MUNGKINKAH PAUS ROMA BERANI KURANG AJAR
TERHADAP ISLAM YANG AGUNG
JIKA DAULAH ISLAM, YAKNI KHILAFAH RASYIDAH, TEGAK BERDIRI?!

Buletin al-Islam Edisi 323

Barat kafir penjajah tidak henti-hentinya meniupkan 'angin panas' sebagai bentuk kedengkiannya terhadap Islam dan kaum Muslim. Sebelumnya, Amerika telah menodai al-Quran al-Karim. Setelah itu, sebagian media massa Denmark melontarkan gelombang pencitraburukkan terhadap Rasulullah-semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Beliau, keluarga Beliau, dan para Sahabat Beliau. Langkah ini kemudian diamini dan diikuti oleh sejumlah media massa Eropa lainnya. Kemudian sekarang, Paus Roma melemparkan tuduhan bohong terhadap Islam sekaligus menyerang simbol kejayaan Islam.

Sebagaimana Amerika sebelumnya mengatakan bahwa tindakannya merobek-robek dan menginjak-injak lembaran-lembaran al-Quran dengan kaki-kaki mereka tidak dimaksudkan untuk menodai al-Quran al-Karim; setelahnya Eropa juga mengaku bahwa pencitraburukkan terhadap Rasulullah saw. merupakan bagian dari kebebasan berekspresi; demikian pula Paus Roma saat ini, yang mengklaim bahwa tuduhan yang dia lontarkan tidak mengandung (unsur) apapun. Yang menjadi masalah sebetulnya hanyalah pemahaman kaum Muslim yang tidak memahami apa yang diucapkan Paus Roma, Pemimpin Gereja Katolik Kristen!

Dalam penjelasan ini kami tidak ingin menyitir dalil-dalil tentang kebenaran Islam dan kebohongan Paus Roma. Pasalnya, apa yang dikatakannya bahwa Islam mengabaikan fungsi akal dan bahwa jihad sebagai simbol kejayaan Islam identik dengan kekerasan, pertumpahan darah, dan terorisme; semua ucapannya ini hanyalah sampah yang ada dalam lisannya. Sebab, bangunan akidah Islam yang berdiri tegak di atas dasar logika yang memuaskan jauh lebih populer dibandingkan dengan menara gading apapun. Demikian pula jihad dalam Islam; ia adalah pancaran kehidupan di dalam jiwa; penyebar keadilan; serta cahaya di atas kezaliman dan kegelapan dunia. Semua itu bisa dirasakan dan diindera di negeri-negeri yang pernah dimasuki Islam pada saat-saat penaklukkan Islam.

Akan tetapi, dalam penjelasan ini kami hanya ingin mengajukan dua pertanyaan dan menghadirkan dua risalah. Kami akan meletakkan keempatnya di hadapan setiap orang yang memiliki dua mata agar tampak jelas padanya mana kebatilan dan mana kebenaran serta mana tuduhan bohong dan mana kejujuran.

Pertanyaan pertama: terkait dengan Dunia Islam yang demikian luas saat ini, apa yang menyebabkan penduduknya memeluk Islam? Bukankah al-Quran al-Hakim telah menyatakan, "Tidak ada paksaan dalam beragama (QS al-Baqrah [2]: 256)," dan Hadis Nabi saw. pun telah memaklumkan, "Siapa saja yang tetap dalam keyahudiannya dan kenasraniannya maka ia tidak akan disakiti"

Lalu apa yang menjadikan penduduk negeri-negeri yang ditaklukan Islam itu melepaskan agama mereka dan malah memeluk agama para mujahid yang justru menaklukan mereka; mereka bersabar di dalam agama mereka; mereka mengemban dan menyebarluaskan Islam serta membelanya lebih gigih daripada yang diperbuat oleh para mujahid yang menaklukkan mereka?

Kita telah melihat dan mendengar bahwa Barat penjajah, saat menduduki suatu wilayah, mereka menggunakan segala kekuatan dan kekuasaannya untuk menjadikan manusia mau mengemban nilai-nilai dan pemikirannya. Akan tetapi, bukankah mereka malah mencacimakinya pagi dan petang hingga negara-negara penjajah itu hengkang, sementara agama negeri yang dijajahnya tak pernah berubah?

Bukankah jawabannya, bahwa penduduk negeri-negeri yang ditaklukkan Islam memeluk dan menjaga Islam-sebagaimana para mujahid yang menaklukkannya-adalah karena Islam sesuai dengan fitrah dan selaras dengan akal?

Kami ingin menambahkan suatu perkara yang telah membuat banyak orang merasa takjub padanya, yaitu bahwa Gubernur Maroko Muhammad Nashir, pada zaman Kekhilafahan Abbasiyah, pernah menolak kesedian Raja Inggris John Lockland pada tahun 1213 Masehi untuk masuk Islam, berikut kekuasaannya. Karena Gubernur Maroko tersebut menyadari bahwa kesediaan Raja Inggris untuk masuk Islam itu lebih karena terpesona oleh keagungan Daulah Islam, bukan karena kepuasan intelektualnya terhadap Islam!

Pertanyaan kedua: Mungkinkah Paus Roma berani kurang ajar melontarkan tuduhan keji terhadap Islam dan akidahnya, sekaligus menyerang jihad sebagai simbol kejayaannya, jika saja Khilafah kaum Muslim tegak berdiri?

Sungguh, kami ingin mengingatkan Paus Roma akan Islam dan keagungannya pada zaman Islam dan kekuasaannya. Kami ingin mengingatkan Paus Roma dengan Khalifah al-Mu'tashim dan Kota Amuria, Khalifah Harun ar-Rasyid dan Nakfur Roma, Sultan Shalahuddin dan Raja Richard, Sulaiman al-Qanuni dan Raja Louis Prancis, Gubernur Aljazair dan pembayaran Amerika atas jizyah kepada Daulah Islam pada tahun 1795, kemudian Sultan Abdul Hamid dengan Herltz dan Inggris di belakangnya pada tahun 1901. Kami mengingatkan Paus agar dia tahu bahwa sikap kesatria dan akal yang sehat-jika memang keduanya masih ada-pasti akan menolak untuk mengeksploitasi kelemahan kaum Muslim dengan menyebarluaskan kebohongan serta menyerang Islam berikut akidah, peradaban dan simbol kejayaannya.

Adapun terkait dengan dua risalah yang dimaksud, yang pertama ditujukan bagi kaum Muslim, khususnya orang-orang yang tertipu dengan kebusukkan seruan dialog antaragama, yang sering diungkapkan oleh Paus Roma. Tampak jelas bahwa apa yang dimaksud dari seruan tersebut adalah untuk melemahkan kadar keislaman di dalam dada-dada kaum Muslim sekaligus untuk menyerang akidah mereka; bukan untuk mengkaji dan mengklarifikasi Islam dalam rangka mencari kebenaran sekaligus mengikutinya serta membuang kebatilan sekaligus menjauhinya. Seruan dialog antaragama ini merupakan seruan untuk melawan Islam dan para pemeluknya dengan cara-cara yang busuk dan menyesatkan.

Meskipun mereka telah direkrut untuk mengemban seruan yang menyesatkan ini, dan meskipun mereka telah menyiapkan segala daya-upaya untuk seruan tersebut, dengan izin Allah, mereka tidak akan pernah meraih apa yang mereka inginkan. Allah SWT berfirman:

 ]بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ[

Sebenarnya Kami melontarkan yang haq pada yang batil, lalu yang haq itu menghancurkannya, Kemudian dengan serta-merta yang batil itu lenyap. Kecelakaanlah bagi kalian akibat kalian apa yang kalian sifati (yakni menyipati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS al-Anbiya' [21]: 18).

Risalah yang kedua ditujukan untuk Paus Roma, untuk setiap pemuka di Barat yang sepakat dan mengikuti seruannya, dan untuk setiap orang yang menjelek-jelekkan Islam yang agung sebagai penutup risalah langit, dimana Allah telah berjanji untuk senantiasa menjaga/memeliharanya:

 ]إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ[

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS al-Hijr [15]: 9).

Tuduhan para pendusta, serangan para penjual agama, persekongkolan atau konspirasi, Dajjal dan penyesatan, serta berbagai jeratan yang dirancang untuk melawan Islam sesungguhnya tidak akan pernah mampu meraih tujuannya sedikitpun. Bahkan dengan izin Allah, Islam tetap akan menyinari kegelapan dengan cahayanya tidak akan pernah padam selamanya.

Sesungguhnya Allah Yang Mahabijak dan Mahatahu telah mengabari kita akan hal itu:

]يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَااللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ[

Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah malah menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (QS ash-Shaff [61]: 8).

Penutup dari penjelasan ini ada dua kalimat: Pertama, sesungguhnya Hizbut Tahrir menantang Paus Roma untuk melakukan debat teologis yang didasarkan pada logika-hanya logika-agar cahaya subuh jelas bagi orang-orang yang memiliki dua mata. Sesungguhnya alamat sejumlah kantor penerangan Hizbut Tahrir telah terpublikasikan dan dikenal luas, di berbagai tempat keramaian, yang menjadi tempat aktivitas Hizbut Tahrir berkiprah. Paus Roma bisa memilih waktu dan tempat yang dia inginkan:

]مَوْعِدًا لاَ نُخْلِفُهُ نَحْنُ وَلاَ أَنْتَ مَكَانًا سُوًى[

Buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) kamu di suatu tempat yang pertengahan (letaknya). (QS Thaha [20]: 58).

Kedua: sesungguhnya kami tidak menghendaki permohonan maaf dari Paus Roma, karena Paus tidak mengucapkan perkataan secara keliru tanpa maksud tertentu, atau karena kebodohannya tanpa perhitungan. Akan tetapi, kata-katanya jelas adalah sengaja dan disengaja, serta jelas dan tidak samar. Terhadap semua itu, permohonan maaf tidak ada gunanya.

Sesungguhnya yang wajib adalah tidak memberikan toleransi terhadap siapa saja-yang menjelek-jelekan Islam, Kitabnya, dan Rasulnya; atau yang menyerang jihad sebagai simbol kejayaan Islam-untuk menginjakkan kaki di tanah Islam atau diterima di di negeri-negeri Islam sampai Daulah Islam kembali ke pangkuan Islam (berdiri kembali), yakni Daulah Khilafah ar-Rasyidah. Khilafahlah yang akan mengetahui bagaimana cara memperlakukan musuh-musuhnya serta menjaga bumi dan langit Islam; juga bagaimana cara menjaga/melindungi 'darah'-nya sekaligus memuliakan akidah dengan peradabannya serta simbol kejayaannya.

]وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ[

Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS Yusuf [12]: 21).


24 Sya'ban 1427 H
17/09/2006 M

HIZBUT TAHRIR

KOMENTAR:
Universitas Al-Azhar Mesir: Jihad adalah untuk Mempertahankan Agama dan Tanah Air. (Hidayatullah.com, 19/09/06).

Allah SWT berfirman (yang artinya): Perangilah orang-orang kafir itu hingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran/kemusyrikan) (TQS al-Baqarah [2]: 193)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke