Israel Caplok Gaza Utara
Tokoh-tokoh sipil dan pimpinan Hamas terus dikejar.
BEIT LAHIYA -- Lewat operasi militer 'Hujan di Musim Semi' yang dilancarkan beberapa hari terakhir, kemarin (6/7) agresor Israel berhasil mencaplok wilayah Gaza utara. Tidak hanya menyerang dan menghancurkan berbagai instalasi sipil, pasukan Israel juga terus menangkapi tokoh-tokoh sipil Palestina dan para pimpinan Hamas.
Upaya merebut tiga wilayah Gaza utara, yakni Nissanit, Dugit, dan Elei Sinai itu mencapai hasil, setelah para agresor tak henti melakukan serangan sepanjang Rabu (5/7) malam. Tidak hanya serangan darat, dari udara, pesawat tempur Israel tanpa malu membombardir sebuah sekolah dasar di Gaza, Darul Arqam, hingga nyaris rata dengan tanah.
''Serangan itu membuat 900 murid tak lagi punya tempat belajar,'' kata Ahmad Muhammad Syamah, kepala forum guru di Darul Arqam. Syamah mengatakan, pihaknya merasa tidak ada gunanya merenovasi gedung tersebut, karena kehancuran total yang terjadi. Syamah sendiri memperkirakan kerugian akibat serangan itu mencapai sekitar 500 ribu dolar AS. Ia menampik tudingan Israel bahwa sekolahnya dijadikan tempat pelatihan pejuang Palestina.
Dipakainya tiga wilayah Gaza utara sebagai wilayah penyangga oleh Israel itu menimbulkan sejumlah kekhawatiran. Pasalnya, taktik yang sama pernah diterapkan Israel untuk menangkal serangan kaum Hizbullah di Lebanon selatan. Ujung-ujungnya, wilayah itu diduduki Israel hingga 18 tahun lamanya. ''Itu hanya akan memperburuk suasana yang saat ini terjadi,'' kata Juru Runding Palestina, Saeb Erakat.
Tidak hanya terhadap Jalur Gaza, serangan serupa juga dilakukan Israel di Tepi Barat. Akibat serangan tersebut, seorang pejuang Hamas dan seorang polisi Palestina dilaporkan tewas, sementara 11 warga lainnya mengalami luka-luka serius.
Selain mengambil alih Gaza utara, pasukan Israel juga menangkapi hampir setengah anggota parlemen di Ramallah, Tepi Barat. Para anggota parlemen itu ditangkap pasukan penjajah tanpa alasan apa pun. Paling tidak, 37 dari 80 orang anggota Parlemen yang ada di Ramallah kini mendiami penjara Israel. Akibat penangkapan itu, kemarin parlemen Palestina praktis kosong tanpa aktivitas.
Kini, pasukan Zionis itu masih memburu Aziz Dweik, ketua Dewan Legislatif Palestina asal Hamas. Dweik beruntung tidak tengah berada di rumahnya di Ramallah, tatkala sepasukan tentara Israel mengepung rumahnya, beberapa hari lalu.
Dari pihak agresor, Menteri Infrastruktur, Binyamin Ben-Eliezer, menyatakan, pasukan Israel akan terus ditempatkan di wilayah itu sepanjang diperlukan. Ia menolak bahwa dengan begitu Israel kembali melakukan pendudukan atas Gaza.''Ini bukanlah upaya untuk melakukan pendudukan kembali atas Gaza,'' kata Ben-Eliezer, berkilah.
Ben-Eliezer juga mengatakan, pasukan Israel terus memasuki wilayah-wilayah berpenduduk padat di Gaza, seperti Beit Lahiya dan Beit Hanoun. Seperti hari-hari sebelumnya, ia berkilah bahwa itu dilakukan semata untuk mencari prajurit mereka, Gilad Shalit.
( afp/ap/islamonline/fer )******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
