Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabat yang baik,
yang hari-harinya terus diisi dengan penuh kebahagiaan, melalui kerja nyatanya.
Mudahan-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan sekarang selalu terselimuti
kepada kita. Bagi shahabat yang belum, segera Allah bahagiakan, mungkin karena
saat ini sedang Bimbang dan bingung memilih, mungkin.

 

Bulan lalu seorang
shahabat dari Malang, mengirimkan pesan keinbox FB saya. Dia ceritakan apa yang
dia alami dan ingin segera keluar dari masalahnya. Inti persoalannya “Bingung 
dan Bimbang dalam memilih dan
mengambil keputusan”.

 

Assalamu’alaikum
wr.wb

Ana saat ini fresh graduated dari FE Sebuah kampus di
kota  Malang, saat ini terkadang ana
bimbang, kadang2 suka berubah-ubah- akan masa depan yang sudah ana tentukan
sendiri, apa yang akan ana kerjakan pasca kampus. 

 

Sejak 2009 awal dulu ana sudah merencanakan diri untuk
menjadi seorang akademisi, menjadi dosen yang aktif menulis dan mengembangkan
mahasiswa, nah dengan tujuan ana seperti ini ana sudah jauh jauh hari berencana
langsung s2 setelah s1 ini akh. 

 

Saat ini kondisi ana adalah orangtua ana tidak sanggup
untuk membiayai kuliah ana s2, dan ana harus mencari sendiri, untuk saat ini
alhamdulillah ditawari s2 dari MM FE tempat kampus ana kuliah S1, namun hanya
SPP nya yang gratis, biaya masuk sekitar 7 juta biaya sendiri, 

 

Ana sekarang malah berpikir untuk kerja dulu agar mandiri
dan baru beberapa tahun kemudian ana baru melanjutkan s2 (tidak sesuai
rencana), 

 

Akhi, bagaimana saran antum ? Atau ana mencari kerja di
kota malang sehingga ana bisa disambi kuliah ?

 

Shahabat yang baik.

Mungkin kita juga
pernah mengalami seperti yang dihadapi oleh teman saya. Atau bisa juga dalam
konteks lain yang membuat kita bingung dan bimbang dalam memilih untuk
mengambil keputusan. Mudah-mudahan tips berikut ini bisa menyelesaikan dan
mencapai tujuan yang kita inginkan dari masalah kita. Alhamdullillah cara ini
cocok dan berhasil untuk saya. Namun, bagi shahabat belum tentu. Akan tetapi
saya yakin mungkin bisa bila dipraktekkan…

 

Bismillah doa dan niat, minta
     petunjuk dari Allah agar yang kita lakukan sekarang berhasil
     (terselesaikan masalah kita).

 

Fahami dan sadari bahwa bingung
     itu dikarenakan kurang nya
     kejelasan. Muatan emosi antara kedua pilihan yang mau kita putuskan
     masih sama. Oleh karena itu,

 

Lakukan analisa untung dan rugi
     terhadap hal yang kita bimbang memilihnya. Contoh: Apa keuntungan jika kita
     kerja, dan apapula ruginya? Apa keuntungan jika kita lanjut kuliah dan
     apapula ruginya?

 

Renungilah saat menuliskan untung
     dan rugi, sehingga kita menemukan EMOSI yang sangat kuat antara keduanya. 

 

Carilah pendukung, referensi atau
     informasi lain. Untuk menperjelas kedua hal yang kita bimbangkan dalam
     memilihnya.

 

Ambillah keputusan, setelah kita
     benar-benar memahami dan mengetahui keJELASannya. Sehingga, bila kita
     ditanyakan apa alasan atau mengapa kita memutuskan pilihan tersebut, kita
     dapat menjawab dengan penuh sadar ”Karena, Keuntungan yang kita peroleh,
     kerugian (resiko) dan efek kedepannya secara perencanaan manusia (tanpa
     mendahului Takdir Allah).

 

Setelah memutuskan, tinggalkan
     menimbang tapi lakukan. Bertindak terhadap keputusan yang kita ambil.

 

Tambatkan EMOSI kepada keputusan
     yang telah kita pilih dengan keYAKINan, ”Tugasku sebagai manusia adalah 
menjalani
     PROSES, sementara Hasil merupakan wewenang Allah”.

 

Shahabatku yang
baik.

Sebagaimana
sama-sama kita yakini, setiap pilihan apapun akan selalu ada resiko. Tetapi
yang membedakan nya adalah cara kita dalam menyikapi resiko tersebut. Atau
malah kita lebih nyaman untuk mengartikannya resiko sebagai Feedback dari 
Allah. Mudah-mudahan sharing
pengalaman ini bisa juga cocok buat shahabat semua setelah memPRAKTEKannya...

 

Jakarta 14 mei 2010

 

 



RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP  
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook.com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp.blogspot.com



Kirim email ke