Kepantasan mengatakan “Peserta saya puas”.

By; Rahmadsyah
Mind-Therapist


Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabatku yang
berbahagia, semoga hari kedua dari minggu ini menumbuhkan semangat, gairah dan
antusias baru bagi kita. Setelah masa liburan yang telah kita lewati, terisi
dengan indah dan memesona jiwa. Mudah-mudahan peristirahatan itu telah cukup
memuaskan bagi pengumpulan energi keberhasilan serta kecemerlangan hidup kita.

 

Sementara rasa itu
sungguh kuat sekali untuk keluar. Hasrat untuk bertanya ”Kapan kepantasan ku 
sebagai trainer mengatakan bahwa peserta ku PUAS”.
Bahkan terkadang aku menuliskan testimoni yang telah mereka isi dalam form yang
tersedia. Kemudian aku bagikan rasa kehabagian itu kepada orang lain melalui
milist dan note FB ku.

 

Bukan terkadang,
malahan sering. Dalam iklanku menyampaikan manfaat yang akan diraih setelah 
pembaca
mengikuti kelas training ku. Disana juga aku lampirkan, orang-orang yang telah
merasakan manfaat dan hasil dari training ini.

 

Ada rasa
ketidakpuasan dalam diri. Seolah testimoni perserta yang merasakan kepuasan dan
kebahagiaan setelah training, itu hanya karena efek luapan emosi dari
perencanaan dan design training, agar peserta mendapatkan dan merasakan
sensasi, pengalaman jiwa dan raga. Sehingga itu menjadi rekaman bagi myelin
serta memory di bawah sadar.

 

Pendapat seperti
ini tidak jarang pula aku dengar. Ungkapan dari peserta publik atau bahkan dari
pemegang keputusan di sebuah perusahaan. ”Efek
dari training yang sebelumnya, hanya satu minggu pak, setelah itu perserta
kembali ke kondisi awalnya lagi”. ”Perasaan (bahagia, semangat, introspeksi,
tobat) hanya dialami dalam ruangan, setelah itu kembali lagi ke defaultnya”.

 

Kembali ke
pertanyaan yang bergelora dalam hati ini. ”Kapan
kepantasanku mengatakan perserta ku puas dan telah berubah”. Sementara aku
sadari pengalaman (dengan kehidupan dan perkembangan diriku). Perubahan aku
dapatkan, karena setelah training mendapatkan COACHING dari guru-guruku.

 

Aku jadi teringat dengan
pendapat seorang senior di milist para trainer. Mungkin asumsi berfikir beliau
tepat untuk menjawab pertanyaanku. ”Kepantasan
kita sebagai trainer (adalah seorang manusia biasa) untuk melakukan perubahan
kepada peserta, setelah kehidupan kita
terlebih dahulu berubah. Kemudian, diantara 100% perserta yang hadir, patut
kita syukuri 10% diantara mereka benar-benar mendapatkan pencerahan dan
perubahan dalam hidup nya dari training kita sampaikan (Pada hari itu)”.

 

Mungkin dari
pertanyaan ini pula. Aku melihat banyak diantara para seniorku melakukan
pertemuan-pertemuan pasca training (Refreshment) bagi pesertanya. Rasa tanggung
jawab memastikan bahwa alumni benar-benar
sudah memahami dan menguasai ilmu yang pernah dibagikan dalam kelas formal.
Aku juga pernah bertemu dengan seorang seniorku. Dimana ia melayani alumninya
hingga larut malam dirumahnya, beliau memberikan bimbingan kepada alumninya,
agar mahir dan mampu mengaplikasikan ilmu tersebut, dalam kehidupannya
sehari-hari.

 

Barangkali, jawaban
untukku atas pertanyaan kepantasan mengatakan pesertaku puas serta mendapatkan
pencerahan, setelah ”Aku mengizinkan,
mengikhlaskan dan meluangkan waktuku buat para peserta training/alumni
(bimbingan pasca training), diiringin dengan niat, keinginan dan kemauan dari
pesertaku, untuk terus bertanya-bertanya dari pemahaman telah mereka dapatkan.”
Wallahu’alam.

 

Jakarta 31 mei 2010



RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP  
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook.com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp.blogspot.com



Kirim email ke