Tulisan di bawah ini saya ambil dari blog Ust. Ali Sakti yang
berjudulKomunitas Islami Vs Tokoh
Islami<http://abiaqsa.blogspot.com/2010/05/komunitas-islam-vs-tokoh-islami.html>,
Selamat membaca...

Euforia naiknya Anas Urbaningrum sebagai ketua partai politik terbesar
Indonesia ternyata merambat kemana-mana. Bukan hanya sekedar bernuansa
kebanggaan pada generasi muda yang mampu menembus dominasi angkatan tua
dalam dunia (industri mungkin jadi istilah yang lebih tepat) politik. Tetapi
menjadi kebanggaan para punggawa organisasi-organisasi yang pernah digeluti
Anas.

Seorang kolega mengatakan, jika suatu saat nanti betul Anas tampil menjadi
Presiden Indonesia dari Partai Demokrat, meski kebanggaan terpilih sebagai
ketua PD sudah merupakan satu kebanggaan yang spesial, tentu akan pula
membuat mereka yang ada di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI; organisasi yang
diketuai Anas ketika menjadi mahasiswa). Betapa bangganya HMI mampu
menelurkan kader yang mampu menjadi presiden, menjadi pemimpin-pemimpin
besar.

Bagaimana dengan organisasi yang saya banggakan Fossei (Forum Silaturahim
Studi Ekonomi Islam)? Meskipun saya tidak pernah masuk dalam Fossei atau
menjabat sebagai apapun didalamnya saya memiliki ikatan ideologis dan misi
dengan Fossei, itu mengapa saya sangat membanggakannya. Ketika kolega
menyebutkan kebanggaan itu, tidak kalah bangga saya menyahut, kalau Fossei
bukan hanya ingin menelurkan seorang "Anas", tetapi tetapi ia ingin
mewujudkan jamaah "Anas".

Obsesi menciptakan komunitas Islami lebih dikedepankan oleh Fossei daripada
sekedar menciptakan tokoh-tokoh Islami. Terlebih lagi karena Fossei
merupakan representasi dari cikal-bakal masyarakat ekonomi yang konsisten
menyandarkan diri pada prinsip-prinsip Islam. Semoga.

-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke