dari sahabat...

----- Original Message -----
Sent: Sunday, November 02, 2003 3:02 PM
Subject: FW: Daftar makanan anak indonesia penyebab Kanker

 
 
----- Forwarded Message ----
From: singgih <[EMAIL PROTECTED]>
To: rochman <[EMAIL PROTECTED]>; Ratih Intra Insurance <[EMAIL PROTECTED]>; marsiyani <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; syamsul <[EMAIL PROTECTED]>; kosim <[EMAIL PROTECTED]>; mauliza <[EMAIL PROTECTED]>; SIUP TATI <[EMAIL PROTECTED]>; janwar <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; evy rahayu <[EMAIL PROTECTED]>; Prasetyo Jr <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; suwarna <[EMAIL PROTECTED]>; Ade Heriyani <[EMAIL PROTECTED]>; dedy yuhendra <[EMAIL PROTECTED]>; iis kriting <[EMAIL PROTECTED]>; arifin <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 16, 2006 12:00:01 PM
Subject: Fw: Daftar makanan anak indonesia penyebab Kanker

Daftar Makanan Anak Indonesia Biang Kanker

> 1. Okky Jelly Drink
> 2. Okky Bolo Drink
> 3. Inaco Jelly
> 4. Happydent White
> 5. Alloy Jelly
> 6. Donna Jelly
> 7. Lotte Juicy Fresh
> 8. Hore
> 9. Jas Jus
> 10. Disney SegarSari
> 11. Nutrisari Hangat
> 12. Segar Dingin
> 13. Frutilo Magic
> 14. Fortiplus
> 15. Vidoran Freshdrink
> 16. Hemaviton Jreng
> 17. Pop Ice
> 18. Ice Milk Juus
> 19. Naturade Gold
> 20. MariMas
> 21. Finto
> 22. Buah Sari
> 23. MariTeh Instan
> 24. Teh Sisri
> 25. Marimas degan
> 26. Kola-Kola
> 27. Sparta

> 28. Pop Drink

> Ngambil dari Investor Daily hari ini.
>> Si Manis Peracun Anak
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=260154>
http://www.republik
a.co.id/koran_ detail.asp? id=260154
Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari
1.900 ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on Oncology
and Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, ingin
membuktikan, apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu berbahaya
bagi kesehatan. Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka
kantongi jauh lebih lebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu
ajal. Aspartam, pemanis nonkalori yang memiliki tingkat  kemanisan 200
kali gula itu, membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker
mematikan. Riset yang digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni
Eropa
kian yakin dengan  keputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan
pada produk makanan. Jajanan anak-anak, terutama. Jepang , Malaysia ,
Brunei , Vietnam , langsung mengekor langkah Uni  Eropa. Mereka haramkan
pula Siklamat, jenis pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker.
Bagaimana Indonesia ?

Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi kawan
akrab anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan
secara besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta
(LKJ) sepanjang Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakarta
membuktikan hal itu.'Dari 49 sampel yang kami ambil, lebih dari
separuhnya mengandung pemanis buatan dalam konsentrasi tinggi,'' kata
Lies Permana Sari. Anggota tim peneliti LKJ itu, kemarin (9/8),
membeberkan temuan mereka yang telah dikonfirmasi laboratorium
Sucofindo.
Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini memuat kadar gula
berlipat-lipat. Selain mengandung gula murni, produk tadi juga ditambahi
pemanis. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelas
mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan  rendah kalori
dan
pangan tanpa penambahan gula. Adapun sampel-sampel yang disisir LKJ
meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini produk jajanan
anak-anak.
''Kami sengaja memilih jenis itu,'' dia menambahkan. Ada 25 merek jelly,
16 merek minuman serbuk, dan delapan merek permen. Kelebihan zat pemanis
ditemukan bukan hanya pada merek-merek tak terkenal, tetapi juga
brand-brand yang sering nongol di layar televisi.
Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga
seperti
berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti Okky Jelly
Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna Jelly, Lotte
Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan Mariteh Instant,
tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam.
Ini,  menurut Lies,  menyangkut perkara cukup penting.  Riset European
Ramazzini Foundation  tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatan
Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan bahkan
pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/kg BB.
''Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikus
amat
mungkin terjadi pula pada manusia,'' kata dr. Nurhasan, anggota tim
riset
LKJ. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amat penting,
sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlah pemanis yang
boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup.  Bahkan, kata dia, jauh-jauh
hari riset BPOM pada November-Desember 2002 sudah menunjukkan bahwa
konsumsi Siklamat sudah mencapai 240 persen ADI, sementara Sakarin
pemanis buatan pemicu kanker kemih sebanyak 12,2 persen nilai ADI.
Tak pelak, kata Lies, anak-anak merupakan konsumen yang paling rentan
terhadap dampak negatif dari pemanis buatan.''Otak mereka masih
berkembang,' ' terang dia. Beragam riset menunjukkan bahwa pemanis
buatan, terutama Aspartam,berpotensi memicu keterbelakangan mental
akibat
penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan syaraf.   Berbeda
dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang tak mewujud
seketika.  Ia terus berakumulasi danakan dipanen setelah si anak
beranjak
dewasa. ''Karena itu, ini boleh dibilang silent disease,'' tutur Lies
seraya mengutip riset di Italia yang menunjukkan bahwa sudah ada bukti
serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan.
Apa alasan produsen menaburi pemanis makanan?  Sulit dipungkiri, terang
Lies, ini terkait dengan upaya mereduksi ongkos produksi. ''Kalau dengan
sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentrasi gula, kenapa
tidak dipakai?,'' kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam, Sakarin,
dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300 kali gula.
Menurut tim LKJ, As'ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras pemanis
buatan masih  aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi. Apalagi
ada 50 negara yang masih  memperbolehkan
meski soal aman tidaknya pemanis buatan masih diperdebatkan hingga
detik
ini. Pada kenyataannya,
terang dia, soal komposisi aman ini banyak produsen  yang membandel.
''Saat minta izin BPOM,
mereka memberikan produk yang komposisinya tepat. Ke pasar,  mereka
meluncurkan produk yang
lain,'' kata dia



The information transmitted is intended only for the person or the entity to which it is addressed and may contain confidential and/or privileged material. If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message including any of its attachments from your system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. The views expressed herein do not necessarily represent those of PT Astra International Tbk and should not be construed as the views, offers or acceptances of PT Astra International Tbk.
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke