Layaknya Kajian Intermediate sebelumnya, lagi-lagi kajian kali ini diisi
oleh anggota T-Smart 2007 dalam mata kuliah Seminar Ekonomi Islam. Dewi
Puji Astuti, sebagai presenter pertama, mengambil  tema  "Pengaruh
Indikator Makro Ekonomi Terhadap Kinerja Keuangan Industri
Perbankan". Studi terdahulu yang dijadikan acuan presenter 
menyoroti mengenai perbankan Syariah, sementara secara studi pembahasan
tidak terlalu menyoroti Perbankan Syariah. Meski begitu
indikator-indikator yang diangkat dari sisi makro ekonomi serta
indikator-indikator kinerja keuangan dianggap mewakili pembahasan
seminar yang diangkat dari paper mahasisiwi  semester 6  ini.

Indikator ekonomi yang dianggap memiliki korelasi dengan kinerja
perbankan adalah NPL, ROA, dan CAR. Sementara itu kondisi makro yang
disebut adalah PDB, SBI, dan Nilai Tukar. Pembicara menyimpulkan
presentasinya  dengan cukup jelas yaitu: PDB secara positif mempengaruhi
CAR dan ROA, tapi tidak mempengaruhi NPL. Sedangkan SBI berpengaruh
negative terhadap ROA dan CAR, tapi positif terhadap NPL. Dan yang
terakhir Nilai Tukar berpengaruh positif terhadap  ROA dan CAR, tapi
negative terhadap NPL.

Pembicara kedua adalah Nila Dewi yang mengemukakan paper nya yang
berjudul "Analisis Instrumen Moneter Yang Mempengaruhi Volatilitas
Obligasi Syariah (Sukuk) Dan Obligasi". Mahasiswi semester 6 ini
memaparkan bahwa obligasi syariah mempunyai kontribusi yang masih sangat
rendah dibandingkan dengan obligasi konvensional. Menurut presenter, ada
empat variable makro yang mempengaruhi volatilitas obligasi, yaitu:
Inflasi, kurs rupiah, suku bunga, dan IHSG. Menurut studi literature
beliau, Faktor yang mempengaruhi secara signifikan obligasi konvensional
adalah IHSG dan kurs rupiah, sedangkan bagi obligasi syariah hanya
dipengaruhi signifikan oleh kurs rupiah. Suku bunga berpengaruh terhadap
volatilitas saham namun hal demikian tidak terjadi pada pergerakan
volatilitas saham syariah yang justru tidak berpengaruh signifikan

Terdapat faktor yang sama mempengaruhi harga sukuk maupun obligasi,
yaitu kurs rupiah karena kurs merupakan ukuran yang dipergunakan dalam
transaksi antar Negara dan harga obligasi syariah terpengaruh secara
tidak langsung oleh transaksi kurs, dimana kurs dapat meningkatkan
pendapatan dan meningkatnya pendapatan akan meningkatkan bagi hasil yang
akan didistribusikan kepada pemegang obligasi sehingga akan meningkatkan
harga obligasi syariah di pasaran.

Faktor yang membedakan antara keduanya adalah bahwa obligasi dipengaruhi
oleh tingkat suku bunga serta IHSG, namun tidak demikian terjadi pada
harga obligasi syariah (sukuk) dimana keduanya tidak berpengaruh.

Terdapat perbedaan perilaku harga atau pergerakan volatilitas sukuk dan
obligasi yang disebabkan oleh karakteristik dasar yang membedakan
keduanya yakni kepekaan terhadap suku bunga sehingga tidak terjadi
co-movement (pergerakan secara bersama-sama) antara sukuk dan obligasi.

Koreksi paper keduanya diberikan oleh pak rego, ternyata masih banyak
hal yang secara teknis masih perlu diperbaiki dari kedua paper tersebut.
Semoga kajian berikutnya bisa lebih baik lagi. Amin. Dan sebagai rasa
terimakasih dan penghargaan kepada para presenter, progres memberikan
sertifikat special untuk kedua pembicara hari itu.

Acara paling seru minggu ini?? Yang pasti LCT antar jurusan yang
diadakan oleh Progres. Pada kompetisi ini, setiap perwakilan jurusan
berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk jurusannya masing-masing.
Kompetisi yang diadakan rabu sore  5 Mei 2010 pada babak penyisihannya
dan final pada kamis malam 6 Mei 2010 berlangsung seru dan menegangkan.
Ditambah lagi dengan sistem kompetisi yang unik membuat penonton gigit
jari.

Pada babak penyisihan, yang berhasil menyisihkan 2 grup tandingannya
adalah perwakilan dari markbiz, himmah, t-smart, dan matrikulasi ikhwan.
Final berlangsung sangat seru, apalagi pada babak terakhir, para
kompetitor dituntut untuk bertaruh nilai. Pada babak ini para supporter
lebih riuh lagi, mereka dengan serunya menyemangati
perwakilan-perwakilan jurusan mereka yang sedang berjuang dengan taktik
dan intelektual mereka di atas panggung Ibnu Khaldun.

Pada akhirnya, perlombaan yang diikuti oleh semua jurusan di STEI TAZKIA
ini dimenangkan oleh kelompok perwakilan dari t-smart yang beranggotakan
para mahasiswa dari jurusan Ilmu Ekonomi Islam. Selamat yah.. buat
perwakilan jurusan yang lain, jangan berkecil hati, Karena kami yakin
kalian adalah yang terbaik dan pastinya kalian mempunyai kontribusi 
yang cukup besar terhadap bidang kalian masing-masing. Sebagai satu
keluarga muslim dan berada di bawah  naungan sekolah tinggi yang sama,
walaupun kita berbeda jurusan, tetap jaga kekompakan kita untuk
mendakwahkan ekonomi Islam yah.. Keep our brotherhood and sisterhood.. :
)

Kirim email ke