|
APAKAH NABI KHIDIR MASIH HIDUP
? Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan. Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal
Ifta ditanya : Apakah Nabi Khidir (masih hidup) sebagai penjaga di sungai-sungai
dan lembah-lembah ; dan apakah ia mampu menolong orang-orang yang tersesat jalan
jika memanggilnya ?
Jawaban. Yang benar
menurut para ulama adalah bahwa Nabi Khidir telah wafat sebelum Allah Subhanahu
wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana
tersebut dalam firmanNya Subhanahu wa Ta’ala. “Artinya : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum
kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal ?”
[Al-Anbiya : 34]
Dan diperkirakan Nabi Khidir masih hidup sampai bertemu dengan Nabi
kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun sesudah itu, maka ada hadits
yang menunjukkan bahwa dia meninggal setelah Nabi kita Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam wafat dengan jarak waktu yang telah ditentukan. Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang hal ini dengan
bersabda. “Artinya : Tidaklah kalian melihat pada
malam kalian ini, bahwa sesungguhnya siapa yang umurnya (berkepala) seratus
tahun tidak (tersisa) pada hari ini di atas permukaan bumi seorang
pun”[1]
Atas dasar ini, maka keadaan Nabi Khidir adalah sebagai orang mati yang
tidak dapat mendengar panggilan siapa yang memanggilnya, dan tidak mampu
menjawab siapa yang menyerunya, dan tidak mampu menunjukkan jalan kepada siapa
yang tersesat jalan ketika meminta petunjuknya.
Adapun perkiraan bahwa ia masih hidup sampai saat ini, maka ini adalah
masalah ghaib. Keadaannya seperti masalah-masalah ghaib yang lainnya ; tidak
boleh kita berdo’a kepadanya dan meminta kebaikan kepadanya dalam keadaan susah
maupun senang.
Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.
[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah Fatwa I/170 Di susun oleh Syaikh Ahmad
Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa
edisi 08/I/ 1424H] _________ Foote Note [1]. Bukhari I/37, 141, 149.
Muslim dengan Syarah Nawawi XVI/89, Abu Dawud IV/516, Tirmidzi
IV/520 (taken from http://almanhaj.or.id)
----- Original Message -----
Sent: Saturday, July 08, 2006
12:44 PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Khidhr
...oh....Khidhr
Assalaamu 'alaikum,
Saudaraku, Kisah tentang Khidr adalah bukan sebuah kisah Legenda apalagi
saudaraku sudah sama tahu bahwa kisahnya ada dalam AlQur-an. Beliau adalah
Salah satu dari Nabi Allah SWT diantara 24.000 Nabi (kalau saya tidak keliru)
yang di utus oleh Allah SWT. Masih hidupkah beliau? Beliau memang
masih hidup sampai saat ini dan termasuk salah satu dari Hamba2-NYA yang tetap
hidup sampai akhir zaman seperti halnya Nabi Isa. Orang yang dapat berjumpa
dan dijumpai oleh beliau adalah orang-orang 'Aalim yang Sholih dan
Ikhlash serta mengetahui dan faham siapa Nabi Khidr tersebut. Sekali lagi
kisah tentang Khidr ini adalah merupakan kisah nyata dan memang
semua kisah-kisah dalam Al-Quran adalah menjadi Pelajaran atau
i'tibar bagi kita semua.
Wassalam,
----- Original Message -----
Sent: Saturday, July 08, 2006 11:03
AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Khidhr
...oh....Khidhr
Khidhr ...oh....Khidhr
Nadirsyah Hosen
Masih hidupkah Khidhr ? Entahlah, saya
memang mendengar cerita seorang 'alim yang mengaku berjumpa Khidhr. Nama
Khidhr memang sudah terlanjur melegenda, meskipun al-Qur'an sendiri tidak
pernah menyebut nama Khidhr secara terang-terangan. Al-Qur'an melukiskan
Khidhr dengan "...seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami
berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan
kepadanya ilmu dari sisi Kami." (QS 18:65)
Perhatikan redaksi yang digunakan
al-Qur'an. Ternyata, Khidhr atau apapun nama beliau hanyalah satu dari
sekian banyak hamba Allah yang telah diberi rahmat dan ilmu. Boleh jadi
banyak sekali hamba Allah yang punya kelebihan seperti Khidhr, tetapi Allah
tidak beritakan kepada kita atau kita memang tidak mengetahuinya. Tapi
itulah Khidhr, sebuah nama yang terlanjur melegenda dan menyimpan misteri
yang tak kunjung habis dibicarakan.
Dalam surat al-Kahfi diceritakan bagaimana
Nabi Musa ingin berguru dengan Khidhr. Khidhr semula menolak, namun Musa
terus mendesak. Perhatikan redaksi al-Qur'an ketika mengutip penolakan
Khidhr, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.
Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" (QS 18:67-68)
Khidhr menolak Musa bukan dengan argumen
bahwa Musa itu bodoh atau malas. Khidhr menolak Musa karena Musa tidak akan
bisa bersikap sabar. Soalnya, kata Khidhr, bagaimana kamu bisa sabar pada
persoalan yang kamu tidak punya ilmu tentangnya?
Begitulah yang terjadi. Musa selalu
memprotes dan menyalah-nyalahkan perbuatan Khidhr yang, dipandang dari sudut
pengetahuan Musa, merupakan perbuatan yang keliru.
Sayang, kita jarang mau belajar dari kisah
Khidhr dan Musa ini. Seringkali kita sebar kata "sesat", "kafir",
"menyimpang", "bid'ah" kepada saudara-saudara kita, yang dipandang dari
sudut pengetahuan yang kita miliki, melakukan kesalahan besar.
Kita menjadi emosional, kita menjadi tidak
sabar. Pada saat itu, ada baiknya kita ingat kembali kisah Khidhr dan Musa.
Kisah Khidhr mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran merupakan lambang
tingginya pengetahuan.
Armidale, 7 Mei 1998
******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA
: http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim
e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
******************************************************** Mailing
List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
EJIP ******************************************************** Ingin
berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA
: http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim
e-mail ke
: [EMAIL PROTECTED]
********************************************************
|