Adakah Hak Israel atas Palestina?
Jumat, 1 Sep 06 10:04 WIB
        www.eramuslim.com

Assalamualaikum Warahmatulah wa barakatuh.

Ustadz saya ingin meminta penjelasan antum berkenaan pendudukan Israel
atas wilayah Palestina, yang kabarnya berkaitan dengan tanah yang
dijanjikan untuk mereka, dan juga perihal sejarah masa lalu mereka yang
mengkonfirmasikan hak mereka untuk menempati wilayah tanah air
Palestina, sebagaimana yang diyakini oleh segilintir umat.

Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh

Andri Yarusman
thinker at eramuslim.com


Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Kalau pun benar klaim Yahudi bahwa tanah Palestina itu adalah tanah yang
dijanjikan untuk mereka, tetap saja mereka tidak bisa main gusur
semaunya.

Lagi pula tanah Palestina itu luas, seluruh Yahudi yang hanya 20-an juta
ngumpul di sana, toh masih sangat lega. Jadi seharusnya kalau mereka
agak waras cara berpikirnya, bisa saja mereka datang baik-baik ke sana,
minta izin kepada umat Islam yang secara de facto telah menjadi
penghuninya selama 14 abad.

Mengapa komunitas Yahudi tidak melakukan apa yang telah dilakukan oleh
nenek moyang mereka di masa Shalahuddin Al-Ayyubi dahulu? Mereka toh
berhak tinggal di sana, mendirikan sinagog, beribadah di dalamnya serta
menjalankan semua ritual sesuai keyakinan mereka. Bayangkan di masa itu,
umat Islam hidup berdampingan dengan umat Nasrani dan juga Yahudi. Tidak
ada perang, tidak ada bau anyir darah, tidak ada isak tangis yatim yang
kematian orang tua akibat dibunuh lawannya.

Mengapa Yahudi itu harus datang membonceng di belakang tentara Inggris
di tahun 1948, lalu dengan seenaknya membantai suatu bangsa, melumat
sebuah negara berdaulat dan mengubah peta dunia seenaknya?

Mengapa mereka harus membantai rakyat muslim yang tidak pernah melakukan
kesalahan secuil pun pada mereka? Mengapa rakyat Paletina harus diusir
dan tinggal di kamp pengungsian? Kurang luaskah tanah Palestina buat 20
juta bangsa mereka?

Bukankah dahulu bangsa Yahudi diselamatkan oleh umat Islam (Khilafah
Turki Utsmani), saat pengusiran mereka dari Spanyol? Mana balas jasa
mereka?

Yahudi Bukan Bangsa yang Berhak Mewarisi Palestina

Tapi sebenarnya, tidak ada kebenaran atas klaim bangsa Yahudi tentang
hak mereka atas Palestina. Sebab Allah SWT telah secara tegas menyatakan
bahwa kitab yang mereka pegang itu bukan lagi kitabullah, melainkan
karangan manusia di antara mereka. Mereka telah mengubah isi Taurat dan
menggantinya menjadi Talmud.

Maka klaim mereka bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan tuhan
untuk mereka, 100% hanyalah bualan mereka saja. Bukan janji dari Allah
SWT. Bahkan Allah malah pernah mengharamkan tanah itu untuk mereka
selama 40 tahun lamanya, akibat kedegilan mereka sendiri.

Allah berfirman,"Maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka
selama empat puluh tahun, mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi
itu. Maka janganlah kamu bersedih hati orang-orang yang fasik itu." (QS.
Al-Maidah: 26)

Kalau memang tanah itu milik mereka, pertanyaannya adalah: selama ini
pada ke mana aja? Kok punya tanah tidak di tempati? Malah mengembara ke
berbagai penjuru dunia? Siapa yang suruh punya tanah ditinggal-tinggal?
Kalau memang mengaku punya tanah Palestina, mestinya dipertahankan sejak
dulu, bukannya ditinggalkan.

Sekilas Tentang Sejarah Yahudi dan Tanah Palestina

Allah SWT awalnya memang memerintahkan kepada bangsa Yahudi untuk
menempati tanah Palestina, sepulangnya bangsa itu dari perbudakan di
Mesir selama ratusan tahun. Namun kisah memalukan terjadi sejak dari
Mesir hingga sampai Palestina. Sehingga kisah itu menjadi bangsa itu
sangat tidak berhak tinggal di Palestina.

Awal kedatangan mereka ke Mesir dari Palestina adalah saat negeri mereka
mengalami paceklik selama tujuh tahun lamanya. Bangsa Mesir mampu
bertahan karena mampu menabung sebelumnya dan membangun lumbung
persediaan bahan pangan. Kisah ini terkait dengan mimpi Nabi Yusuf
alaihissalam yang diangkat menjadi bendahara negara Mesir kala itu.

Maka berdatanganlah bangsa Yahudi dari Palestina ke Mesir untuk
mengungsi, tapi kemudian lantaran kedegilan mereka, jadilah mereka budak
bangsa Mesir selama ratusan tahun.

Selama di Mesir, bangsa Yahudi adalah budak yang dipaksa bekerja tanpa
upah. Konon para Fir'aun di sana menempatkan bangsa itu sebagai budak,
yang salah satu tugasnya adalah ikut kerja paksa membangun Pyramid.
Arsiteknya tetap bangsa Mesir, bangsa Yahudi hanya pekerja kasarnya,
lantaran bangsa itu memang hanya pantas jadi budak.

Sampai Allah SWT mengutus nabi Musa alaihissalam untuk membebaskan
bangsa itu dari perbudakan. Tapi susah-susah nabi Musa membangun mental
mereka, tetap saja mental mereka tidak bisa diharapkan. Ketika
menghadapi Laut Merah di depan dan kejaran tentara Fir'aun di belakang,
mereka pun gampang putus asa dan tidak mau berperang.

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah
pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul."
Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku
besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (QS Asy-Syu'ara':
61-632)

Bangsa Yahudi sangat penakut dan sama sekali tidak berani menghadapi
resiko. Bahkan saat telah diselamatkan dari kejaran Fir'aun, lagi-lagi
mereka bikin ulah untuk minta dibuatkan patung anak sapi sebagai
sembahan.

Bangsa Yahudi Tidak Berani Masuk Palestina

Yang paling menggelikan, saat tinggal masuk ke Paletina saja, mereka pun
tetap tidak mau. Sebab ternyata Paletina saat itu dikuasai oleh penguasa
yang sangat mereka takuti. Perhatikan penjelasan Quran berikut ini:

(Musa berkata) Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah
ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena
takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. 

Mereka berkata, "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang
yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya
sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya,
pasti kami akan memasukinya."

Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah)
yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, "Serbulah mereka dengan
melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya
kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika
kamu benar-benar orang yang beriman."

Mereka berkata, "Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya
selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu
bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya
duduk menanti di sini saja." (QS Al-Maidah: 21-24)


Bangsa Yahudi tidak pernah tercatat mempertahankan tanah mereka, apalagi
merebutkan dari penguasa lain yang menjajah tanah itu. Seharusnya, hak
mereka sudah hilang karena tidak punya jiwa patriotisme atas tanah
mereka.

Mitos Tanah yang Dijanjikan

Prof. Roger Garaudy, seorang ilmuwan Perancis, menyatakan bahwa isu
"tanah yang dijanjikan" versi Israel tersebut merupakan mitos. Sehingga,
yang sebenarnya terjadi adalah "tanah yang ditaklukkan" (the conquered
land), bukan"tanah yang dijanjikan" (the promised land).

Ia memberikan bukti-bukti konkrit yang mendukung pernyataannya tersebut
dengan mengacu pada literatur-literatur Yahudi dan Nasrani. Dengan
demikian, isu "tanah yang dijanjikan" yang digunakan oleh Israel sebagai
dalih pendudukan atas Palestina sebenarnya bukan merupakan ajaran
Taurat, bukan pula ajaran Injil.

Dan memang kenyataannya kaum Zionis tidak berpedoman pada Taurat. Mereka
lebih berpegang pada kitab suci lain yang bernama Talmud, atau yang
kemudian dikenal juga dengan sebutan Shulhan Arukh, yaitu kitab yang
ditulis oleh seorang Rabi Yahudi yang bernama Joseph Ben Ephraim Caro di
abad ke-16 M. Kitab Talmud ini mengajarkan pandangan-pandangan yang
buruk, di antaranya adalah:

      * Kaum Yahudi adalah kaum pilihan Tuhan. Selain kaum Yahudi adalah
        binatang dan pagan (penyembah berhala). 
      * Kaum Yahudi harus selalu bekerja keras untuk meruntuhkan bangsa
        dan kaum lainnya, agar kaum Yahudi dapat menguasai dunia. 
      * Kaum Yahudi diizinkan untuk mencuri harta benda selain kaum
        Yahudi. 
      * Kaum Yahudi diizinkan untuk berbuat curang kepada selain kaum
        Yahudi, menjalankan riba pada mereka, danmemaksa mereka untuk
        menjual semua miliknya kepada kaum Yahudi. 

Sekarang kalau pun bangsa Yahudi mengklaim bahwa Palestina adalah tanah
yang dijanjikan, lalu mereka masuk dan membunuh siapa saja yang ada di
sana, maka bukan waktunya. Sebab yang ada di sana hanyalah umat Islam
yang telah Allah SWT ridhai dan telah bermukim di sana lebih dari 1.400
tahun dengan tenang dan damai.

Umat Islam tidak pernah memusuhi bangsa Yahudi, kecuali bila Yahudi itu
sendiri yang bikin gara-gara. Sebab ciri khas bangsa itu memang
berkhianat atas perjanjian yang telah mereka buat. Piagam Madinah yang
telah mereka sepakati, tiba-tiba secara sepihak dilanggar. Kalau mereka
sampai diusir ke luar Madinah, semua adalah kesalahan mereka sendiri.

Tetapi selama mereka baik-baik saja dengan masyarakat dan penguasa
muslim, mereka mendapat jaminan atashak-haknya sebagai kafir zimmi. Dan
selama ini, bangsa Yahudi diperlakukan baik-baik saja di Palestina oleh
umat Islam.

Yahudi Pasti Dihancurkan

Alih-alih menjanjikan kepada Yahudi untuk memberikan tanah Palestina,
Allah SWT justru menjanjikan kepada Yahudi kehancuran mereka. Di mana
mereka akan habis diperangi oleh umat Islam, hingga mereka berlarian
sembunyi di balik batu dan pohon. Semua itu tertuang dalam salah satu
sabda Rasulullah SAW yang sangat populer:

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.



********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke