Jumat, 14 Mei 2010,

REPUBLIKA.CO.ID,KENYA--Pemerintah Kenya kian serius mengembangkan keuangan 
syariah di negaranya. Sejumlah negara di Afrika yang juga telah memiliki 
lembaga keuangan syariah 
membuat pemerintah Kenya bertekad menciptakan kondisi keuangan syariah 
yang kompetitif.

Gubernur Bank Sentral Kenya, Njuguna Ndung’u, 
mengatakan kendati krisis global melanda, namun pertumbuhan keuangan 
syariah tetap kuat. Area bisnis syariah seperti asuransi dan reksadana 
syariah juga telah menarik perhatian pelaku pasar. ''Model bisnis 
keuangan syariah inilah yang akan memberikan keuntungan bagi komunitas 
Afrika Timur,'' katanya sebagaimana dikutip laman nation.co.ke, Jumat (14/5).

Saat ini di Kenya terdapat dua bank umum syariah, 
yaitu Gulf African Bank dan First Community Bank yang menjadi penggerak 
ekspansi perbankan syariah di Kenya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 
akan produk keuangan syariah. Respon masyarakat Kenya terhadap lembaga 
keuangan syariah pun tak hanya berasal dari masyarakat Muslim, tetapi 
juga non Muslim.

Kurang dari dua tahun beroperasinya aset bank 
syariah, Kenya memiliki pangsa pasar 0,8 persen dengan jumlah nasabah 
pembiayaan 1570 nasabah dan 58.548 nasabah dana pihak ketiga. Ndung’u 
menuturkan, dengan pencapaian tersebut merupakan testimoni solid 
mengenai potensi keuangan syariah di Kenya, terutama untuk menangkap 
peluang di industri asuransi syariah dan segmen pasar modal syariah.

Red: Budi 
Raharjo
Rep: Yogie 
Respati

 Muhammad Sadeli Zanikhan al-Palembangi
IAIN Raden Fatah Palembang
http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke