Namun,
sah2 saja jika ada seseorang yang menganggap ujian sebagai cobaan, siksaan, 
atau Tuhan memang sedang menguji seberapa besar atau seberapa kuat iman orang 
tersebut. Yang penting tetap menomorsatukan Allah Swt.

Regards,
Ahmad Ifham Sholihin




________________________________
From: Rahmadsyah Mind-Therapist <[email protected]>
To: Tahajjud-Community <[email protected]>
Sent: Sun, April 25, 2010 12:27:44 PM
Subject: {FoSSEI} Mind-Therapy:Mehamami Ujian Allah (Ujian bukanlah sebagai 
penguji keimanan, melainkan bimbingan penambah keimanan)

  
Assalamu’alaikum wr.wb 
 
"Sesungguhnya UJIAN itu diberikan oleh Allah, bukan untuk mengetes (menguji) 
seberapa kuat dan besar keimanan kita. Karena sesungguhnya Allah Maha Tau. 
melainkan untuk mendidik dan membimbing kita agar semakin bertambah keimanan 
yang telah kita miliki".
 
Shahabatku yang baik. Semoga waktu yang terus kita isi merupakan 
kesempatan-kesempat an yang kita tempatkan bagi pemuliaan kehidupan kita dunia 
dan akhirat. Mudah-mudahan, setiap takdir yang telah dituliskan semenjak kita 
dalam kandungan, merupakan hadiah pengemabangan diri dan pembelajaran dari 
Allah.
 
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman chat dengan saya, menanyakan perihal 
keadaan saya dan keluarga di Aceh. Saya sampaikan kepada beliau alhamduilllah 
sehat walafiat, semoga juga buat beliau.
 
Kemudian kami diskusi tentang Allah yang maha tau terhadap apapun yang terjadi 
di jagad raya ini. Hatta daun yang jatuh berguguran Allah tau. Dari situ 
berlanjut dengan diskusi tentang Ujian, baik itu kehidupan dunia pribadi atau 
ujian yang dibuat dalam system hubungan manusia. Seperti ujian seleksi CPNS, 
ujian psikotest, ujian dikampus dan sebagainya. 
 
Sementara itu Lumrah telah kita fahami bersama. Ujian yang dibuat itu adalah 
untuk mengetes supaya lebih terbukti. Mungkin sering kita dengar, ujian adalah 
sebagai pembukti. Karena kita belum tau, maka untuk mengetahuinya dengan cara 
test (ujian).
 
Kembali kepada topik pembahsan Allah maha tau. Terus terdiskusikan, lantas, 
Apakah Allah memberikan kita Ujian karena Allah ingin tau keimanan kita? 
Petanyaan ini, untuk memahami esensi dari Ujian.
 
Muncul pendapat disana, mungkin Ujian Allah bukanlah pembukti, karena Allah 
maha tau. Adapun ujian hidup, baik itu kepada diri saya atau kepada orang lain 
adalah Pembelajaran dan pendidikan langsung dari Allah. Karena bila kita 
merujuk kepada firman Allah dalam Al-quran. Azab dan ujian Allah kepada kaum 
terdahulu adalah agar menjadi pembelajaran kepada kita sekarang.
 
Jika pun kita meyakini bahwa orang beriman itu pasti akan diuji keimanannya, 
sungguh sebenarnya ujian itu adalah bagian dari pendidikan menjadi bertambah 
kuatnya keIMANan kita. Bila setiap ujian yang datang silih berganti, tidak 
menjadi pembelajaran bagi kita, itu karena kita belum menyadarinya. Bahkan 
mungkin berapa sering saya melewati ayat-ayat kauniah Allah, sebagai 
pembelajaran dan penambah keimanan bagi kita. Itu datang melalui pemebelajaran 
yang Allah berikan kepada saudara, teman dan sahabat kita.
 
Karena waktu semakin siang, saya dan beliau pun harus melakukan kerjaan yang 
mesti kami lakukan masing-masing. Chatingpun kami akhiri. Dan saya sangat 
berterima kasih atas waktu yang telah beliau luangkan serta ilmu penambah 
keimanan ini.
 
Wallahu’alam
 
Bogor25 April 2010


________________________________
RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master PractitionerNLP 
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh Iwww.facebook. com/rahmadsyah
________________________________
www.rahmadsyahnlp. blogspot. com

________________________________

 




      

Kirim email ke