*diambil dari blog beliau
semoga manfaat*

Apa Kabar?

dua minggu lebih saya tinggalkan blog ini. saya tidak menulis apapun di
dalamnya. bukan karena sedang tidak menulis tetapi banyak topik tulisan yang
terhenti ditengah jalan... mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama saya
bisa upload tulisan-tulisan itu.

sekarang ini saya hanya ingin menyampaikan beberapa pelajaran yang saya
dapat pada dua pekan lebih ini. saya lebih dari dua pekan lalu saya
bersilaturahim dengan teman-teman Fossei di Bandar Lampung. dalam perjalanan
ke sana saya merenungkan banyak hal; alam, laut, semangat, idealisme,
macam-macam... terima kasih buat teman-teman Fossei disana, bahakan disana
saya juga berjumpa Fossei dari Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu... hmmm
kekuatan masa depan yang saya reka-reka kedahsyatannya... Ya Allah jagalah
mereka dalam keistiqamahan, perjuangan dan keteguhan mereka dalam barisan
kebaikan ini....

setelah itu dua pekan penuh saya mengikuti training sertifikasi perbankan
grade 5 yang diselenggarakan oleh kantor saya. satu renungan yang membuat
saya bertanya-tanya; begitu memabukkankah keuangan/perbankan konvensional
dengan riba dan maysirnya, sampai-sampai sertifikasi perbankan yang saya
ikuti sejak grade 1 sampai dengan 5 hampir 80% materinya adalah optimalisasi
aplikasi-aplikasi riba dan maysir (spekulasi). berseloroh saya pada beberapa
teman yang mulai stress dengan materi-materi matematika rumit keuangan
derivatif, berterima kasihlah pada syariah, karena dengan syariah insya
Allah materi "beginian" ga mungkin ada, karena haram secara transaksi
hahahaha...

dan terakhir, sejak kemarin (ahad) saya silaturahim dengan para pemerhati
ekonomi syariah di Palu. mencoba meyakinkan beberapa kalangan, bahwa ekonomi
syariah layak menjadi pilihan kebijakan pengembangan ekonomi daerah. bahkan
menjadi nilai-nilai dasar dalam pengembangan masyarakat. mengamati apa yang
ada di masyarakat Palu dan alamnya, saya semakin percaya bahwa perjuangan
ekonomi Islam ini masih panjang, masih membutuhkan banyak pejuang...

teman-teman Fossei, bersiaplah. anda pasti sudah melihat medan laga yang
sepi dari pahlawan atau pejuang kebaikan. maka tampillah menjadi mereka,
dimana pedang utamanya adalah ketauladanan-ketauladanan. "pedang" itu harus
diayunkan menebas semua musuh berupa keserakahan, kemalasan, ketamakan,
kerakusan, budaya yang salah, aturan hukum yang parah, dan lain sebagainya,
sehingga nanti bebaslah jiwa-jiwa manusia dari kemilau dunia. namun kini
yang anda harus persiapkan adalah mengasah "pedang"-mu setajam mungkin,
jikalau tiba masanya "pedang" itu siap untuk diayunkan...
Ali Sakti
http://abiaqsa.blogspot.com/2010/04/apa-khabar.html

-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke