Assalamu alaikum wr wb,

Ini sedikit informasi betapa dahsyatnya kaum nasrani dalam melancarkan 
kristenisasi di Indonesia

Wassalam,
Wefi
Engineering Assembly
PT. Kiyokuni Indonesia

*Metode Mutakhir : Qasidah Nasrani*

* *

/ Oleh : Fakta <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 15 Oct, 06 - 5:06 am /

Biasanya, syair qasidah berisi tentang dakwah dan peringatan bagi umat 
Islam. Meski bukan warisan Nabi, qasidah yang digemari kebanyakan umat 
Islam Indonesiag ini identik dengan budaya Islam. Tapi, para penggemar 
qasidah, harus waspada. Pasalnya, sentuhan seni ala qasidah bisa 
dijadikan alat pemurtadan oleh para penginjil.

Salah satunya dilakukan oleh seorang penginjil asal lamongan, Jawa 
Timur. Ia merilis album qasidah Nasrani yang berisi enam lagu berbahasa 
Arab, dua lainnya berbahasa Indonesia dan Ibrani. Keenam lagu berbahasa 
Arab itu berjudul "/Isa Almasih Qudrotulloh, Allahu Akbar, Laukanallohu 
Aba'akum, Isa Kalimatullah, Ahlan Wasahlan Bismirobbina, Nahmaduka Ya 
Allah/". Pada sampul kaset yang berdurasi 40 menit, terdapat hiasan 
kaligrafi khas Arab yang melingkari kata */Ta'alau ilayya/*. Masyarakat 
awam bisa terkecoh dan menganggap sebagai kaligrafi al-Qur'an. Padahal, 
kaligrafi ini berbunyi : /"Ta'alauu Ilayya ya jamili'al mu'tabiina 
watstsaqiilii al-ahmaali qa ana urihukum./". Kalimat ini adalah 
terjemahan bahasa Arab Injil Matius 11:28-30, /"Marilah kepadaku, semua 
yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu."/

*Dalam pengantarnya*, sang vokalias yang mengaku sebagai mantan ustadz 
dari Lamongan itu menulis, "/Syukron Alhamdulillah puji syukur kami 
panjatkan kepada Tuhan Yesus karena begitu besar kasih karunia-Nya 
sehingga album ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa halangan suatu 
apapun. Kami sangat berharap, dengan album bahasa Arab ini, bisa menjadi 
berkat untuk semua kalangan dan dapat dimengerti serta diterima oleh 
semua masyarakat. / / Selain daripada itu, dengan lagu bahasa Arab ini 
semoga bisa mengubah paradigma masyarakat akan kekristenan secara benar. / "

Jelas sudah, lagu Kristen berirama padang pasir ini bertujuan menjajakan 
ajaran Kristen dan doktrin Ketuhanan Yesus pada semua orang. Langkah ini 
salah besar, karena bertentangan dengan ajaran Yesus.

*Pertama*, Yesus tak pernah memerintahkan para muridnya untuk 
memanjatkan puji syukur padanya. /Injil Lukas mengisahkan, seorang 
pengemis tuna netra di Yerikho yang disembuhkan Yesus dengan izin Allah 
hingga bisa melihat, bergembira dengan bersyukur pada Allah, bukan pada 
Yesus/ (Injil Lukas 18:35-43). /Seluruh rakyat yang menyaksikannya pun 
turut memuji-muji Allah, bukan Yesus. Ketika memasuki kota Yerusalem 
dengan mengendarai keledai, Yesus diiringi murid-muridnya dengan gembira 
seraya memuji Allah, bukan Yesus/ (Lukas 19:35-37).

Para Nabi dalam Perjanjian Lama juga tak ada yang memanjatkan 
puji-pujian pada Yesus. /Mereka hanya memuji dan bersyukur pada Allah. 
Nabi Daud mengajarkan untuk memuji Allah/ (I Samuel 25:32, Mazmur 41:14, 
mazmur 113:1, Mazmur 150:1). Selain itu, memanjatkan puji syukur pada 
Yesus nertentangan dengan Alkitab.

/"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab 
dari pada Dialah hikmat dan kekuatan"/ (Daniel 2:20)

*Kedua*, Yesus mewanti - wanti pada murid untuk menyebarkan ajarannya 
hanya pada domba-domba yang yhilang dari umat Israel . Mewartakan ajaran 
Yesus pada bangsa lain adalah sebuah penyimpangan di mata Yesus (Injil 
Matius 10:5-6)

Pada side A di mulai dengan lagu "*/Isa Almasih Qudrotulloh/*". Liriknya 
antara lain berbunyi, "/Isa Almasih Qudrotulloh. Lianna fiihi 
a'laanallohu. Ana huwa thooriiqu walhaqqu walhabaatuhu. Laa baaji'uu 
ahadun ilal aba illa bib/". Dalam album ini, kalimat tersebut diartikan 
: "/Isa Almasih kekuatan Allah, di dalam dia nyata kebenaran-Nya. Akulah 
jalan, kebenaran dan hidup, tak seorangpun yang datang kepada Bapa 
kecuali lewat aku./"

Penginjil menganggap, umat islam akan tertipu dengan hal - hal yang 
berbau Arab. Mereka berharap, umat Islam bisa digiring pada doktrin 
Kristen melalui "budaya Islam" sendiri. Padahal, umat Islam tak sebodoh 
itu.

Umat Islam justru akan tertawa, mencibir lantunan sang penginjil ini. 
Apalagi, syair yang didendangkan menyalahi kaidah bahasa Arab.

Kata "/al-qudrotu/" dan "/al-hayatu/" yang seharusnya ditulis dengan 
huruf ta' marbuthph (tertutup) justru ditulis dengan huruf ta' maftuhah 
(terbuka). Kata "/almasiihu/" ditulis tanpa memakain huruf "ya". Kata 
"ath-thoriiqu" yang seharusnya "/ma'rifah/" (definite) tulis "/nakirah/" 
(indefinite) . Kata "/al-hayaatu/" yang sudah jelas ma'rifat, dijadikan 
mudhof (disandarkan) pada dhomir (kata ganti) "hu" (dia). Ini 
membuktikan, pengakuan sang penginjil sebagai mantan ustadz layak 
diragukan kebenarannya.

Syair "/Lianna fiigi a'laanallohu/" yang diterjemahkan menjadi "/di 
dalam dia nyata kebenaran-Nya/", sama sekali tak jelas juntrungannya. 
Kata "/a'laan/" berasal dari "/a'lana-yu'linu/" yang berarti 
"/mengumumkan/". Kata "/i'laan/" berarti "/pengumuman/".

Oleh bahasa Indonesia diserap menjadi "iklan". Maka "/lianna fiihi 
a'laanallohu/" tak bisa diterjemahkan dengan tepat karena akan menyalahi 
kaidah bahasa Arab. Dalam injil berbahasa Arab, syair ini terdapat dalam 
tulisan Paulus yang memusuhi Yesus. "/Lianna fiihi mu'lanun birrullohi/" 
(sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah). (Kitab Roma 1:17).

Syair yang paling fatal kerusakannya adalah "/Ana huwa thoriiqu 
wal-haqqu wal-habaatuhu. Laa baaji'uu ahadun ilal aba illaa bib/". Jika 
kalimat ini ditanyakan pada orang Arab, mereka tidak ada yang paham. 
Kalimat ini diambil dari Injil Yohanes 14:6 yang sangat populer 
digereja. Dalam ayat ini, teks Arab yang benar adalah "/ana huwa 
ath-thoriiqu wal-haqqu wal-hayaatu. Laisa ahadun ya'tii ilal aabi illaa 
bii/".

Jika para penginjil tak mau disebut "Ente Bahlul", sebaiknya qasidah ini 
ditarik dari peredaran.

(bersambung/ sabili)


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke