Senin, 26 April 2010

MOJOKERTO--Konsep ekonomi 
berbasis syariah dinilai lebih tahan terhadap goncangan krisis global 
yang terjadi secara mendunia. Karena goncangan krisis ekonomi global 
terjadi akibat fundamental ekonomi yang dimiliki banyak negara tidak 
kuat. 

Fundamental ekonomi berbasis syariah dinilai lebih kuat 
karena memiliki system yang bersumber dari imperatife wahyu Allah SWT 
untuk kesejahteraan umat manusia. ''Krisis ekonomi global terjadi karena 
fundamental ekonomi di banyak negara kurang kuat, sehingga sekarang ini konsep 
ekonomi berbasis syariah menjadi alternatif solusi yang dilirik 
banyak Negara,'' kata Dr H Suherman Rosyidi, Direktur Program Magester 
Manajemen Unair (universita Airlangga) Surabaya saat menjadi narasumber 
seminar yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Mojokerto, di 
Mojokerto.

Suherman yang membawa materi berjudul Solusi Ekonomi 
Islam itu, mengungkap sejarah krisis ekonomi dunia yang terjadi mulai 
tahun 1929 hingga 2007. ''Inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca 
pembayaran yang besar, kadar penukaran mata uang yang tidak seimbang, 
beban utang luar negeri yang terus membengkak, serta tingkat suku bunga 
yang tidak realistis merupakan gejala yang sama pada saat krisis ekonomi dunia 
terjadi,'' jelas pria yang juga Ketua MES Jatim ini.

Agar 
fundamental ekonomi kuat, ekonom kelahiran Madiun ini menawarkan konsep 
ekonomi syariah dengan berbagai langkah. Di antaranya lenyapkan sistem 
bunga di perbankan, kerahkan system zakat, batasi SBI (Sertifikat Bank 
Indonesia) dan SBIS (Sertifikat Bank Indonesia Syariah), serta aktifkan 
lembaga Hisbah. ''Kalau semua itu dapat diterapkan, insya Allah fundamental 
ekonomi negara kita kuat terhadap goncangan krisis ekonomi 
global dalam bentuk apapun,'' kata dosen luar biasa di IIUM Kuala Lumpur pada 
Tahun 2007 ini.Red: Budi 
Raharjo
Rep: Masduki

 Muhammad Sadeli Zanikhan al-Palembangi
IAIN Raden Fatah Palembang
http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke