Saya salut dengan pak Dodi ini,sangat
peka&peduli dalam milist ini.
Secara jujur&dari lubuk hati yang
paling dalam,
“apakah pak Dodi selalu membeli software,VCD/DVD
yang original???????........”
From: dody
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 01 Nopember 2006 16:30
To: FUPM-EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Tiga
Penjual Software Bajakan Masuk Cipinang
Tiga Penjual Software Bajakan Masuk Cipinang Ni Ketut Susrini - detikInet
|
![]()
|
|
Ilustrasi (ist)
|
Jakarta,
Tiga penjual software bajakan diciduk kepolisian melalui razia yang dilakukan
di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta.
Ketiganya kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.
Ketiganya kini berstatus tersangka pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta No 19
tahun 2002. Proses persidangan tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan.
Mereka adalah Effendy alias Apeng, Beni Saputra dan Denny. Effendy dan Beni adalah pedagang software bajakan di Mal Ambasador,
Jakarta Pusat. Sedangkan Denny adalah pedagang di Mal Ratu Plaza, Jakarta Selatan.
Hari ini, Rabu (5/7/2006) seharusnya berlangsung persidangan ketiga bagi
Effendy, yang sampai pada tahap pemeriksaan saksi. Namun karena alasan teknis,
Effendy yang mendekam di Cipinang sejak bulan Maret, ditunda persidangannya
sampai minggu depan.
Persidangan akan menghadapkan tersangka dengan Business Software Alliance
(BSA), organisasi nirlaba yang menaungi vendor-vendor software dunia.
Benhard P. Sibarani, pengacara BSA menilai, penegakan hukum bagi pelaku
pembajakan di Indonesia
kini menunjukkan peningkatan.
"Sekarang sudah mulai ada persidangan bagi pelaku pembajakan. Sekarang
pelaku pembajakan langsung masuk Cipinang, kalau dulu, orang yang kena razia
hanya dikenakan tahanan luar," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta.
Faouk Cader, perwakilan BSA di Indonesia mengatakan, pihaknya akan terus
melakukan pengawasan atas tindak pembajakan, meski diakui tantangannya makin
sulit.
"Sekarang ini pembuat software bajakan yang lebih sulit ditangani adalah
pembajak yang menggunakan burner,
yang jumlahnya bertambah banyak," kata Farouk. "Mereka pakai 10 burner dan 1 master. Itu bisa bikin banyak
bajakan. Mereka ini mobile dan
dalam rumah-rumah, jadi lebih sulit ditangani," paparnya. (nks)(wsh)