Skill adalah sumberdaya untuk SURVIVE dalam
hidup

By; Rahmadsyah
Mind-Therapist

 

Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabat terkasih, yang terus mengasah dan
menggunakan segala kekuatan serta kamampuan yang Allah berikan kepada kita. 
Mudah-mudahan kita bukanlah termasuk golongan orang-orang yang taktau diri,
yaitu orang yang dikasih mata tapi tak
melihat, diberikan telinga tapi tak mendengar, diamanahkan hati tapi tak
merasa. Namun sebaliknya, semoga kita semua terus menggunakan seluruh sumber 
daya yang ada, demi kebaikan
kita dan orang-orang disekeliling kita, supaya kita semua lebih dekat dan yakin
kepada Allah.

 

Setiap manusia yang
terlahir penuh dengan kesempurnaanya, sebagaimana telah Allah sampaikan di
Alquran, manusia lah sebaik-baiknya ciptaan (sempurna = didalamnya ada
kelemahan). Berbagai macam pribadi yang tumbuh di sekitar kita, semuanya adalah
semata-mata untuk menjadi kauniah, bahwa Allahlah yang telah menciptakan
segalanya.

 

Berbicara kelebihan
dan kekurangan yang dimiliki oleh manusia. Dari penamaan jenius, pintar, ajaib,
smart, indigo, sampai dengan ADHD, Down Syndrom, Idiot, berkebutuhan khusus dan
sebagainya. Semuanya mendapat posisi dimasyarakat, tergantung dilingkungan mana
mereka dibesarkan, maka merekapun akan tumbuh selayaknya mereka dihargai,
diterima, dan dipersepsikan.

 

Masihkah Anda ingat
film bolywood yang sempat mendapat perbedaan pandangan disana? Bagi anda yang
pernah menonton ”My name is khan”, tentu tau siapa Khan. Terlepas dari kontra 
dan
pro dari muatan dan pesan film tersebut. Bagi saya pribadi, my name is Khan
benar-benar mengajarkan kepada saya akan kehidupan. Apa sumber daya yang bijak
dimiliki oleh manusia dalam hidup ini, agar bisa survive dimanapun dia berada? 
S K I L L (kemapuan khusus hingga
sampai kelevel ahli).

 

Sementara telah
menjadi kebiasaan saya sekarang dalam menyaksikan film apapun. Mencari dan
menyadari setiap scene pembelajaran bagi pengembangan diri (bertumbuh), walau
itu tidak menjadi fokus utama film tersebut. Seperti halnya film ”My name is
khan” ini.

 

Semasa kecil nya
dikisahkan, ditempat Khan tinggal, hanya ada satu orang bapak-bapak yang telah
tua usianya, menguasai ilmu (Skill) bahasa inggris. Sang ibu (khan), melihat
potensi pada diri anaknya, sehingga beliau mempertemukan bapak yang memliki
skill english itu, agar bersedia mengajarkan anaknya bahasa inggris. Karena dia
menyukai hal itu. Dan khan pun mulai belajar. 

 

Selain itu, saat
usianya telah memasuki remaja, khan sekolah ditingkat menengah atas. Kemampuan
dalam dirinya telah muncul dan diketahui oleh ibunya. Yaitu menyukai hal-hal 
yang berhubungan
elektronik. Sehingga, dari mulut kemulut, warga stempat tau kelebihannya
ini. Sampai, Khan memilliki toko service elektronik.

 

Hal lain yang
benar-benar membuat saya suka dengan film ini adalah saat khan melakukan
perjalanan ke Amerika untuk bertemu dengan Mr.Presiden. Dalam perjalanannya
menuju tempat Mr.Presiden berorasi, Khan kehabisan uang. Terus apa yang dia
lakukan? Apakah meminta kesana kemari (mengemis)? Tidak. Dia cari kardus
kemudian menuliskan disana, ”Menerima service
otomotive”. Dia menggunakan keahlian nya untuk bekal hidup.

 

Bahasa adalah
budaya suatu bangsa. Bahasa merupakan sarana dalam berkomunikasi. Manusia tidak 
dapat tidak berkomunikasi.
Memiliki skill berbahasa, adalah basic dari skill utama kehidupan. Seperti 
layaknya
orang tua yang mengajarkan skill berbahasa ingris kepada Khan. Kapanpun dan
dimanapun berada, selama mau, maka bisa menjadi bekal hidup.

 

Adik saya yang
sedang sekolah kejuruan di Aceh. Pernah bertanya kepada saya, baiknya dia
mengambil jurusan apa? Saya menyarankan kepadanya, ”Pilihlah jurusan yang kamu 
suka untuk belajar. Kemudian, diantara
beberapa hal itu, pilihlah satu hal diantaranya, yang benar-benar kamu suka,
sampai kamu benar-benar menguasai dan memahaminya.  Karena itu akan menjadi 
bekal mu untuk hidup
(Survive)”.

 

Terkadang ada rasa
prihatin dalam diri saya. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, meluluskan
begitu banyak cendekia-cendikia muda terdidik. Tatapi sayang, sedikit sekali
diantara sekolah dan perguruan tinggi itu, yang mengajarkan, mengenalkan, dan
memberitau. Apa Potensi, Skill dan
kelebihan yang mereka miliki. Sehingga saat mereka lulus, tetaplah menjadi
biasa-biasa saja. Padahal saya yakin dan percaya, pada diri mereka terdapat
banyak sekali SKILL dan TALENT yang telah Allah amanahkan
kepadanya.

 

Shahabat,
tidak ada kata terlambat untuk kembali menyadari SKILL dan TALENT yang
kita miliki? Oleh karena itu, mari kita sadari kembali segenap kekuatan dan
kelebihan yang ada dalam diri kita
Jakarta 11 juni 2010

RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP  
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook.com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp.blogspot.com



Kirim email ke