http://wap.gatra.com/2007-05-20/artikel.php?id=104696
Artika Sari Devi Tesis Perbankan Syariah Artika Artika Sari Devi, 27 tahun, sudah tiga kali mengganti judul tesis S2-nya, karena membuktikan bahwa tema tesisnya tentang perbankan syariah bisa diterapkan di Indonesia, sebagaimana produk-produk bank konvensional. Menurutnya, kendati masyarakat Indonesia memiliki latar belakang Islam sangat kuat, berdasarkan penelitiannya, produk bebas riba dari perbankan syariah tak otomatis dapat diterima masyarakat. "Kita sudah terlanjur akrab sekali dengan produk-produk bank konvensional. Tapi apa yang membedakan (dengan perbankan syariah), semuanya berdasarkan Islam. Jadi tidak ada sistem bunga atau riba. Banyak hal yang banyak maslahat-nya. Ini perlu banyak disosialisasikan ke masyarakat. Karena di Eropa pun ini booming," papar Artika, yang berbicara dengan berapi-api kepada wartawan, menjelaskan tentang temuan-temuannya pada penelitian tesisnya itu. Selain faktor menantang, minimnya referensi juga menjadi alasan bagi Puteri Indonesia 2004 ini untuk mengambil tema perbankan syariah untuk tesis S2-nya di Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejumlah pakar, seperti Syafi`i Antonio, dan pakar di lembaga dewan syariah nasional, didatanginya untuk memperdalam masalah ini. "Di mobilku itu buku-buku sudah berserakan berantakan di mana-mana," tutur wanita asal Bangka ini, soal buku-buku referensi untuk tesisnya itu. Secara teknis, ada satu hal yang membuatnya penasaran untuk dibuktikan terkait dengan perbankan syariah. "Satu tafriq al halal min al haram. Apakah dana halal dan haram itu benar-benar terpisah nggak, dalam sebuah bank syariah yang dikelola bank konvensional?" ujar Artika. [EL]

