*Guyss.... rekan-rekan FoSSEI ada pesan lagi nih dari Pak Ali sakti....
boleh copas dari blog-nya.....*


Seperti yang saya sampaikan pada banyak kesempatan terakhir ini, saya selalu
membanggakan komunitas Fossei (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) yang
berkembang dengan azam perjuangan yang juga semakin menguat. Dibandingkan
dengan lembaga-lembaga mahasiswa yang lain, Fossei memiliki garis dan
sasaran perjuangan yang lebih jelas, definitif dan spesifik. Semangat dan
panji Ekonomi Islam yang diusung Fossei membuat jatidirinya menjadi unik
jika dibandingkan lembaga perjuangan mahasiswa yang ada. Ekonomi Islam bukan
hanya menjadi visi pemersatu dan objek yang diperjuangkan, tetapi juga
menjadi idealisme yang coba didarah-dagingkan pada diri pejuang-pejuangnya
yang kemudian memunculkan budaya komunitas baru di masyarakat dan ummat.

Fossei menjadi tunas baru dari banyak tunas yang saat ini tumbuh berkembang
menjadi perangkat perjuangan, dimana dipundaknya harapan-harapan masa depan
Islam digantungkan. Fossei bukan hanya sekedar menjadi kumpulan yang
perjuangannya menakhlukkan kehidupan, tetapi perjuangan pertama dan utamanya
adalah menakhlukkan dirinya sendiri. Membuat dirinya akrab dengan
nilai-nilai dan akhlak ekonomi dalam Islam dan konsisten dengan
hukum-hukumnya. Mereka menjaga dan memelihara dirinya agar tidak terjebak
dalam lembah fitnah dunia yang telah berkali-kali meruntuhkan banyak
peradaban, yaitu kemegahan harta yang menghanyutkan.

Mereka adalah benih komunitas baru dengan budaya baru. Komunitas Islam yang
mencoba mengenalkan kembali seperti apa Islam dalam budaya-budaya prilaku
ekonomi. kalimat saya ini pada dasarnya bukanlah kalimat baru, karena
sejatinya perjuangan penegakkan panji Islam akhir zaman di semua lini
kehidupan memiliki skenario yang sama, yaitu dimulai dengan munculnya
komunitas-komunitas baru dengan budaya baru pada berbagai aspek kehidupan.
Untuk kehidupan ekonomi, perjuangan ekonomi sepatutnya berawal dari sebuah
komunitas yang memberikan tauladan seperti apa bentuk dan budaya ekonomi
yang ideal dalam Islam, baik secara visi, paradigma, prinsip-prinsip dan
tatacaranya.

Oleh sebab itu, Fossei akan menjadi ujung tombak yang sangat tajam
perjuangan ini. Jikapun perjuangan mereka mengajak ummat gagal untuk
membangun peradaban baru Islam dalam berekonomi, maka merekalah nanti yang
akan menjadi ummat itu. Karena nilai-nilai, prinsip-prinsip dan prilaku
ekonomi Islam telah menjadi kebiasaan, kelaziman atau bahkan karakter
mereka.

Karenanya, saya secara pribadi berharap semua punggawa Fossei menjaga
dirinya atas prilaku mereka dalam berekonomi. Gaya hidup Fossei adalah
Ekonomi Islam, jangan cari-cari gaya hidup yang lain. Jangan menari diatas
tabuhan genderang “musuh”, karena Ekonomi Islam memiliki tabuhan
genderangnya sendiri. Jangan lakukan seremoni-seremoni diluar
prinsip-prinsip kemanfaatan yang menjadi paradigma utama Ekonomi Islam.
Semoga kebanggaan ini betul-betul beralasan, dan menemukan singgasananya
untuk terus dibanggakan. Bismillah, maju Fossei!

--
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

http://abiaqsa.blogspot.com/2010/05/satu-lagi-untuk-fossei.html

Kirim email ke