─Barangsiapa takut kepada 4WI tentulah ia akan berangkat sejak permulaan malam. 
Dan barangsiapa berangkat di permukaan malam, niscaya akan sampai ke tempat 
tujuan. Ingatlah sesungguhnya barang dagangan itu mahal. Dan ingatlah 
sesungguhnya barang dagangan 4WI itu adalah surga. (HR Tirmidzi) ─



Artikel ini untuk saya dan orang lain yang juga ingin menjadi kaya dengan 
berdagang secara jujur, halal dan sesuai syariah... insha4WI.. amin.





Assalam alaikum wr wb.


Dear All,


Islam bukanlah agama yang melarang seseorang untuk menjadi kaya. Selanjutnya, 
yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana?

Pertama, kita berbicara mengenai peluang untuk menjadi kaya. Kita sepakati 
terlebih dahulu bahwa titik dimana seseorang disebut kaya adalah titik aman 
dimana Anda tidak perlu memikirkan mengenai uang lagi, anggaplah 10 milyar 
rupiah (asumsi masa saat ini dengan gaya hidup nyaman), seorang milyarder. 
Dengan uang sejumlah tersebut, dengan sedikit kecerdasan, Anda cukup duduk 
tenang dan menunggu uang datang tanpa arus membanting tulang. Namun, bukan ini 
tujuan hidup Anda, ini hanyalah mean, bukan tujuan. Ini adalah cara untuk 
menerangkan bukan untuk mengarahkan tujuan. Tentunya Islam pun mengajarkan 
untuk giat bekerja dan beribadah, bukan untuk bersantai-santai.
Kembali ke peluang, di Amerika Utara terdapat 200.000 orang yang menjadi 
miliarder (itu dalam rupiah, dalam dollar AS disebut jutawan) setiap tahun dan 
terdapat 231 juta orang dewasa (yang berpotensi menjadi milarder), yang berarti 
membuat peluang seseorang menjadi jutawan adalah 0.87% atau 1 kesempatan dari 
115 kali berusaha. Suatu ukuran yang cukup menggambarkan betapa sulitnya usaha 
untuk menjadi miliarder itu. Dan kembali lagi tentunya, peluang itu adalah 
urusan 4WI SWT dan yakinlah setiap miliarder lebih banyak gagalnya dari yang 
bukan miliarder. Untuk memperbesar peluang dalam menjemput rizki, mendekatkan 
diri kepada 4WI melalui tahajud merupakan salah satu kunci, bukan dengan pergi 
ke dukun lho...!!!! Haram itu kalo ke dukun...!
Namun, 4WI SWT juga memberikan petunjuknya dalam berusaha yang membawa kita ke 
dalam poin selanjutnya.

Kedua, ini merupakan poin yang tidak kalah penting, yaitu kesungguhan (ditandai 
dengan tidak mudah menyerah dalam berusaha) dalam berusaha atau determinasi. 
Donald Trump mengatakan, "Bukanlah harta, kepintaran atau hal-hal lainnya yang 
paling menentukan bagi kesuksesan seseorang melainkan determinasi 
(kesungguhan)!"
Determinasi merupakan kunci, yang mutlak diperlukan dalam langkah menjadi 
miliarder.

Mari kita uji premis tersebut. Dalam suatu penelitian, dalam artikel oleh Wendy 
Priesnitz "Designing a Livelihood: Do What You Love And Love What You Do", 
sebuah studi suatu sekolah bisnis melacak karir 1500 orang dari tahun 1960 
sampai 1980. dari 1500 orang tersebut dibagi menjadi 2 kategori yaitu A dan B. 
Kelompok A, sebanyak 1245 orang, adalah mereka yang ingin mencari uang terlebih 
dahulu (bekerja) dan kemudian melakukan apa yang mereka inginkan (berbisnis), 
dan kelompok B, sebanyak 255 orang, adalah risk taker, mereka yang sejak awal 
bersungguh-sungguh berniat untuk mengejar impian mereka (berbisnis) dan yakin 
bahwa uang akan datang dengan sendirinya. Setelah 20 tahun, dari 2 kelompok 
tersebut, terdapat 101 jutawan, 1 orang dari kelompok B dan 100 orang dari 
kelompok A!
Hal ini mendukung premis Donald Trump bahwa, kesungguhan merupakan hal yang 
esensial dalam berbisnis. Jangan setengah-setengah! 

Ketiga, last but nor least, berdagang merupakan cara yang paling ampuh untuk 
menjadi kaya, halal pula. Sembilan dari sepuluh pintu rizki ada dalam 
perniagaan. Rasulullah saw beserta banyak shahabat (Ustman bin Affan ra., 
Abdurrhaman bin Auf ra., dll) merupakan suatu model kesuksesan dan lebih dari 
cukup untuk menggambarkan karakteristik pebisnis tulen dan sukses, dan yang 
terpenting jujur, sehingga juga diliputi keberkahan dalam hartanya.
Walau tidak semua orang berbakat untuk menjadi pedagang, namun berdagang dapat 
dilakukan oleh semua orang.

Dalam suatu seminar, terlontar suatu perkataan dari seorang penjual penyemprot 
hama dari Amerika Serikat. Dia berkata "di Amerika (AS), umumnya saya melihat 
orang kaya hanya mereka yang menjadi pengacara dan berdagang." Berdagang memang 
merupakan suatu cara yang disediakan oleh 4WI SWT untuk menjemput rizki, dimana 
ranah tersebut (berdagang) juga tidak luput dari ketentuan ketentuan 4WI SWT 
(syariah). 

