apakah Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
Jumat, 1 Sep 06 11:33 WIB
www.eramuslim.com

Ass. wr. wb.

Pak Ustadz, dalam sejarah Islam, ada seorang Yahudi bernama Abdullah bin
Saba yang masuk Islam, tetapi dia mengacak-ngacak Islam dengan
trik-triknya. Karena ulah Saba ini maka lahirlah ajaran/mazhab Syiah.

Kalau memang Syiah itu lahir akibat dari trik-trik Abdullah Ibnu Saba,
kenapa sekarang Syiahlah yang paling berani menentang Israel? Bandingkan
dengan Arab Saudi yang mayoritas Sunni, bahkan ulama Saudi mengharamkan
bagi muslim yang membantu perjuangan Palestina dan Hizbullah.

Pemimpin dari golongan Syiah (Iran) bahkan Presidennya pun patut menjadi
tauladan bagi muslim di seluruh dunia, di mana mereka hidup dengan
kesederhanaan. Bandingkan dengan Raja-raja Arab Saudi yang hidup dengan
kemewahan.

Jadi patutkah kita mencontoh perilaku ulama yang berlindung di balik
penguasa yang tidak Islami?

Kalau kita mau fair, apakah Islam itu dijalankan dengan benar, maka
lihat pemimpinnya. Jika pemimpinya memimpin dengan penuh kesederhanaan,
maka di situlah letak kebenaran Islam yang sesungguhnya. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Adun


Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebaiknya kita tidak terjebak dengan isu syiah sunnah dalam masalah yang
sedang kita hadapi sekarang ini. Adanya Abdullah bin Saba' adalah urusan
sejarah, tidak ada kaitannya dengan keberadaan muslim syiah dan sunni di
masa sekarang.

Abdulah bin Saba' memang tokoh yang telah memporak-porandakan sejarah
dunia Islam. Bukti-bukti otentiknya terlalu banyak untuk disebutkan.
Akan tetapi kalau kita mengungkap adanya tokoh ini, bukan berarti kita
harus menghidupkan permusuhan antara kedua kekuatan umat Islam dewasa
ini. Beda antara syiah dan sunnah bukan terletak pada Abdullah bin Saba'
semata.

Apa yang sekarang dicapai oleh Hizbullah di Libanon, atau kegagahan
pemimpin Iran dewasa ini di hadapan musuh Allah SWT, sama sekali bukan
pengaruh kesyiahan mereka. Dan melempemnya pemimpin dunia Arab yang nota
bene sunni, juga bukan karena kesunnian mereka.

Bukankah HAMAS itu sunni? Tapi dunia tahu bahwa yang paling ditakuti
tentara Israel adalah lemparan batu pasukan Intifadhah, atau ledakan bom
syahid mereka.

Jadi ukurannya bukan kesyiahaan atau kesunnian seorang pemimpin, karena
realita di lapangan tidak sesuai. Yang membedakan adalah masalah nyali.
Kebetulan pemimpin Hizbullah termasuk yang punya nyali, sama dengan
pemimpin Hamas juga. Yang satu syiah dan yang satu sunnah, tapi kalau
keduanya punya nyali, sama hebatnya.

Khusus buat Iran, sebenarnya belum terbukti benar bahwa pemimpinnya
punya nyali. Sekali lagi ini bukan masalah syiahnya. Sebab meski Iran
mengklaim punya rudal jarak jauh yang bisa menjangkau Israel, tapi
sampai hari ini belum satu pun rudal mereka yang dijatuhkan di Tel Aviv.
Padahal tidak ada salahnya bila hal itu dilakukan, hitung-hitung untuk
membuktikan bahwa mereka memang benar-benar punya nyali. Kalau baru
sekedar main ancam atau mengklaim saja, rasanya belum terbukti benar
bahwa mereka punya nyali.

Seharusnya semua rudal milik Iran itu jangan cuma dielus-elus saja,
sesekali perlu juga diluncurkan tepat di tengah jantung Tel Aviv. Tidak
usah semuanya, separuhnya saja juga boleh, sebagai uji coba. Biar dunia
tahu bahwa ternyata Iran punya rudal yang bisa meledak, dan bahwa para
pemimpin Iran itu punya nyali betulan.

Nanti kalau PBB, Israel atau Amerika marah-marah, bilang saja, "Wah sori
mas, salah pencet. Maksud kita bukan ke Tel Aviv, tapi ada salah
prosedur...." Atau bilang saja bahwa untuk memastikan bahwa rudal itu
betul-betul bisa melenyapkan suatu kota, kita butuh sebuah kota untuk
dihancurkan. Kebetulan yang gampang untuk dijadikan sasaran adalah Tel
Aviv, jadi sori banget nih.

Adapun pemimpin Arab yang dikatakan hidup mewah dan sebagainya, semua
kita tahu memang demikian keadaannya. Ini mesti diakui dengan jujur,
tidak perlu ditutup-tutupi. Tapi sekali lagi bukan karena sunni atau
syiah, tetapi hal-hal di luar itu. Dunia toh juga tahu siapakah
Shalahudin Al-Ayyubi, yang berhasil membebaskan Al-Aqsha dari pasukan
salib Eropa. Sunni apa syiah dia? Toh kita tidak menghina pemimpin syiah
sebagai pecundang.

Semoga kemenangan yang Allah berikan kepada umat Islam di Libanon tidak
dijadikan komoditi murahan yang malah memundurkan umat, hanya dengan
issu syiah sunnah. Sebab pertolongan itu tidak diturunkan untuk syiah
atau sunni, tetapi untuk umat Islam semua.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.



********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke