Rabu, 19 Mei 2010

REPUBLIKA.CO.ID, 
LONDON--Penjualan obligasi syariah tahun ini melaju dengan sangat cepat 
sejak tahun 2007. Primadona obligasi ini pada sukuk, yang nilainya terus naik.

Menurut sebuah data yang dikumpulkan Bloomberg, penawaran 
sukuk naik 24 persen menjadi 4,6 miliar dolar AS pada tahun 2010, 
terbesar sejak peningkatan 50 persen pada periode yang sama tiga tahun 
lalu.Penyebaran antara yield rata-rata untuk utang dan tingkat interbank London 
tiga bulan ditawarkan menyusut 301 basis poin, atau 3,01 poin 
persentase, untuk 437 basis poin tahun lalu, menurut HSBC Dubai / NASDAQ US 
Dollar Sukuk Index. 

Malaysia mencatatkan namanya sebagai 
negara penjual obligasi syariah tertinggi di dunia. "Dukungan pemerintah dan 
restrukturisasi utang membantu membangun kepercayaan di pasar," 
kata Badlisyah Abdul Ghani, kepala perbankan Islam berbasis Group 
Holdings Bhd CIMBdi Kuala Lumpur. Banknya menjadi penjamin emisi sukuk 
tahun 200. "Investor di luar sana haus akan aset yang berkualitas. 
Inilah waktunya kita masuk."

Menurut Rafael Martinez Dalmau, 
salah satu direktur di BNP Paribas Investment Partner, pasar obligasi 
syariah ke depan sangat cerah. Menurutnya, krisis global memberi banyak 
"pelajaran" bagi para investor, bahwa penting bagi mereka untuk 
berhati-hati dan hanya memilih jenis investasi yang aman. Obligasi 
syariah, katanya, menawarkan hal itu. "Kami melihat ada sisi emosi yang 
kini dilibatkan dalam pasar," ujarnya.Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: Bloomberg

 Muhammad Sadeli Zanikhan al-Palembangi
IAIN Raden Fatah Palembang
http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke