Tanggal: Jumat, 9 April, 2010, 5:38 PM > > > >saya tidak terlalu terkejut dengan cerita ini, karena Riset saya terhadap >pelayanan bank syariah pun menunjukan hasil yang seperti ini. ini harus >menjadi otokritik pegiat ekonomi Islam dan institusi yang mengatasnamakan >Islam. kegiatan operasional haruslah sesuai dengan yang Islam ajarkan, saya >pikir ini bukanlah kasus yang pertama, banyak teman2 saya pun mengeluhkan >perlakukan yang serupa, so...ini khilaf atau memang sistemnya yang kacau. > >tidak hanya pelayanan terhadap nasabah, terhadap karyawan pun sebenarnya saya >ragu apakah benar2 memperlakukan karyawan secara syariah?mungkin teman2 yang >bekerja di Bank Syariah bisa introspeksi, mengapa sistem2 yang katanya >"kapitalis", bukan sistem Islam, malah sering diterapkan di Perusahaan, kalau >begini terus..mau kemana ekonomi Islam. > > > > > > ________________________________ Dari: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> >Kepada: fos...@yahoogroups. com; ekonomi-syariah@ yahoogroups. com >Terkirim: Jum, 9 April, 2010 10:00:10 >Judul: Re: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung >Nan Cantik? > > >Dear All, >Pada kenyataannya memang ada bank syariah yang seperti itu. > >Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar masyarakat ber-bank adalah karena >alasan layanan prima (proses cepat & mudah, memanusiakan manusia, jaringan >luas, teknologi canggih, dll). > >Semoga bank syariah bisa memperhatikan kondisi ini. > >Regards, >Ahmad Ifham Sholihin > > > > ________________________________ From: Ozzy Mandeaz <mandeazozzy@ yahoo.co. id> >To: fos...@yahoogroups. com >Sent: Thu, April 8, 2010 6:29:48 PM >Subject: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan >Cantik? > > > > > > >----- Pesan Diteruskan ---- >Dari: teddy sunardi <teddysunardi@ gmail.com> >Terkirim: Kam, 8 April, 2010 13:16:47 >Judul: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? > >http://ekonomi. kompasiana. com/2009/ 07/14/bank- syariah-ada- apa-dibalik- >kerudung- nan-cantik/ > > >Ketika Bank Syariah baru mulai bermunculan, orang islam banyak yang >pindah bank, dari yang konvensional ke bank syariah. BNI syariah, BRI >syariah, Mandiri syariah, Bank Daerah dan semua bank buka cabang yang >syariah, walaupun tidak ada hubungan antara bank konvensional dengan >syariah bentukan barunya. Ramainya kepindahan itu, mungkin orang >berpikir bahwa syariah itu bebas riba dan sebagainya. Bukan itu saja. >Bank syariah selalu dihiasi dengan wanita cantik, manis, penuh >senyum, raamah tamah, memberi salam, wah wah sangat islami sekali. > >Tetapi, dibalik itu semua apa yang terjadi sesungguhnya ? Saya sudah >mengalami sendiri, pengalaman yang tidak enak, bahkan sangat >menyakitkan. Pelayanan bank syariah (di Indonesia) dan bank Islam (di >Malaysia), membuat saya merenung, apa begini cara Islam melayani umat? >Membuat saya berpikir dua kali untuk menggunakan jasa bank Islam dan >bank syariah. Atau, kalau boleh terus terang, saya kapok >sekapok-kapoknya menyimpan uang atau menggunakan jasa bank syariah. > >Ceritanya begini, tanggal 18 juni saya kirim uang lewat bank Islam di >Malaysia, tempat saya menyimpan sebagian sisa gaji saya, gaji saya >setiap bulan juga masuk ke rekening ini, setiap dua bulan sekali >saya kirim uang ke Indonesia. Pada waktu itu saya kirim sudah yang ke >sekian kali. Artinya saya sudah sering mengirim melalui bank ini dan >tanpa masalah. Tapi celakanya uang itu tak kunjung sampai hingga >kemarin dan baru hari ini uang saya dikembalikan, itu pun dalam bentuk >cek yang baru bisa cair 3 hari lagi. Kemana nyangkutnya uang itu >selama hampir sebulan ? Perlu diketahui, bahwa bank islam di sini >bermitra dengan bank syariah di Indonesia (maaf saya tidak sebut nama >bank syariah tersebut) > >Hampir tiap hari saya tanya, tapi saya macam dipingpong terus oleh >pihak the so called bank Islam. Hey hey hey… ini bank islam atau bank >apa ? Sekali waktu saya tanya, oh uang itu masih nyangkut di >Indonesia, esoknya, oh uang itu ada di Kuala Lumpur, esoknya lagi oh >uang itu sudah dikirim balik ke Indonesia. Sampai saya sendiri heran >dan hilang sudah kesabaran saya. Maka minggu lalu saya tarik semua >uang yang ada di bank itu. Pihak bank terkaget-kaget dengan tingkah >saya itu. Apa anda pikir saya tidak terperanjat dengan pelayanan yang >anda berikan. > >Dengan kejadian itu (penutupan rekening saya), pihak bank bukannya >mempercepat pengembalian uang saya yang menyangkut entah dimana. Saya >makin dijadikan bulan-bulanan. sampai saya berpikir ini bank Islam >cuma nama saja. Katanya proses pengembalian uang itu 24 jam, tapi >yang terjadi hampir sebulan. Apakah Islam seperti itu ? Saya sudah >rugi waktu, bolak balik ke bank menanyalkan nasib uang saya itu, rugi >biaya transport bolak balik ke bank islam itu, rugi karena pelayanan >yang kurang memuaskan. Anak istri juga terpaksa berhemat, akibat >kiriman yang terlambat. Mau pinjam ke keluarga, dimana letak maluku ? >Katanya suaminya kerja di luar negeri kok masih utang ? > >Akhirnya saya minta bantuan pihak universitas tempat saya kerja untuk >menyelesaikan ini. Terdengar di seberang sana, sang Manager minta >maaf berulang-ulang. Apa gunanya minta maaf tanpa perubahan tingkah >laku, kata saya kepada pihak universitas. > >Ini pengalaman saya yang paling menyakitkan, tolong pihak bank islam >dan bank syariah, anda-anda jangan menjual nama islam untuk berbisnis. >Dosanya besar membohongi umat dengan kedok macam itu. > >Pengalaman saya yang lain sudah lama kejadiannya. Tahun 2001 saya >berencana meminjam uang di salah satu bank syariah. Prosesnya lama >dan berbelit-belit. Dengan The so called margin yang jauh lebih >tinggi dari bunga bank konsensional. Karena prosesnya lama akhirnya >berkas2 saya tarik dan pindah ke bank konvensional, dalam 2-3 hari >duit keluar dan cicilan perbulannya selisih 300.000 rupiah per bulan >selama 60 bulan. > >Bunga bank konvensional lebih murah, prosesnya lebih cepat, pelayanan >lebih bagus, tetapi memang tanpa kerudung nan cantik. Tetapi kalau >kita pergi ke bank syariah, kelihatannya mereka alergi sekali >mendengar kata bunga. “Oh ini bukan bunga, ini margin, dsb, dll, >dlsb…. > >Adakah yang bisa menjelaskan dan mencerahkan “curhat” saya ini ? Saya >tidak mengharapkan tulisan ini untuk masuk final, apalagi menang. >Saya cuma bisa berharap, bank Islam dan Bank syariah, agar kembali >kepada syariah, syariah islam tentu saja. Semoga… > > > > > > > > > > > > > > >-- >Teddy > > >------------ --------- --------- ------ > >Mailing list: >http://groups. yahoo.com/ group/mediacare/ > >Blog: >http://mediacare. blogspot. com > >http://www.mediacar e.biz > > >Yahoo! Groups Links > > > > > > >____________ _________ _________ _________ _________ __ >Apakah Anda Yahoo!? >Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam >http://id.mail. yahoo.com ________________________________ Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

