Kamis, 15 April 2010

JAKARTA--Bank Indonesia sedang mempersiapkan peraturan BI (PBI) terbaru bagi 
bank syariah. PBI tersebut mengenai manajemen risiko di bank syariah.

Deputi Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya E Siregar, mengatakan saat ini 
manajemen risiko perbankan syariah belum tersendiri. ''PBI tentang risk 
management bagi perbankan syariah ini insya Allah bisa keluar di pertengahan 
Juli,'' ungkapnya di Jakarta, Kamis (15/4).

Manajemen risiko ini diperlukan agar perbankan syariah bisa mengelola risiko 
yang dihadapinya. Namun, mengenai detail PBI tersebut masih dalam pembahasan.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Muamalat, Farouk A Alwyni, 
menyambut baik rencana BI tersebut. ''Regulasi risk management itu penting. 
Kita juga sedang menguatkan risk management, SDM dan teknologi informasi karena 
penting bagi kita untuk menciptakan sistem,'' katanya.

Salah satunya, lanjut Farouk, manajemen risiko yang harus dikembangkan adalah 
untuk mudharabah dan musyarakah. ''Risk management untuk mudharabah dan 
musyarakah ada, tapi belum optimal karena masih berupa debt financing. Itu bisa 
dikembangkan nanti kan ke equity dan itu memerlukan risk management yang bagus 
juga,'' jelasnya.
Red: Budi Raharjo
Rep: Yogie Respati


Kirim email ke