So, untuk teman-teman, silahkan mengejar impian kaya dengan berdagang.. sistem 
syariah sudah cukup untuk mengakomodasi...lembaga keuangan syariah dengan 
marjinnya dan prosedurnya siap menanti. Atau lebih baik, Anda yang ditakdirkan 
oleh 4WI SWT berhasil mendapatkan dana murah dengan gratis melalui skema qardh.

Dan jika teman-teman sudah mencapai titik dimana kata "kaya" sudah bisa di 
sandang, maka janganlah lupakan tujuan manusia untuk beribadah kepada 4WI SWT. 
Jadilah orang-orang yang melakukan "fungsi bank" dengan zuhud. Jadilah 
orang-orang seperti Abdurrahman bin Auf ra. dimana sepertiga penduduk Madinah 
datang kepadanya untuk membayar hutang, sepertiga lainnya berkunjung untuk 
berhutang, dan sepertiga sisanya bersilaturahim sambil mengambil sedekah...
Abdurahman bin Auf juga merupakan orang yang zuhud, dimana jika Anda berkunjung 
ke rumahnya Anda akan sulit membedakan antara Beliau ra, dengan pelayannya. 
Ke-zuhud-an sangat penting bagi orang kaya untuk diterapkan saat ini, dimana 
nilai-nilai di masyarakat ini sudah krisis akan informasi figur untuk ditiru 
dan haus akan keinginan untuk meniru, terutama mereka yang muda. 

Terlampir merupakan artikel menarik dari Hariyono Darmawan, juga mengenai 
berwirausaha. Selamat mencoba! Wallahualam.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Wirausaha adalah salah satu alternatif dalam menjemput rezeki. Sayangnya masih 
sedikit sekali yang berminat menekuninya. Dibanding Singapura atau negara 
tetangga Asean lainnya, persentase pebisnis di Indonesia masih sedikit. Bekerja 
atau menjadi karyawan masih menjadi pilihan nomor satu. 

Kenapa? Salah satu penyebabnya ialah banyak yang mengatakan bahwa berwirausaha 
itu tidak mudah dan resiko yang tinggi. "Saya tidak bisa bisnis." Ini adalah 
kalimat yang begitu akrab terdengar saat kita sedang berbicara bisnis. Tentu 
saja selain: "Saya tidak punya modal." 

Jika kita bekerja, pekerjaan kita sehari-hari akan fokus sesuai dengan jabatan 
kita. Sebagai contoh: jika Anda berada di departemen pemasaran, maka pekerjaan 
Anda fokus pada pekerjaan yang berkaitan dengan pemasaran. Berbeda dengan 
bisnis, semua pekerjaan harus kita tangani mulai dari pengadaan produk, 
pemasaran, keuangan, dan sebagainya. Sehingga bisnis terlihat begitu sulit. Ini 
adalah anggapan keliru. 

Anggapan ini disebabkan oleh pemikiran: semuanya harus dilakukan sendiri. Mari 
kita belajar kepada Henry Ford. Dia bukan ahli dalam pembuatan mobil. Tetapi 
dia mampu memproduksi mobil yang berkualitas dan dalam jumlah banyak. Kuncinya 
ialah: dia tidak mengerjakan semuanya sendiri. 

OK, langkah-langkah menjadi seorang wirausaha sukses adalah seperti ini: 
Miliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis Anda. Meski Anda harus mengerjakan 
sendiri, tetapi Anda perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis Anda. 
Pertama pengetahuan tentang bagaimana menjalankan bisnis dan yang kedua 
pengetahuan tentang produk atau jasa yang akan Anda sediakan. 
Siapkan atau rancang sebuah sistem untuk menjalankan bisnis ini. Untuk hal ini, 
masih banyak yang asing. Padahal menurut Robert T. Kiyosaki, yang membedakan 
pebisnis (Kuadran B) dengan pedagang (kuadran S) adalah sistem. Jadi rancanglah 
sistem bagaimana menjalankan bisnis dengan benar dan bisnis bisa berjalan meski 
tanpa kehadiran Anda. 
Temukan orang untuk menjalankan sistem ini. Jika sistem sudah Anda desain 
dengan baik, Anda akan tahu orang seperti apa, memiliki keterampilan apa, dan 
seberapa banyak agar sistem berjalan dengan baik. 
Pastikan agar sistem berjalan dengan baik. Karena Anda adalah pemilik bisnis, 
maka Andalah yang bertanggung jawab jalan atau tidaknya sebuah sistem. 
Kemampuan Anda dalam memimpin orang-orang dalam bisnis Anda akan berperan besar 
disini. 

Jadi Anda tidak perlu bisa segalanya. Tidak perlu melakukan segalanya. Yang 
penting adalah memiliki ide, merancang sistem, merekrut orang, dan 
kepemimpimpinan.
Tidak bisa merancang sistem? Jangan khawatir, Anda pun bisa membayar orang 
(salah satunya saya) untuk merancang sistem Anda. Anda pun bisa membayar orang 
untuk masalah perekrutan dan pengelolaan SDM (yang ini bukan bidang saya). 

Pada ujungnya, dua kemampuan yang perlu Anda miliki: menghasilkan ide dan 
kepemimpinan. Kabar baik lagi: keduanya bisa dipelajari dan dilatih. 



cordialement,

Hariyono Darmawan


      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke