|
JALAN MENUJU KEJAYAAN UMAT ISLAM Alhamdulillah, shalawat
dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan
sahabatnya. Ya Allah, limpahkanlah
taufiq-Mu kepada kami dan kepada setiap orang yang mencintai dan mengamalkan
sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Ya Allah, sucikanlah hati
kami dan hati saudara-saudara kami umat Islam dari berbagai noda yang
mengotorinya dan bukakanlah hati kami untuk menerima kebenaran dari siapa pun
datangnya. Kejayaan umat Islam
adalah impian dan dambaan setiap muslim. Penerapan syari’at Allah Ta’ala di muka
bumi adalah idaman dan cita-cita setiap orang yang beriman. Terwujudnya keadilan
dengan sepenuh makna dan dalam segala aspek kehidupan umat manusia adalah tujuan
perjuangan setiap orang yang beriman kepada hari akhir. Untuk merealisasikan
cita-cita luhur nan suci ini, syari’at Islam hanya mengajarkan satu cara, yaitu
mewujudkan keimanan yang benar dan amal yang shaleh selaras dengan syari’at
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala
berfirman: وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن
قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي
شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah
telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan
amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa
di bumi, sebagaimana telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan
sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk
mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada
dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir
sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (QS. An Nur:
55) Sebagaimana Allah Ta’ala
telah mengajarkan metode jitu untuk merealisasikan kejayaan kita umat Islam,
Allah Ta’ala juga memperingatkan kita dari petaka besar yang akan meruntuhkan
kejayaan dan segala kenikmatan yang ada pada mereka. Allah Ta’ala
berfirman: وأطيعوا الله ورسوله ولا تنازعوا فتفشلوا
وتذهب ريحكم
“Dan
ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu saling berselisih,
sehingga kamu menemui kegagalan dan hilanglah kekuatanmu.” (QS. Al Anfal:
46) Amatilah, pada ayat ini
Allah Ta’ala menjadikan ketaatan kepada syari’at Allah dan Rasul-Nya sebagi
lawan dari perselisihan, dan perselisihan/perpecahan adalah sumber/biang
kerok bagi kelemahan serta hilangnya kekuatan dan kekuasaan umat Islam.
Dan bila kita mengurutkan
kronologi kejadian di atas dengan terbalik, maka akan menjadi seperti berikut:
Berbagai kelemahan dan hilangnya kekuatan dan kekuasaan umat Islam diakibatkan
oleh adanya perselisihan dan perpecahan antara mereka. Dan
perselisihan/perpecahan adalah akibat langsung dari ketidaktaatan umat Islam
terhadap syari’at Allah dan Rasul-Nya. Dan sudah barang tentu,
dan kita semua menyadari bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya hanya akan
dapat direalisasikan, bila kita benar-benar mengamalkan Al-Qur’an dan As Sunnah,
sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam,
sahabatnya dan ulama’ terdahulu (salafus sholeh). Wasiat dari Allah ini
juga ditegaskan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau
berikut: لا
تختلفوا فإن من كان قبلكم اختلفوا فهلكوا “Janganlah
kamu saling berselisih, karena umat sebelummu telah berselisih, sehingga mereka
binasa/runtuh.” (HSR
Muslim) Inilah sumber
permasalahan, dan inilah sumber kelemahan yang harus segera dibenahi dan
diperangi, yaitu adanya berbagai penyelewengan dari ajaran Al-Qur’an dan As
Sunnah. Inilah sebab terjadinya kemunduran sekaligus kekalahan umat Islam dari
selain mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Umat Islam mundur dan
kalah bukanlah karena kekurangan pengikut, atau kalah dalam hal teknologi atau
persenjataan. Akan tetapi sebab utamanya ialah apa yang telah saya jabarkan di
atas, yaitu umat islam pada zaman ini telah terpecah-pecah pemahaman dan
keimanannya, dan mereka berusaha mencari kemuliaan dari selain jalan Allah dan
Rasul-Nya, dan mencampakkan jauh-jauh syari’at yang telah diajarkan dalam
Al-Qur’an dan As Sunnah, sehingga keadaan mereka itu seperti digambarkan dalam
pepatah arab: ترجو النجاة و لم
تسلك مسالكها إن السفينة لا تجري على اليبس Kau dambakan keselamatan,
tapi engkau tak menempuh jalurnya Oleh karena itu berbagai
upaya mereka hanyalah menambah berat petaka yang melanda umat, dan bukan
menguranginya. Banyak dari tokoh umat
Islam menyeru dan menggalang kekuatan umat Islam untuk mewujudkan kembali
kejayaannya, dengan berbagai metode yang mereka yakini; ada yang menempuh jalur
parlemen untuk dapat mencapai pada kekuasaan, dan ada pula yang menempuh jalur
kekerasan, dan ada yang menempuh jalur-jalur lainnya. Akan tetapi betapa
sedikitnya tokoh umat Islam yang tetap istiqomah meniti jalur dan metode yang
pernah diajarkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jalur
