REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Indonesia diyakini akan menjadi bagian tren 
perkembangan asuransi syariah global 
dalam beberapa tahun ke depan. Dengan adanya ketentuan pemenuhan modal 
minimum yang semakin besar dan pertumbuhan industri keuangan syariah 
lainnya seperti perbankan membuat Indonesia akan menjadi pemain asuransi 
syariah terkemuka di Asia Tenggara.

''Dengan modal yang kecil 
beberapa tahun lalu pertumbuhan asuransi syariah Indonesia sudah menjadi yang 
terbesar di Asia Tenggara. Dengan adanya ketentuan modal minimum 
di akhir tahun ini, pasti pertumbuhannya akan lebih dari 35 persen. 
Dalam 2-3 tahun ke depan paling tidak pertumbuhan dapat mencapai sekitar 50 
persen,'' kata Ketua Umum Islamic Insurance Society, Muhammad Syakir Sula, 
disela Insurance Goes To Campus bertema Peran Asuransi dalam Era 
Globalisasi di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah, Kamis (20/5).

Perkembangan perbankan syariah saat inipun yang telah diramaikan oleh sembilan 
Bank 
Umum Syariah, lanjut dia, harus dapat diikuti oleh asuransi syariah. 
Mengutip The World Takaful Report 2010, Syakir menuturkan, premi 
industri asuransi syariah global tahun ini diprediksi akan mencapai 8,9 
miliar dolar AS. ''Perkembangan signifikan tersebut karena faktor 
Indonesia dan Uni Emirat Arab,'' ujarnya. 

Indonesia mencatat 
pertumbuhan rata-rata asuransi syariah sebesar 35 persen, sementara UEA 
135 persen. ''Namun kalau Uni emirat arab yang besar kan karena asuransi 
kerugian, sementara jiwanya sedikit. Indonesia yang 
penduduknya berjumlah banyak akan berkembang pesat,'' jelasnya.Red: Budi 
Raharjo
Rep: Yogie 
Respati
 Muhammad Sadeli Zanikhan al-Palembangi
IAIN Raden Fatah Palembang
http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke