Rahasia Kemenangan Hizbullah Atas Israel
Rabu, 06 September 2006 - 12:30:25 WIB
Perang  tidak seimbang antara Hizbullah dan Israel akhirnya dimenangkan 
Hizbullah. Padahal Israel  dikenal sebagai dengan 168 ribu pasukannya. 
Hizbullah hanya 6.000. Apa rahasianya?

Hidayatullah.com--Perang yang tidak seimbang antara Hizbullah dan Israel 
akhirnya dimenangkan oleh Hizbullah. Tentara  Israel yang sempat dikenal 
sebagai tentara terkuat yang tidak dapat dikalahkan  di Timur Tengah karena 
168 ribu pasukannya didukung oleh peralatan perang yang serba cangih. 
Sementara itu, Hizbullah hanya memiliki 6.000 pejuang utama dan 4.000 
cadangan relawan perang didukung oleh persenjataan yang cukup sederhana 
antara lain roket katyuska yang memiliki jangkauan sekitar 20 km saja.

Setelah perang berhenti pada tanggal 14 Agustus lalu, mulailah para pengamat 
dan para ahli militer mempelajari perang yang berlangsung 34 hari di Selatan 
Libanon. Pasukan Hizbullah yang dipimpin oleh Sekjennya, Syeikh Hassan 
Nasrullah dan pasukan Zionis dipimpin oleh PM Isreal Ehud Olmert dan Menteri 
Urusan Perang Israel Amir Ferezt. Pertanyaan utama adalah : Apakah  mungkin 
pasukan milisi bersenjata -Hizbullah- dapat menghalau pasukan terhebat di 
dunia saat ini ?

Salah satu target Israel saat ini adalah membunuh atau menangkap Sekjen 
Hizbullah, Syeikh Hassan Nasrullah maka Intelejen Israel -mungkin juga 
intelejen lain yang dibayar oleh Israel- melakukan pencarian rahasia 
keberadaan Syeikh Hassan Nasrullah, seperti usaha pembunuhan gagal oleh 
pasukan Israel terhadap wakil Sekjen Hizbullah, Naiem Elqasiem dua hari 
setelah keluarnya Resolusi DK PBB No. 1701.
Ini merupakan pelangaran pertama Israel terhadap DK PBB yang disusul 
pelangaran lainnya seperti pendudukan wilayah alkhiyathoh bagian Libanon 
Selatan yang saat perang Israel gagal mendudukinya wilayah tersebut. 
Intelejen Israel terus berusaha dan mempelajari strategi perang Hizbullah 
termasuk rahasia dan kemampuan pertahanan pejuang  menghadapi serangan bom 
GBU-28 yang dapat menghancurkan bunker sedalam 6 meter.

Tentunya, bukanlah yang pertama kali kemenangan perang grilya terhadap 
pasukan klasik profesional seperti  yang pernah terjadi pada saat perang 
Vietnam  melawan AS dan revolusi di Kuba. Ketika manusia memiliki keinginan, 
pemikiran dan kemampuan memanagemen maka dia akan meraih kemenangan walaupun 
musuh yang dihadapi memiliki bermacam senjata moderen saat ini.
Cepat atau lambat suatu saat nanti akan ditemukan rahasia kemenangan 
Hizbullah terhadap Israel seperti yang pernah ditayangkan oleh TV Aljazeera 
di saat mewawancarai salah satu pejuang di Aet Assaab dan perkampung lain di 
Libanon-Selatan. Dalam siaran tersebut digambarkan bagaimana pasukan 
Hizbullah berjuang dari rumah ke rumah dan dari bunker ke bunker yang 
dipersiapkan melawan agresi Israel .

Para pejuang telah menyiapkan seluruh kampung, kota dan wilayah Libanon 
Selatan dengan dilengkapi ratusan terowongan dan bunker yang strategis. Hal 
tersebut dilakukan guna memudahkan dalam pemasokan roket dan seluruh 
logistik yang diperlukan dalam perang sehinga dapat memberikan pengamanan 
dari berbagai serangan musuh walaupun sebelum perang sebagian orang 
mengetahui keberadaan 'kota' di bawah tanah Selatan Libanon ini.
Adalah hak Israel untuk mempelajari ketidakmampuan pasukannya setelah gagal 
total meraih target agresinya, begitu juga para pengamat militer saat ini 
terus mempelajari di balik kemukjizatan perang grilya Hizbullah yang akan 
terus dicatat oleh sejarah peradaban manusia.