pembinaan masyarakat dengan ilmu yang shahih dan amal yang shaleh, tanpa dinodai
oleh syubhat, kesyirikan dan bid’ah. Kisah berikut adalah
bukti nyata dan penjabaran gamblang tentang metode yang diajarkan oleh
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam mewujudkan kejayaan umat
islam: Tatkala pasukan
orang-orang Quraisy telah menghadang Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam
beserta kaum muslimin, dan kemudian terjadi negoisasi antara kedua belah pihak,
diantara tawaran yang ditawarkan oleh orang-orang Quraisy kepada beliau
shollallahu ‘alaihi wa sallam ialah tawaran yang disampaikan oleh ‘Utbah bin
Rabi’ah: “Wahai
keponakanku, bila yang engkau hendaki dari apa yang engkau lakukan ini adalah
karena ingin harta benda, maka akan kami kumpulkan untukmu seluruh harta
orang-orang Quraisy, sehingga engkau menjadi orang paling kaya dari kami, dan
bila yang engkau kehendaki ialah kedudukan, maka akan kami jadikan engkau
sebagai pemimpin kami, hingga kami tidak akan pernah memutuskan suatu hal
melainkan atas perintahmu, dan bila engkau menghendaki menjadi raja, maka akan
kami jadikan engkau sebagai raja kami, dan bila yang menimpamu adalah penyakit
(kesurupan jin) dan engkau tidak mampu untuk mengusirnya, maka akan kami carikan
seorang dukun, dan akan kami gunakan seluruh harta kami untuk membiayainya
hingga engkau sembuh”. Mendengar tawaran yang
demikian ini, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak lantas menerima salah
satu tawarannya yang berupa tawaran menjadi raja/pemimpin –sebagaimana yang
diteorikan oleh banyak harokah islamiyyah zaman sekarang- agar dapat memimpin
dan kemudian baru akan mengadakan perubahan undang-undang dst. Nabi tetap
meneruskan perjuangannya membentuk tatanan masyarakat muslim yang beraqidahkan
aqidah islam/tauhid dan berakhlakkan dengan akhlaq islamiyyah. Oleh karena itu
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab tawaran orang ini dengan membacakan
“Haa Miim.
Diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang
dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang
mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi
kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan.
Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu
seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan di antara kami dan kamu
ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)”.
Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan
kepadaku bahwasanya Ilah kamu adalah Ilah Yang Maha Esa, maka tetaplah pada
jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.Dan kecelakaan
yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu orang-orang yang
tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka
mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”. Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah
kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan
sekutu-sekutu bagi-Nya (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam”. Dan
Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya)
dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang
bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu
Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut
perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang
dengan suka hati” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia
mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.Dan Kami hiasi langit yang dekat
dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan
sebaik-baiknya.Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. ika
mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir,
seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan kaum Tsamud”. (QS. Fusshilat:
1-13) Setelah Nabi shollallahu
‘alaihi wa sallam sampai pada ayat ke 13 ini, Utbah bin Rabi’ah berkata kepada
beliau: فقال
عتبة : حسبك، ما عندك غير هذا ؟ قال : لا “Cukup
sampai disini, apakah engkau memiliki sesuatu (misi/tujuan) selain ini? Beliau
shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Tidak.” [Kisah ini diriwayatkan
oleh Abu Ya’la, Ibnu Hisyam 2/131, Dan Dalail An Nubuwah oleh Al Asbahani 1/194,
dan kisah ini dihasankan oleh Syeikh Al Albani dalam fiqhus
sirah] Inilah sunnah Nabi
shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah, dan inilah sunnah Nabi
shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam menegakkan kejayaan umat. Dan barang siapa
menyelisihi metode ini, sehingga menempuh jalur lain, niscaya kekecewaan dan
kegagalanlah yang akan ia tuai Dalam pepatah dinyatakan: من استعجل الشَّيء
قبل أوانه عوقب بحرمانه “Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya, niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya.”
dinukil dari tulisan: Ustadz Muhammad Arifin
Badri, M.A. & Ustadz Firanda Andirja, Lc. dari
http://muslim.or.id
|
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
