Kekuatan Sebuah Mimpi
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Pernah
tahu kata-kata di atas? Yupz, kata-kata tersebut adalah penggalan lirik
dari soundtrack film Laskar Pelangi. Kita bukan mau membicarakan
filmnya yang mampu menginspirasi banyak orang. Tapi kita akan
membicarakan satu poin bagus dari lirik tersebut yaitu tentang mimpi.
Mimpi
disini bukan mimpi kala kita tidur. Tapi mimpi disini adalah nama lain
dari cita-cita yaitu sesuatu yang ingin kita capai dan raih. Mimpi
inilah yang menjadi ‘kekuatan’ kita untuk melangkah tak peduli seberapa
berat cobaan kehidupan itu melanda. Mimpi ini pula yang menjadi kunci,
tak peduli seberapa tinggi cita-cita yang ingin kita gapai.
Tak
ada yang salah dengan mimpi. Semua sah-sah saja dengan mimpi. Jangan
pernah membatasi mimpi kamu. Tapi ketika sudah sampai di tataran
realitas, kaki kamu kudu tetap berpijak ke bumi. Contoh sederhana nih,
kamu bermimpi bisa menjadi kaya raya. Mimpi ini tak salah ketika
diwujudkan dengan bekerja keras dan halal untuk meraihnya. Tapi mimpi
ini jadi tak realistis ketika diwujudkan dengan cuma berangan-angan di
siang bolong, malas bekerja dan hanya berkhayal. Lebih parah lagi
ketika mimpi yang sebetulnya baik-baik saja ini diwujudkan dengan
mencari uang dengan cara haram. Naudzubillah.
So, yang
membedakan mimpi yang satu dengan mimpi yang lain adalah seberapa
tangguh kamu berusaha meraihnya dengan jalan yang benar. Masih ingat
nggak kamu dengan kisah sejarah Muhammad al-Fatih sang penakluk
Konstantinopel? Kekuatan yang dipunyai oleh pahlawan Islam ini dimulai
dari sabda Rasulullah SAW ketika menggali Parit Khandaq;
“..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentara Islam.
Rajanya adalah sebaik-baik raja, tentaranya adalah sebaik-baik
tentara…” (Hadis riwayat Imam Ahmad).
Berangkat dari hadits ini,
Muhammad al-Fatih mencanangkan mimpi penaklukkan Konstantinopel sebagai
kekuatan untuk berjuang. Meskipun banyak orang mencibir mimpi tersebut
mengingat betapa adidayanya Konstantinopel saat itu, al-Fatih cuek
saja. Dengan niat dan upaya yang tulus serta berharap ridho-Nya semata,
berhasillah al-Fatih mewujudkan mimpi besar Rasulullah SAW dan segenap
kaum muslimin itu.
Sesuatu yang terlihat mustahil saja bisa
terwujud sedemikian rupa dengan kekuatan mimpi dan kehendak Allah,
apalagi mimpi-mimpi lain tentu saja sangat mungkin untuk terwujud. Apa
pun mimpi kamu semisal ingin jadi dokter atau ahli nuklir yang
sekaligus hafidz Qur’an, pengemban dakwah yang merindukan tegaknya
Khilafah yang menerapkan syariat Islam, jadi usahawan muslim yang
sukses selevel dengan Abdurrahman bin Auf, dll-semua itu pasti bisa
terwujud, insya Allah.
Tidak ada yang tidak mungkin dalam
kehidupan kaum mukminin itu. Karena sungguh, Allah tidak akan merubah
nasib suatu kaum bila kaum itu tidak mau merubah nasibnya sendiri
(Ar-Ra’du:11). Jadi, Kalaulah saat ini kita memimpikan Dunia, khususnya
Indonesia agar terbebas dari RIBA, maka hal itu bukanlah suatu hal yang tidak
mungkin untuk bisa tercapai. So, jangan takut bermimpi ya, Wahai Saudaraku.
Tentu saja diikuti
dengan ikhtiyar dan doa maksimal serta tawakkal yang tebal. So, ayo
berlomba-lomba bermimpi setinggi-tingginya dan mewujudkannya jadi
kenyataan. Siip dah! Good Luck For AKSIMPATI Besok ^_^