Kiranya ada empat paktor rahasia utama penunjang kemenangan Hizbullah dalam 
perang kali ini, keempat paktor rahasia tersebut dapat kita kupas sebagai 
berikut :

Pertama: Kerahasiaan, metode ini sangat penting sekali karena dapat menjaga 
kesalamatan para pejuang. Hal tersebut berdasarkan kepada pengalaman milisi 
bersenjata khususnya di Libanon yang tidak tersembunyi rahasia akan sangat 
memudahkan bagi Israel untuk melakukan serangan kapan saja Israel 
menghendaki.
Bukanlah rahasia juga bahwa pejuang muslim Hizbullah telah membentuk kondisi 
eksklusif antara Hizbullah dan dunia luar termasuk bentuk eksklusif tersebut 
terjadi dalam tubuh Hizbullah sendiri. Minimnya jumlah pemimpin dan jajaran 
petinggi Hizbullah merupakan salah satu faktor kerahasiaan Hizbullah. 
Tentunya, hal tersebut bukan merupakan aib kekurangan atau bentuk taqiyyah/ 
berpura-pura tetapi merupakan salah satu usaha kewaspadaan sehinga pejuang 
Hizbullah dapat meraih kemenangan dan dapat bertahan selama 25 tahun.

Kedua: Kesiapan alternatif. Di belakang pejuang ada partai yang solid yaitu 
Hizbullah, Hizbullah menjalankan paktor kedua ini secara seksama di segala 
bidang baik sosial, politik, militer dan media penyiaran. Misalkan di bidang 
media, sejak tanggal 12 Juli 2006 lalu Hizbullah telah menyiapkan beberapa 
kemungkinan terburuk dimulai dari stasion TV Almanar dan Siaran Radio 
Annur -keduanya milik Hizbullah- dengan penyiaran di tempat  persembunyian 
Sekjen dan petinggi Hizbullah dengan pengawasan dan penjagaan yang ketat 
dapat memberikan pesan yang kuat baik bagi pendukung mapupun musuhnya. 
Alternatif ini membuat partai yang didirikan pada tahun 1982 ini siap eksis 
kapan dan dimanapun  berada.

Ketiga: Kepercayaan, faktor ketiga ini telah memberikan pengaruh yang 
signifikan baik terhadap para pendukung Hizbullah maupun musuhnya -Zionis 
Israel dan Amerika-. Munculnya pernyataan Syeikh Hassan Nasrullah di TV 
merupakan salah satu bentuk dari perang opini, dimana mendapatkan pengakuan 
dan pembenaran dari pihak musuh sebelum kawan.
Rilis dan penjelasan yang diterbitkan Hizbullah biasanya musuh sendiri 
percaya terhadap informasi tersebut karena Israel tidak dapat mengingkari 
kenyataan yang terjadi di lapangan (medan perang). Singkatnya, kepercayaan 
merupakan paktor utama bagi para pejuang dan pendukung setianya sehinga 
menghasilkan kekuatan dan kemampuan di saat ummat Islam sekarang sedang 
mengalami krisis kepercayaan.

Keempat : Kemanusian 'manusia' pejuang yang mana mereka memiliki keimanan 
paripurna. Yang didambakan oleh para pejuang Hizbullah adalah mendapatkan 
syahadah karena mereka adalah kelompok yang berimanan kepada Tuhannya dan 
memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pimpinannya, kehidupan dunia yang 
fana tidak dapat mengoyahkan kenikmatan akhirat yang serba kekal. Mereka 
layak untuk terus belajar sehinga Barat yang selalu menyudutkan para pejuang 
dengan sebutan teroris, pembunuh kebebasan dan demokrasi.
Bahkan mereka para pejuang dianggap sebagai kaki tangan Suria dan Iran , 
lebih dari itu meraka mengangap pejuang sebagai orang-orang gila. Tetapi 
rasanya yang sebenar-benarnya gila adalah mereka yang memperlakukan para 
pejuang sebagai orang gila baik mereka saat mendapatkan kemenangan maupun 
ketika kekalahan menimpanya.

Kemenangan  Hizbullah terhadap Israel adalah keberhasilan kelompok yang 
memiliki keinginan dan keyakinan mati syahid, melawan kelompok prajurit 
profesional tetapi arogan dan sombong karena didukung oleh peralatan moderen 
saat ini. Namun pasukan tentara Israel tidak memiliki keyakinan dan 
keinginan mati karena kehidupan dunia sangat mengiurkan sehinga mereka 
terlena. [Kiriman  Arief Rahman Aeiman Muchtar, mahasiswa S3 pada 
Universitas Mohamed V, Maroko] 


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke