alhamdulilah , saya sedikit2 sudah dimulai  semenjak kenal  os alternatif linux dan aplikasi2 pendukungnya (yg bisa di dapat melalui download), di kantor pun saya menggunakan linux tentu seizin pihak yg berwenang (bagian IT)

dan VCD film2 islam yg saya punya juga beli yg original
(kalau mau lihat2 boleh silaturahim ke rumah saya :-))

memang awalnya sptnya agak berat juga meninggalkan kebiasaan menggunakan software  bajakan karna harganya murah,sudah familiar penggunaanya, jarang2 ada razia dan mudah didapat. tapi kebiasaan tsb kurang baik buat pengembangan IT di negara kita

ingat lho negara2 lain sudah lama meninggalkan software bajakan dan beralih ke software alternatif opensource spt china, negara2 eropa /eropa timur, rusia, india , korea dll sehingga pengembangan IT disana jauh lebih maju dibandingkan negara kita.

yah intinya saya cuma ikhtiar mulai dari diri saya , mulai dari yg kecil2 dan mulai dari sekarang  ( he2x kayak AA gym )

wallohua'lambishoawab




Pada hari Kamis, tanggal 02/11/2006 pada 06:43 +0700, Quality Assurance menulis:
Saya salut dengan pak Dodi ini,sangat peka&peduli dalam milist ini.

Secara jujur&dari lubuk hati yang paling dalam,

“apakah pak Dodi selalu membeli software,VCD/DVD yang original???????........”

 

 


From: dody [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 01 Nopember 2006 16:30
To: FUPM-EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Tiga Penjual Software Bajakan Masuk Cipinang


 


Tiga Penjual Software Bajakan Masuk Cipinang Ni Ketut Susrini - detikInet




Ilustrasi (ist)



Jakarta, Tiga penjual software bajakan diciduk kepolisian melalui razia yang dilakukan di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta. Ketiganya kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.

Ketiganya kini berstatus tersangka pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002. Proses persidangan tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mereka adalah Effendy alias Apeng, Beni Saputra dan Denny. Effendy dan Beni adalah pedagang software bajakan di Mal Ambasador, Jakarta Pusat. Sedangkan Denny adalah pedagang di Mal Ratu Plaza, Jakarta Selatan.

Hari ini, Rabu (5/7/2006) seharusnya berlangsung persidangan ketiga bagi Effendy, yang sampai pada tahap pemeriksaan saksi. Namun karena alasan teknis, Effendy yang mendekam di Cipinang sejak bulan Maret, ditunda persidangannya sampai minggu depan.

Persidangan akan menghadapkan tersangka dengan Business Software Alliance (BSA), organisasi nirlaba yang menaungi vendor-vendor software dunia.

Benhard P. Sibarani, pengacara BSA menilai, penegakan hukum bagi pelaku pembajakan di Indonesia kini menunjukkan peningkatan.

"Sekarang sudah mulai ada persidangan bagi pelaku pembajakan. Sekarang pelaku pembajakan langsung masuk Cipinang, kalau dulu, orang yang kena razia hanya dikenakan tahanan luar," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta.

Faouk Cader, perwakilan BSA di Indonesia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan atas tindak pembajakan, meski diakui tantangannya makin sulit.

"Sekarang ini pembuat software bajakan yang lebih sulit ditangani adalah pembajak yang menggunakan burner, yang jumlahnya bertambah banyak," kata Farouk. "Mereka pakai 10 burner dan 1 master. Itu bisa bikin banyak bajakan. Mereka ini mobile dan dalam rumah-rumah, jadi lebih sulit ditangani," paparnya. (nks)(wsh)


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke