Assalamu 'alaykum..

Coba deh beli majalah As-Sunah edisi Oktober ~ November
disitu ada Cara lebaran bersama Rasul

wassalam

cuma 13.000 perak
----- Original Message -----
From: "Sugiyanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
<[email protected]>
Sent: October 20, 2006 10:01 AM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Fw: lebaran cara rosul


> Assalamualaikum
>
> Bisa tahu sandaran hadistnya tentang kisah dibawah.
>
> Wassalam
> Sugik-Batam
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Tuti M Astuti
> Sent: Friday, October 20, 2006 8:46 AM
> To: FUPM-EJIP (E-mail)
> Subject: [ FUPM-EJIP ] Fw: lebaran cara rosul
>
>
>
>
>
> Lebaran Cara Rasul
>
> Fajar 1 Syawal menyingsing, menandai berakhirnya
> bulan penuh kemuliaan. Senyum kemenangan terukir
> di wajah-wajah perindu Ramadhan, sambil berharap
> kembali meniti Ramadhan di tahun depan.
> Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang,
> menyeru nama Allah lewat takbir, hingga langit pun bersaksi,
> di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata
> keharuan saat berlebaran. Sementara itu, langkah sepasang
> kaki terhenti oleh sesegukan gadis kecil di tepi jalan. "Gerangan apakah
> yang membuat engkau menangis anakku?" lembut menyapa suara itu menahan
> beberapa detik segukan sang gadis.
>
> Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya, matanya masih
> menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui
> kehadirannya di hari bahagia itu. Ternyata, ia menangis lantaran tak
> memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. "Ayahku mati
> syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah," tutur gadis kecil
> itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya.
>
> Seketika, lelaki itu mendekap gadis kecil itu.
> "Maukah engkau, seandainya Aisyah menjadi ibumu,
> Muhammad Ayahmu, Fatimah bibimu, Ali sebagai pamanmu,
> dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?"
> Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri
> di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW,
> Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim.
> Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia,
> dan beribu seorang Ummul Mukminin?
>
> Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil
> yang bersedih di hari raya kembali tersenyum.
> Barangkali, itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak
> yatim, yang diukir oleh Nabi anak yatim. Rasulullah membawa serta gadis
> itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus, terbasuhlah sudah
> airmata. Lelaki agung itu, shalawat dan salam baginya.
>
> ***
>
> Lebaran, bagi kita sangat identik dengan pakaian bagus.
> Tak harus baru, setidaknya layak dipakai saat bersilaturahim
> di hari kemenangan itu. Namun tak dapat dipungkiri,
> bagi sebagian besar masyarakat kita, memakai pakaian
> baru sudah menjadi budaya. Mungkin budaya ini merujuk
> pada kisah di atas, bahwa Rasul pun memakai pakaian yang
> bagus di hari raya. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan
> untuk menyambut lebaran, bahkan bagi sebagian orang,
> tak cukup satu stel pakaian baru disiapkan, mengingat tradisi
> silaturahim berlebaran di Indonesia yang lebih dari satu hari.
>
> Tak ada yang salah dengan budaya baju baru itu,
> ambil sisi positifnya saja, bahwa keceriaan hari kemenangan bolehlah
> diwarnai dengan penampilan yang lebih baik. Sekaligus mencerminkan
> betapa bahagianya kita menggapai sukses penuh arti selama satu bulan
> menjalani Ramadhan. Baju baru bukan cuma fenomena, bahkan sudah menjadi
> budaya. Tetapi ada cara berlebaran Rasulullah yang tak ikut kita
> budayakan, yakni menceriakan anak yatim dengan memberikan pakaian yang
> lebih pantas di hari istimewa.
>
> Anak-anak kita bangga menghitung celana dan baju yang
> baru saja kita belikan. Tak ketinggalan sepatu dan sandal
> yang juga baru. Dapatlah kita bayangkan betapa cerianya
> mereka saat berlebaran nanti mengenakan pakaian bagus itu.
> Tapi siapakah yang akan membelikan pakaian baru untuk
> anak-anak yatim? Tak ada Ayah atau Ibu yang akan mengajak mereka
> menyambangi pertokoan dan memilih pakaian yang mereka suka. Dapatkah
> kita bayangkan perasaan mereka berada di tengah-tengah riuh rendah
> keceriaan anak-anak lain berbaju baru, sementara baju yang mereka
> kenakan sudah usang.
>
> Rasulullah tak hanya berbaju bagus saat berlebaran,
> tetapi juga mengajak seorang anak yatim ikut berbaju
> bagus, sehingga nampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain. Lelaki agung
> itu, tahu bagaimana menjadikan hari raya juga istimewa bagi anak-anak
> yatim. Mampukah kita meniru cara Rasul berlebaran?
>
> Kalau kita mampu membeli beberapa stel pakaian untuk
> anak-anak kita, adakah sedikit yang tersisihkan dari rezeki yang kita
> dapat untuk membeli satu saja pakaian bagus untuk pantas dipakai oleh
> anak-anak yatim tetangga kita. Kebahagiaan 1 Syawal semestinya tak hanya
> milik anak-anak kita, hari istimewa itu juga milik mereka.
>
> Maka, ikuti yuks! Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul).
> Gerakan ini, saya yakin sudah banyak yang melakukannya
> di berbagai tempat. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung
> seperti kita yang mau membudayakan LCR ini, akan lebih banyak senyum
> anak yatim yang tercipta di hari bahagia.
>
>
> (Bayu Gawtama)
>
> Note: Jika berkenan meneruskan tulisan ini ke berbagai milist dan
> komunitas, setidaknya Anda berkesempatan mengukir senyum anak-anak
> yatim. Apalagi jika ada yang bekerja di media, atau punya akses ke
> berbagai media cetak maupun elektronik, sehingga Gerakan LCR ini menjadi
> sebuah gerakan nasional. Akan indahlah dunia dengan berbagi. Maha Suci
> Allah.
>
>
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
> EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
>
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ********************************************************
>
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
>
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ********************************************************
>
>


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke