Baznas dan Dompet Dhuafa Republika Merger
JAKARTA--Babak baru pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dimulai. Adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai badan amil zakat resmi pemerintah yang dimerger dengan lembaga amil zakat Dompet Dhuafa Republika di Jakarta, Rabu (20/9).
Merger tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan penghimpunan dana zakat infak dan sedekah di Indonesia yang nilainya ditaksir lebih dari Rp 19,3 triliun. ''Kedua pihak telah legowo untuk menuju sinergi ini. Hanya dengan bersatu, angka tersebut bisa dicapai,'' tandas Presiden Direktur Dompet Dhuafa (DD) Republika Rahmad Riyadi pada jumpa pers usai penandatanganan MoU.
Acara itu juga dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat Departemen Agama H Tulus serta sejumlah ulama dari berbagai ormas Islam. Dengan merger ini, nama yang disusung lembaga ini adalah Baznas Dompet Dhuafa Republika. Untuk sementara simbol Baznas dipasang berdampingan dengan logo DD Republika. Adapun logo burung garuda pada Baznas sementara tetap dipakai.
Merger itu menggabungkan penghimpunan dan pengelolaan dana zakat. Merger dilakukan untuk menggabungkan kelebihan masing-masing lembaga. Baznas menurut Rahmad memiliki kelebihan dalam mobilisasi dan sumber daya. Sementara DD memiliki kelebihan dalam brand image atau dari sisi marketing dan kepercayaan masyarakat.
Jajaran direksi juga dilebur. Emmy Hamidiah yang selama ini menjadi Direktur Eksekutif di Baznas akan menjadi salah satu direksi Baznas Dompet Dhuafa Republika di samping A Kusnandar dan Juwaini. Sedangkan Rahmad Riyadi tetap sebagai Presiden Direktur.
Untuk sementara menurut Rahmad pertanggungjawaban akan dilakukan terpisah. Baznas akan melaporkan pertanggungjawabannya tersendiri kendati juga dilakukan manajemen dari Dompet Dhuafa. ''Karena rekeningnya belum jadi satu. Ini masih transisi,'' kata Rahmad. Nantinya setelah rekening disatukan maka baik penghimpunan dan pertanggungjawaban akan disatukan.
Kantor Baznas Dompet Dhuafa Republika nantinya akan pindah ke Jl Kebon Sirih. Selama ini Baznas berkantor di Gedung Arthaloka dan DD Republika di Ciputat. Sementara itu Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Departemen Agama, Tulus, menyatakan merger ini menyatukan sinergi. Dengan penggabungan ini diharapkan Baznas yang dirintis pemerintah dapat berperan lebih besar dalam perzakatan nasional.
''Kita perlu inovasi untuk penggalangan dana zakat dan pendayagunaannya. Sinergi Baznas dan DD merupakan langkah baik,'' tegas Tulus. Ia juga melihat penggabungan dua lembaga ini sebagai langkah maju. Dompet Dhuafa lahir dan besar oleh masyarakat sementara Baznas lahir oleh pemerintah yang melibatkan masyarakat. Ia berharap kemiskinan umat dapat lebih ditangani dengan berhimpunnya dua lembaga amil zakat.
Mengenai data kemiskinan, baik Rahmad maupun Ketua Umum Baznas KH Didin Hafidhudin menyatakan tidak memilikinya. ''Pemerintah saja yang memiliki fasilitas tak punya data konkret apalagi kami,'' kata Rahmad. KH Didin berharap ada data kemiskinan yang konkret untuk memudahkan pemberdayaan.
Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi yang juga Direktur RRI yang siang kemarin menjadi moderator dengan enteng menimpali, ''Saya dapat bisik-bisik dari Kyai Didin, kalau data orang miskin itu ditambah dengan yang miskin spiritual, pasti angkanya lebih banyak dari data yang ada,'' tandas Parni Hadi berkelakar. KH Didin mengungkapkan sinergi BAZNAS-DD berlangsung cukup singkat, tak lebih dari satu bulan. Alasan kenapa DD yang dipilih adalah lntaran kiprahnya yang tak hanya di bidang pengentasan kemiskinan langsung tapi juga pendidikan, kesehatan, bencana alam, dan lailnnya sehingga programnya banyak strategis dan berjangka panjang. dam/tid
Ikhtisar
Rp 19,3 T
Potensi zakat nasional di seluruh
Indonesia.
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
